Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kriteria Menantu Idaman di Lamongan Bukan PNS, tapi Dia yang Punya Terpal

Muhammad Rizal Firdaus oleh Muhammad Rizal Firdaus
23 Oktober 2020
A A
Kriteria Menantu Idaman di Lamongan Bukan PNS, tapi Dia yang Punya Terpal terminal mojok.co

Kriteria Menantu Idaman di Lamongan Bukan PNS, tapi Dia yang Punya Terpal terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya mempunyai kehidupan yang lebih layak darinya. Seperti mempunyai harta yang cukup, tanpa harus banting tulang memeras keringat dalam mencari nafkah. Kehidupan yang sejahtera selalu menjadi idaman setiap orang tua. Terlebih ketika menentukan calon menantu. Pasti orang tua akan memilihkan yang sudah mapan, sudah mempunyai penghasilan, dan punya mimpi di masa depan. Jika punya sederet aspek tadi, sudah dapat dipastikan masuk dalam kriteria menantu idaman setiap orang.

Tidak jauh berbeda dengan masyarakat Lamongan dalam menentukan kriteria menantu idaman. Seorang menantu, harus memenuhi standar “SNI”, agar tidak mengecewakan di kemudian hari. Masak, ya, mau dikembalikan lagi jika ada minusnya? Meski  sosio-ekonomi masyarakat Lamongan terbilang baik dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur, kriteria menantu idaman tetap yang terdepan.

Untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, selain dengan cara bekerja keras, juga dengan memilih menantu yang mempunyai jaminan masa depan. Meski tidak salah, ada hal yang rasanya mengganjal dari pernyataan tersebut. Terlebih ketika Menko PMK Muhadjir Effendy melontarkan pernyataan kontroversial, “Keluarga miskin besanan, melahirkan keluarga miskin baru.”

Lah, aneh-aneh saja. Pernyataan tersebut langsung membuat hampir semua masyarakat tersinggung. Kok, bisa semua masyarakat? Kan, yang disebutkan hanya yang miskin? Lha gimana nggak, meskipun kaya, toh, di rumahnya masih ada tabung gas 3 kg yang bertuliskan, “HANYA UNTUK MASYARAKAT MISKIN”. Jadi, jangan ngaku kaya kalau di rumah masih ada tabung gas 3 kg, ya.

Nasib menjadi miskin tentu bukan perkara mudah. Agar bisa terlepas dari status ini, seseorang harus bekerja keras supaya bisa mengubah nasib dan terhindar dari jurang kemiskinan. Ya, meskipun banyak yang masih mengaku miskin biar dapat bantuan dari pemerintah.

Langkah awal memperbaiki taraf hidup dimulai dari dari jenjang pernikahan. Inilah alasan kenapa ucapan di setiap pernikahan selalu berbunyi seperti ini, “Selamat menempuh hidup baru”. Kehidupan baru akan dimulai. Baik tidaknya suatu keluarga ditentukan dua insan yang disatukan dalam bahtera rumah tangga. Tak heran, banyak yang mempersiapkannya mulai dari kriteria pasangan sampai pekerjaan yang sedang digeluti.

Dalam pandangan sebagian masyarakat, pekerjaan yang menjanjikan kesejahteraan, tak lain tak bukan dan menjadi puncak klasemen adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan gaji yang lumayan, seragam yang mentereng, dan jaminan hari tua yang tidak bisa disepelekan, ditambah rumah dinas plus mobil dinas, membuat banyak orang tua kepincut pengin menjadikannya anak mantu.

Namun, menurut pengamatan saya, di Lamongan, PNS tak semenarik di daerah lain. Pasalnya, selain mayoritas masyarakat Lamongan adalah petani, kebanyakan juga perantauan. Inilah keunikan yang ada di Kabupaten berlambang lele dan bandeng ini. Lihat saja, kita tidak sulit, kan, menemukan Warung Lamongan dari Sabang sampai Merauke yang tersebar bak jamur di musim hujan?

Baca Juga:

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Banyaknya perantau yang sukses di perantauan dengan seabrek materi yang didapatkan, menjadikannya punya status sosial yang tinggi di masyarakat. Meski tidak mendapat mobil dinas dari pemerintah seperti PNS, para perantau ini bisa memiliki mobil setara PNS bahkan di atasnya. Dari situlah muncul istilah “nduwe terpal”. Istilah ini muncul karena kebanyakan perantau adalah penjual Pecel Lele Lamongan, dengan lapak sederhana, beratapkan terpal, dan beralaskan tikar.

Maka tak heran banyak orang tua yang melirik para pemilik terpal ini. Bahkan menjadikannya sebagai menantu idaman kelas wahid di Lamongan. Sebab, mempunyai Warung Pecel Lele dikategorikan lebih dari cukup, baik materi maupun etos kerjanya.

Lantas, bagaimana nasib pemuda yang menggeluti bidang pertanian, yang berinteraksi dengan tanah dan lumpur?

Bagai menggapai bulan, butuh banyak tangga untuk didaki, butuh banyak galah untuk menggayuh. Meski mereka punya terpal seperti para perantau, tapi sedikit yang melirik. Bagaimana tidak? Wong terpalnya buat menjemur padi waktu panen, bukan untuk buka Warung Pecel Lele.

BACA JUGA Penyebab Orang Lamongan Pantang Makan Lele meskipun Jualan Pecel Lele dan tulisan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2020 oleh

Tags: menantupecel lele
Muhammad Rizal Firdaus

Muhammad Rizal Firdaus

Penikmat setia masakan ibu.

ArtikelTerkait

3 Ciri Warung Pecel Lele Asli Lamongan terminal mojok

3 Ciri Warung Pecel Lele Asli Lamongan

14 Juni 2021
Makanan Surabaya Bikin Mahasiswa Jabodetabek Kaget: Ada Nasi Goreng Warna Merah, Ada Bihun Warna Biru

Makanan Surabaya Bikin Mahasiswa Jabodetabek Kaget: Ada Nasi Goreng Warna Merah, Ada Bihun Warna Biru

4 Maret 2024
4 Dosa yang Sering Dilakukan Penjual Pecel Lele (Unsplash)

5 Dosa yang Sering Dilakukan Penjual Pecel Lele

22 Januari 2023
Lele Terbang Krispi Varian Menu Terbaik dari Warung Pecel Lele Terminal Mojok

Lele Terbang Krispi: Alternatif Menu Terbaik dari Warung Pecel Lele

7 November 2022
4 Kelakuan Pembeli Pecel Lele yang Bikin Penjual Diam-diam Menangis dalam Hati Mojok.co

4 Kelakuan Pembeli Pecel Lele yang Bikin Penjual Diam-diam Menangis dalam Hati

23 Juli 2025
Sego Boran, Kuliner Legendaris yang Cuma Ada di Lamongan

Lamongan, Sampai Kapan Meromantisasi Soto dan Pecel Lele?

15 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
Niat Cari Ketenangan dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Dicibir Pesepeda Lain Mojok.co

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

27 Mei 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.