Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Culture Shock Tinggal di Pamulang: Tradisi Bakar Sampah Tanpa Peduli Waktu

Wisnu Adi Pratama oleh Wisnu Adi Pratama
31 Juli 2025
A A
Culture Shock Tinggal di Pamulang: Tradisi Bakar Sampah Tanpa Peduli Waktu

Culture Shock Tinggal di Pamulang: Tradisi Bakar Sampah Tanpa Peduli Waktu

Share on FacebookShare on Twitter

Tradisi bakar sampah di Pamulang bikin saya heran, dan lebih herannya, tak ada yang sekiranya peduli bahwa efeknya ini benar-benar ngeri

Memutuskan menepi ke pinggiran Jakarta bisa jadi adalah salah satu keputusan tepat di tengah padatnya Jakarta serta kontrakan yang kian mahal setiap tahunnya. Apalagi saat pandemi tiba, untuk orang-orang yang gajinya UMR atau di bawah UMR harus berpikir berkali-kali untuk kebutuhan hidup dan tempat tinggalnya. Bisa jadi menepi dari Jakarta adalah keputusan paling penting dalam hidup.

ADVERTISEMENT

Setelah mempertimbangkan segalanya, saya memilih Pamulang untuk tempat tinggal, untuk melanjutkan hidup di perantauan.

Pamulang bisa dibilang adalah salah satu yang terdekat dengan Jakarta, terutama jika mobilitasmu atau pekerjaanmu di  seputar Jakarta Selatan. Ia hanya terhalang Ciputat yang menopang dengan segala beban dan perbandingannya dengan Lebak Bulus di sampingnya.

Pamulang ini tidak bisa dibilang kota besar, juga tidak bisa dibilang masih tertinggal. Buktinya kamu masih bisa menemukan banyak kandang ayam di depan rumah warga, atau halaman luas yang di depannya ada pohon jambu atau mangga, mencium aroma petrikor selepas hujan reda, atau kebiasaan orang-orangnya yang sehabis isya mengajak tetangga untuk tahlilan ke orang yang bahkan tidak dikenalnya.

Pamulang Juga tidak bisa dibilang daerah tertinggal, soalnya perumahan dan cluster menjamur di mana-mana, juga pusat perbelanjaan, kampus, pasar modern, coffee shop dan kemacetan di setiap Sabtu Minggu.

Tiap daerah, punya kebiasaannya sendiri. Beberapa kebiasaan, bikin orang kaget mampus. Dan di Pamulang, saya tak terhindarkan dari kebiasaan yang bikin saya berdecak, “Ini serius?”

Pamulang dan tradisi bakar sampah

Ada salah satu culture shock saya ketika pertama kali tinggal di Pamulang, yaitu melihat orang-orang membakar sampah di pagi dan sore hari. Tentu saja itu membuatmu geleng-geleng kepala. Sesuatu yang tidak ditemukan selama ini ketika merantau di Jakarta.

Baca Juga:

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

Saat kamu bangun subuh, kamu akan menemukan udara sejuk dan dinginnya serasa di pedesaan, serasa sangat jauh dari ingar bingar kota. Tapi saat jam 06.00 kamu akan melihat seperti kabut mulai tampak di mana-mana. Setelah diamati lebih jelas, ternyata itu bukanlah kabut, melainkan asap-asap hasil pembakaran sampah di mana-mana.

Di beberapa rumah, mereka menyediakan semacam cerobong asap. Tapi cerobong tersebut hanya setinggi anak kecil dan diletakkan di depan rumah mereka. Cerobong itulah yang dipakai untuk membakar sampah setiap pagi dan sore hari. Sebagian lainnya, membakar di belakang rumah, di antara semak-semak dan halaman luasnya.

ADVERTISEMENT

Kok bisa sih membakar sampah menjadi kebiasaan atau malah menjadi tradisi di Pamulang?

Jangka panjang yang tak dipikirkan

Usut punya usut, mereka melakukan itu sudah dari generasi ke generasi dan terus dilanjutkan sampai hari ini tanpa memikirkan dampak pembakaran sampah kepada orang lain. Mungkin sempat terpikirkan juga bagaimana orang lain yang menghirup pembakaran sampah, tapi mereka akan melakukan lagi dan lagi.

Pertanyaannya, apakah tidak ada tempat pembuangan sampah (TPS) terdekat? Jawabannya ada. Bisa ditemukan di bak-bak truk yang sengaja ditaruh di dekat pasar, atau diangkat oleh petugas tiap RT setiap seminggu dua kali.

Jangan tanyakan bagaimana kalau kita memiliki seorang anak atau bayi dengan kebiasaan membakar sampah di sekeliling mereka. Kekhawatiran anak terkena pneumonia atau radang paru -paru pada anak ini juga saya rasakan di antar kebiasaan warga sekitar. Saya selalu berharap agar angin tidak membawa asap-asap itu ke rumah kami yang berada di tengah warga, atau asap itu menghilang cepat sebelum kamu keluar rumah.

Sekitar tahun 2023, sempat viral seorang bocah berusia 8 tahun terkena ISPA, diduga terpapar oleh asap sampah yang dibakar warga. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengakui bahwa pengawasan pembakaran sampah masih minim memerintahkan jajarannya untuk serius menangani masalah ini.

Tapi bagaimana mengubah kebiasaan yang telah menjadi tradisi kepada masyarakat? Karena balik lagi, mau seketat apa pun pengawasan, mengubah tradisi tak semudah menjentikkan jari. Pamulang adalah contoh nyata.

Sampai hari ini tradisi itu masih ada dan nyata di Pamulang. Entah apa yang akan bisa mengubahnya. Mungkin saat ada satu generasi yang sadar bahwa ini salah, dan akhirnya itu hilang tak berbekas. Well, tidak ada yang tahu.

Penulis: Wisnu Adi Pratama
Editor: Rizky Prasetya

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Membakar Sampah Adalah Kejahatan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2025 oleh

Tags: bakar sampahjakarta selatanpamulang
Wisnu Adi Pratama

Wisnu Adi Pratama

Seorang pemimpi di sore hari.

ArtikelTerkait

4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

7 Desember 2025
Juru Parkir Liar Blok M Meresahkan, Nongkrong Jadi Nggak Tenang Mojok.co

Juru Parkir Liar Blok M Meresahkan, Nongkrong Jadi Nggak Tenang

1 Juni 2024
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

28 Oktober 2025
Sungguh Menyebalkan Tetangga yang Bakar Sampah Saat Semua Orang Rampung Jemur Baju

Sungguh Berdosa Tetangga yang Bakar Sampah Saat Semua Orang Selesai Jemur Baju

1 Februari 2023
Pertigaan Reni Jaya Pamulang: Surga bagi Pecinta Kuliner, tapi Neraka bagi Pengendara Mojok.co

Pertigaan Reni Jaya Pamulang: Surga bagi Pecinta Kuliner, tapi Neraka bagi Pengendara

29 Juli 2024
Tebet, Sebaik-baiknya Daerah di Jakarta untuk Merantau Mojok.co

Tebet, Sebaik-baiknya Daerah di Jakarta untuk Merantau

14 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.