Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Mitos dalam Game Mobile Legends yang Pernah Saya Percaya

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
7 April 2020
A A
Pelajaran Hidup Ketika Jadi User Tank dalam Game Mobile Legends Mitos dalam Game Mobile Legend yang Pernah Saya Percaya

Pelajaran Hidup Ketika Jadi User Tank dalam Game Mobile Legends Mitos dalam Game Mobile Legend yang Pernah Saya Percaya

Share on FacebookShare on Twitter

Kadang, gengsi bisa bikin seseorang jadi gila, dan saya pernah merasakannya. Sekira tahun 2017-2018, saya mengalokasikan waktu ngerjain skripsi buat main Mobile Legends. Satu tahun yang suram, kecanduan game sampai lupa tanggung jawab. Pokoknya tiap pegang hp pasti buka Mobile Legends, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Paling cuma mandi sama makan doang yang bisa bikin saya bebas dari Mobile Legends. Tujuan saya sederhana saja sih, saya cuma pengen main di tier tertinggi biar jadi yang paling jago di antara teman-teman yang lain. Udah gitu doang, nggak pengen jadi pro player apalagi youtuber.

Nggak bisa dimungkiri, game ini memang dirancang agar pemainnya kecanduan. Sistem pembelian hero dan skin, event tiap minggu, dan emblem yang musti ditingkatkan levelnya supaya tiap hero jadi makin kuat. Sebenarnya bisa aja sih main cepet, tapi harus ngeluarin duit, karena saya kere jadinya harus banyak main biar seimbang sama orang lain yang pake duit.

Demi mencapai tujuan tadi, saya wajib menang terus dong, baik saat main sendirian maupun mabar. Dan kamu tahu apa yang saya lakukan agar bisa menang terus? Ngulik cara kerja sistemnya. Ini saya lakukan agar bisa dapat tim yang kompak saat main sendirian atau dapat lawan yang mudah saat mabar. Nggak berhenti sampai di situ, saya juga percaya developer memberikan jatah kemenangan buat setiap pemain dan skin bisa merepresentasikan skill pemain.

Nah, biar apa yang saya lakukan nggak sia-sia banget, izinkan saya membagikan hasil ngulik selama satu tahun itu di sini.

Kekompakan adalah kunci buat menang dalam game ini, makanya mabar jauh lebih baik daripada main sendirian. Dengan begitu, kekompakan tim sudah terjamin, bahkan tanpa melakukan komunikasi pun tiap pemain tahu tupoksinya masing-masing. Namun ini juga nggak terjamin 100% sih, ada kalanya musuh punya tim yang lebih kompak.

Lalu gimana cara saya ngakalinnya? Mudah saja, tier yang paling rendah wajib undang pemain yang lain saat mabar karena nggak semuanya berada dalam tier yang sama. Dalam Mobile Legends, tier bisa dipakai buat mengukur skill seseorang, jadi semakin tinggi tier nya maka semakin jago mainnya. Pihak developer pun sudah mengatur sistem matchmaking agar setiap pemain berhadapan dengan lawan yang setara. Misalnya, Legend lawan Legend atau Mythic lawan Mythic dan seterusnya. Selain itu, dua tier yang berdekatan pun bisa main bareng, misalnya Legend dengan Epic atau Epic dengan Grandmaster. Dengan sistem yang seperti itu, saya sampai pada kesimpulan tadi, alhamdulillah cara ini nggak berhasil sama sekali.

Ya mau gimana lagi, ujung-ujungnya hoki memegang peran utama. Bodo amat mau kompak atau nggak, kalau sudah giliran dapat lawan yang lebih kompak ya pasti kalah juga.

Terus apa saya menyerah begitu saja? Jelas nggak.

Baca Juga:

Mobile Legends Menyelamatkan Saya dari Kesepian

Karakter Seseorang Berdasarkan Role Hero Favorit Mereka di Mobile Legend

Setelah usaha ngakalin sistem matchmaking gagal, saya nyoba main di jam-jam tertentu di mana pemain skill rendahan banyak yang main. Misalnya jam empat sore sampai magrib, saat bocah-bocah baru pulang sekolah dan main game sambil istirahat; atau jam delapan malam sampai jam dua belas, saat para pekerja sedang istirahat sambil main game. No offense ya, tapi bocah sama pekerja itu kebanyakan cuma asal main. Mereka nggak punya banyak waktu buat ngikutin meta teranyar, atau belajar banyak hero. Namanya juga nemenin waktu istirahat hahaha kan lumayan kalau dapat lawan seperti itu saat saya punya tim yang bagus?

Syukurlah, Puji Tuhan, cara kedua juga nggak berhasil. Logika yang saya percayai ternyata jadi pisau bermata dua. Tiap mabar sama teman pasti musuhnya lebih kompak, sedangkan main sendirian dapat tim yang nggak kompak. Mungkin jumlah bocah-bocah dan pekerja kantoran yang main game ini jauh lebih banyak daripada pengangguran.

Saking frustasinya, saya percaya sebenarnya developer sudah ngasih jatah kemenangan pada tiap pemainnya. Buat saya sendiri, jatahnya cuma dua kemenangan per login. Ini nyata loh, dari lima kali pertandingan saya cuma dikasih dua kali menang, itu pun kalau lagi hoki banget. Malah kadang harus lose streak. Makanya, tiap dapat dua bintang saya pasti berhenti main, lalu istirahat tiga puluh menit sampai satu jam. Alon-alon asal klakon.

Hal paling konyol yang saya rasakan dulu adalah memercayai bahwa skin merepresentasikan skill pemainnya. Awalnya sih gara-gara liat top global dan pro player pakai skin bagus, lama-lama saya mulai mensugesti diri sendiri, tiap dapat lawan yang skinnya bagus pasti langsung mikir “wah ini pro player nih pasti” padahal siapa saja yang berduit pasti bisa beli skin, nggak ada hubungannya sama skill pemain. Ckckck poor me. 

Alhamdulillah masa-masa jahiliyah itu berhasil saya lewati dan bulan Agustus tahun kemarin saya memutuskan gantung ponsel. Sialnya, gara-gara Covid-19, game lucknot itu kembali mejeng di ponsel saya. Gimana lagi, kegabutan ini udah nggak bisa ditahan lagi, saya harus menemukan aktivitas di sela-sela bela negara rebahan. Mudah-mudahan saya nggak gila buat yang kedua kalinya. Kapok, ah.

BACA JUGA Risiko Bukan Gamer: Merasa Asing Saat Teman yang Lain Bermain PUBG dan Mobile Legends dan tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2021 oleh

Tags: game mobile legendmitos dalam gamemobile legend
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

mobile legends

Panduan Main Mobile Legends biar Nggak Epic Abadi

24 April 2020
SHAREit Sekarang Jadi Aplikasi Mesum yang Banyak Clickbaitnya terminal mojok.co

Resiko Bukan Gamer: Merasa Asing Saat Teman yang Lain Bermain PUBG dan Mobile Legend

9 Juli 2019
game

Bisa Nggak Sih Bermain Game Berasa Beribadah

29 Juni 2019
Para Gamer yang Mengintimidasi dan Merendahkan Orang Lain Ketika Bermain Game Itu Annoying Banget, sih!

Karakter Seseorang Berdasarkan Role Hero Favorit Mereka di Mobile Legend

13 Juni 2020
surat terbuka untuk pemain mobile legends indonesia swakarantina corona hiburan nyebelin kritik mojok

Mobile Legends Menyelamatkan Saya dari Kesepian

19 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.