Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Alasan Daun Kemangi Wajib Ada di Setiap Hidangan Pecel Lele

Cindy Natalie oleh Cindy Natalie
15 Mei 2025
A A
5 Alasan Daun Kemangi Wajib Ada di Setiap Hidangan Pecel Lele

5 Alasan Daun Kemangi Wajib Ada di Setiap Hidangan Pecel Lele (Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bayangin kamu duduk di warung tenda pinggir jalan, malam mulai larut, lampu-lampu bergoyang pelan tertiup angin malam dan di depanmu ada sepiring pecel lele hangat. Ada lele goreng garing yang menggoda, sambal terasi khas yang pedasnya menyala, sepiring nasi hangat yang mengepul, dan tentu saja, daun kemangi segar yang wangi semerbak.

Akan tetapi pernah nggak sih kamu kepikiran kenapa kemangi ini selalu hadir menemani pecel lele? Banyak orang yang mengabaikan peran kemangi padahal daun satu ini buka cuma pelengkap asal taruh. Ia mempunyai peran penting yang membuat pengalaman makan pecel lele jadi makin maknyus. Mari kita ulik alasan kenapa kemangi harus ada melengkapi pecel lele.

Aroma  yang khas berpadu dengan pecel lele hangat

Daun satu ini punya aroma khas yang langsung tercium begitu piring dihidangkan. Segar, tajam, tapi menenangkan. Rasanya? Ada manis, ada sedikit pedas, dan ada sentuhan mint yang bikin mulut dan hirupan hidung berasa “bersih”.

Saat kamu makan lele goreng yang cenderung berminyak dan gurih, gigitan kemangi bisa menyeimbangkan rasa di lidah. Apalagi kalau sambal pecel lele yang kamu santap rasanya super pedas, kemangi seolah menjadi penawar alami yang menenangkan lidah kepedasan.

Bau amis lele sudah pasti good bye

Nah, ini salah satu fungsi penting kemangi yang kadang suka dilupakan. Lele, meski digoreng garing, tetap ikan air tawar yang punya kecenderungan bau amis. Apalagi kalau nggak digoreng dengan sempurna atau kurang bumbu.

Di sinilah kemangi masuk sebagai penyelamat. Dengan mengunyah kemangi bersamaan dengan lele, bau amis bisa tertutup oleh aroma kuat daun ini. Bahkan banyak orang sengaja mengunyah kemangi terakhir untuk menyegarkan napas dan mulut setelah makan pecel lele.

Lalapan wajib di seluruh Nusantara

Dalam budaya makan Indonesia, khususnya di Jawa dan sekitarnya, makan tanpa lalapan rasanya kayak nonton konser tanpa suara. Hampa nggak, sih?

Kemangi sudah lama jadi bagian dari lalapan khas Nusantara, bersama timun, kol, kacang panjang, dan kadang tomat. Warung pecel lele pun ikut membawa tradisi ini, menjadikan daun ini sebagai komponen wajib di setiap piringnya. Dan karena hidangan iniidentik dengan suasana jalanan, cepat saji, tapi tetap “berjiwa lokal”, maka keberadaan daun ini bukan cuma perkara estetika, tapi warisan rasa yang nikmat dan muantap!

Baca Juga:

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

4 Kelakuan Pembeli Pecel Lele yang Bikin Penjual Diam-diam Menangis dalam Hati

Jangan lupakan khasiat dari daun kemangi

Jangan anggap remeh daun kemangi. Banyak orang nggak suka daun ini dan lebih memilih menyantap kol. Padahal di balik ukurannya yang mungil, daun ini menyimpan segudang manfaat.

Salah satunya pada hidangan pecel lele, daun ini jadi “pewangi” tangan setelah makan. Kalau nggak disantap, biasanya orang menggunakan daunnya untuk mencuci tangan dengan kobokan. Biasanya lumayan bikin tangan nggak bau amis. Sudah gitu menurut situs Alodokter, kemangi juga bisa mengatasi jerawat hingga menjaga kesehatan sistem pencernaan. Ada lagi yang bilang kalau daun ini bisa menghilangkan bau ketiak!

Penasaran nggak, sih? Jangan buang daun kemangi di piring pecel lele kalian, ya.

“Mewarnai” piring pecel lele kamu

Secara visual, daun kemangi yang hijau cerah bikin piring pecel lele terlihat lebih hidup dan menggugah selera. Bayangkan piring tanpa kemangi cuma ada lele, nasi, dan sambal, tentu terkesan kering dan membosankan.

Akan tetapi dengan seikat kemangi, semuanya jadi lebih berwarna. Aroma, rasa, dan tampilannya seimbang. Mata senang, hidung bahagia, lidah pun puas.

Kehadiran kemangi dalam pecel lele bukan sekadar hiasan atau tambahan basa-basi. Ia adalah bagian dari pengalaman makan yang utuh, mulai dari aroma, rasa, sampai kenikmatan setelahnya. Jadi, kalau kamu makan pecel lele, jangan sisihkan kemangi ke pinggir piring. Nikmati, kunyah, dan rasakan bagaimana daun kecil itu mengangkat seluruh rasa dalam satu piring sederhana yang penuh cerita.

Kalau ada yang bertanya, “Ngapain sih makan daun-daunan kayak gitu?”, kamu bisa menjawabnya dengan bangga. “Ini bukan sembarang daun, ini kemangi. Jiwanya pecel lele!”

Penulis: Cindy Natalie
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Saya Kaget Beli Pecel Lele di Bandar Lampung: Sambalnya Mentah, Lelenya Dua Ekor.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2025 oleh

Tags: kemangipecel lele
Cindy Natalie

Cindy Natalie

Mahasiswa semester 5, Universitas Katolik Musi Charitas. Gemar merajut.

ArtikelTerkait

5 Dosa Penikmat Pecel Lele yang Kerap Dilakukan terminal mojok.co

5 Dosa Penikmat Pecel Lele yang Kerap Dilakukan

22 Desember 2021
Lele Terbang Krispi Varian Menu Terbaik dari Warung Pecel Lele Terminal Mojok

Lele Terbang Krispi: Alternatif Menu Terbaik dari Warung Pecel Lele

7 November 2022
Sisi Gelap dari Pekerjaan Menjaga Pertashop Milik Bapak Sendiri (Foto milik penulis)

Sisi Gelap dari Pekerjaan Menjaga Pertashop Milik Bapak Sendiri

19 Januari 2023
3 Rekomendasi Lesehan Sedap di Sekitar UGM dan UNY Terminal Mojok

3 Rekomendasi Lesehan Sedap di Sekitar UGM dan UNY

25 Oktober 2022
Lamongan (Unsplash.com)

Lamongan Tak Butuh Diromantisasi, Apalagi Dibandingin Sama Jogja

23 Juni 2022
Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

6 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.