Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pemilik dan Pegawai Pertashop, Korban Pertamax Oplosan yang Paling Menderita: Bisnis Mati Sudah Pasti, Bertahan Mana Ada yang Mau Beli?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
3 Maret 2025
A A
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita sepakat, semua warga negara Indonesia adalah korban korupsi pertamax oplosan oleh oknum Pertamina. Tapi, kita lupa, ada yang makin babak belur gara-gara kasus korupsi ini: pebisnis pertashop!

Bayangkan, pertashop ini hidup segan, mati sudah jelas. Bertahan penuh tekanan, mati sudah kepalang habis jutaan. Lalu mereka harus menerima fakta bahwa barang yang mereka jual selama ini adalah oplosan. Wah, bajigur, bayangne wae mesakne pol aku.

Para owner yang masih bertahan dengan sisa daya ini pasti misuh-misuh, pisuhannya saya yakin sepanjang Anyer-Panarukan. Sudah kena gocek bisnis yang dianggap menguntungkan, malah ketambahan polah para oknum yang rakusnya minta ampun. Nggak kuat bayanginnya, Bolo.

Pegawai pertashop pasti juga ikutan garuk-garuk kepala. Kerugian tempat usahanya bukan lagi potensi, tapi hal yang sudah pasti. Tinggal menunggu waktu mereka diberhentikan, dan ikutan bingung mau cari kerja di mana lagi.

Begitulah korupsi. Semua uang dinikmati sendiri, tapi yang rugi satu negeri.

Mati sudah pasti, bertahan nggak ada yang mau beli

Pagi tadi, saya menyusuri jalan Sukoharjo-Klaten sembari melihat pertashop yang berdiri. Beberapa tutup, ada yang sudah tutup permanen dan memasang banner “dijual”. Beberapa masih buka, dan tidak satu pun ada pembelinya. Saya hanya bisa menghela nafas tiap melihat pertashop sepi.

Betul, tak ada bisnis yang aman di masa kini. Tapi nasib pertashop begitu menyedihkan beberapa tahun belakangan. Baru mereguk untung tak lama, tiba-tiba pertamax (oplosan) naik dari 9 ribuan menjadi 13 ribuan (atau 12 ribu mepet 13 ribu, nggak ada bedanya). Orang-orang yang sudah nyaman pakai pertamax (oplosan) beralih ke pertalite lagi.

Ya siapa juga yang mau bertahan pakai bahan bakar yang mahal (dan oplosan).

Baca Juga:

Peristiwa Motor Brebet karena Bensin Plat Merah: Rakyat yang Kena Musibah, Rakyat Juga yang Diminta Repot Mencari Solusi

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Banyak pertashop yang masih buka dan bertahan. Pelanggan masih ada, meski menyusut. Seperti yang pernah saya bilang, POM ini menjawab kebutuhan orang pinggiran, yang kesusahan mengakses bahan bakar di tengah kota.

Tapi tak sedikit juga yang akhirnya menyerah, dan memilih menutup bisnisnya. Sekalipun itu di jalan paling strategis, nyatanya tak membantu. Pertashop di jalan Asia-Afrika Klaten yang seramai itu saja tetap tutup.

Lalu, mereka harus menemui fakta bahwa bahan bakar yang mereka jual selama ini adalah “barang palsu”. Selama ini, mereka secara tidak sadar menipu pelanggan mereka. Coba, bayangkan sehancur apa perasaan para pemilik bisnis dan pegawainya.

Nasib pekerja dan pemilik pertashop yang hancur lebur

Korupsi oknum Pertamina ini bisa dibilang salah satu korupsi paling jahat. Korbannya seluruh warga Indonesia, kerugiannya sudah tak masuk di akal. 193 triliun itu angka sepele, katanya potensi kerugian sebenarnya bisa lebih tinggi, katanya sampai 1 kuadriliun. Bayangkan, sejahat apa pelakunya?

Mau minta hukuman seberat apa pun, kayaknya susah. Paling 10-20 tahun, dipotong kelakuan baik, terus ada potensi dapet sel yang mewah. Yaaa paling berapa tahun. Ya udah nyolong sebanyak itu, mau dipenjara katakanlah 8 tahun oke-oke aja. Udah kaya, Bolo. Aman lah.

Tapi bagi para pekerja dan pemilik pertashop, gimana?

Mungkin mereka sudah kehabisan dana untuk operasional. Akhirnya tutup, karena siapa juga yang masih mau beli kalau ternyata barangnya nggak murni. Pegawainya juga mulai pusing, mau kerja di mana lagi? Kalau sepi, apa mungkin bisnisnya masih mau jalan?

Mendekati lebaran tanpa pekerjaan, atau menghadapi masa depan super muram, bayangkan kek mana sedihnya,.

Apa pun itu, saya hanya berharap yang terbaik dari penyelesaian kasus ini. Semoga keadilan ditegakkan, semoga hukuman terpantas yang diberikan. Sudah terlalu banyak pihak yang tumbang, sudah terlalu banyak kepercayaan yang menguap. Jika masih diberi hukuman normatif, ya…

Ya mau gimana lagi?

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pertamina Harus Tahu, Bisnis Pertashop di Ambang Kematian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2025 oleh

Tags: korupsi pertaminapertamaxpertamax oplosanpertaminapertashop
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Dosa SPBU Pertamina Lebih Dikit Ketimbang SPBU Shell (Unsplash)

SPBU Pertamina Memang Punya Dosa, tapi Masih Mendingan Dibanding SPBU Shell

7 Juli 2023
Peristiwa Motor Brebet karena Bensin Plat Merah: Rakyat yang Kena Musibah, Rakyat Juga yang Diminta Repot Mencari Solusi

Peristiwa Motor Brebet karena Bensin Plat Merah: Rakyat yang Kena Musibah, Rakyat Juga yang Diminta Repot Mencari Solusi

12 November 2025
Pengakuan Dosa Seorang Pelanggan Pom Mini (Unsplash)

Pengakuan Dosa Seorang Pelanggan Pom Mini

15 Februari 2023
Berkaca pada Kampung Miliarder Tuban, Ganti Rugi Bukanlah Solusi

Berkaca pada Kampung Miliarder Tuban, Ganti Rugi Bukanlah Solusi

3 Februari 2022
Yang Paling Menderita dari Kasus Pertamax Oplosan Adalah Warga Kabupaten, sebab Tak Bisa Beralih ke SPBU Swasta

Yang Paling Menderita dari Kasus Pertamax Oplosan Adalah Warga Kabupaten, sebab Tak Bisa Beralih ke SPBU Swasta

28 Februari 2025
Pertashop Beneran Bangkrut Berkat Nalar Timpang Pertamina (Unsplash.com)

Pertashop Beneran Bangkrut Berkat Nalar Timpang Pertamina

25 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.