Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Rumah Sakit Panti Rapih Memang Lebih Mahal, tapi Dibandingkan Sardjito, Pelayanannya Lebih Maksimal

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
29 Agustus 2024
A A
Panti Rapih Mahal, tapi Lebih Disukai ketimbang Sardjito (Unsplash)

Panti Rapih Mahal, tapi Lebih Disukai ketimbang Sardjito (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Seharusnya sudah sejak dulu pemerintah Jogja merumuskan dan melaksanakan program medical tourism. Wisata yang sedang naik daun di negara-negara lain ini sebetulnya bisa diaplikasikan di Jogja. Ada banyak rumah sakit yang menjadi rujukan masyarakat dari berbagai daerah untuk berobat. Dua di antaranya adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito dan Rumah Sakit Panti Rapih. 

Keduanya secara kebetulan berlokasi di dekat Universitas Gadjah Mada. Jarak antara Sardjito dan Panti Rapih juga tidak jauh. Meskipun berdekatan, kedua rumah sakit ini belakangan bertolak belakang. Sardjito dan Panti Rapih kerap dibandingkan dari berbagai sisi.

Akhir-akhir ini tren di masyarakat menunjukkan kalau mereka lebih memilih berobat ke Panti Rapih meskipun secara biaya jauh lebih mahal dibandingkan Sardjito. Selain itu, layanan di Panti Rapih sebenarnya nggak selengkap Sardjito. Pasien Panti Rapih bisa saja dirujuk ke Sardjito kalau layanannya nggak tersedia. Tapi kenapa masih banyak orang yang memilih Panti Rapih? Ternyata seperti ini alasannya. 

#1 IGD dan poliklinik Panti Rapih lebih sepi

Berstatus sebagai rumah sakit rujukan dari rumah sakit tipe C dan D dari seluruh DIY dan Jawa Tengah bagian selatan membuat Sardjito overload. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat sampai poliklinik, bahkan antrean di apotek pun sangat ramai.

Ramainya Sardjito ini membuat beberapa pasien yang pernah membagikan ceritanya kepada saya sampai nggak mendapatkan reminder untuk kontrol dari dokter yang menanganinya. Tapi memang faktanya, beban pasien bagi dokter di Sardjito jauh lebih besar dibandingkan Panti Rapih karena ada kesenjangan antara jumlah ketersediaan dokter dengan pasien yang berobat. 

Orang-orang yang ingin lebih diperhatikan oleh dokternya umumnya akan menghindari Sardjito dan memilih Panti Rapih yang relatif lebih sepi. 

#2 Ditangani oleh dokter, bukan koas

Selain karena alasan overload, orang-orang lebih memilih pergi berobat ke Panti Rapih karena takut mereka akan jadi objek belajar para dokter koas. Sardjito yang kebetulan berada di seberang Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM sekaligus bertitel rumah sakit pendidikan memang menjadi tempat praktik dokter koas. 

Ada sebagian pasien yang nggak mau dijadikan “bahan percobaan” oleh dokter koas. Alasannya bermacam-macam, seperti takut sakitnya makin parah karena salah penanganan hingga sudah nggak kuat menahan sakit. 

Baca Juga:

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Sementara itu jarang banget ada dokter koas yang sedang belajar di Panti Rapih. Pasien ditangani oleh dokter, bukan koas. Katanya sih pasien di sana selalu diurus langsung oleh dokter yang cekatan. 

#3 Peluang nyasar lebih kecil dibandingkan Sardjto

Alasan ini memang agak konyol, tapi benar-benar terjadi. Sardjito memang nggak cocok dan sulit dihafalkan oleh orang dengan kemampuan spasial yang kurang. Sudah beberapa orang yang saya kenal mengaku nyasar di Sardjito. Tapi mereka ini nggak pernah sekali saja kesasar di Panti Rapih. 

Nyasar juga bisa menjadi alasan yang masuk akal untuk menghindari Sardjito. Bukan hanya karena takut tiba-tiba tersesat di ruang jenazah, tetapi kesasar pasti juga bikin panik ketika dalam keadaan darurat atau terburu-buru. 

#4 Suhu ruangan terasa lebih lebih sejuk

Alasan konyol tapi nyata yang kedua: Sardjito lebih panas. Letak Sardjito dan Panti Rapih ini sebenarnya sama-sama di daerah yang padat penduduk dan minim pepohonan. Tapi ajaibnya Panti Rapih jauh lebih dingin dan sejuk.

Sepertinya Panti Rapih lebih sejuk karena nggak se-overload Sardjito. Jumlah pasien Sardjito yang lebih banyak membuat suasana lebih gerah dan sumpek. Selain itu, Panti Rapih juga menghidupkan AC yang bikin nyaman pasien dan pengunjung. 

#5 Rumah sakit swasta berbasis keagamaan

Saya pernah dengar bahwa rumah sakit swasta dari yayasan Katolik atau Protestan memiliki pelayanan yang lebih maksimal. Ini karena umat Katolik dan Kristen diajarkan bahwa melayani sesama manusia sama dengan melayani Tuhan. Ajaran ini membuat mereka bekerja nggak setengah-setengah. Dan Panti Rapih adalah contoh rumah sakit swasta berbasis keagamaan. 

Sementara itu Sardjito merupakan rumah sakit pemerintah, lebih tepatnya RSUP yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri. Ketika ada gejolak di dalam pemerintahan atau negara, performa pelayanan di Sardjito mungkin juga akan kena pengaruh. Dugaan lain adalah dokter dan tenaga kesehatan di Sardjito terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga kontrak yang kita semua tahu bagaimana kesejahteraannya di negara ini. 

Saat ini orang-orang akan lebih memilih bayar mahal untuk berobat ke Panti Rapih dibandingkan ke Sardjito. Asal aman dan nyaman, mereka siap keluar dana lebih banyak. Kebetulan juga Panti Rapih masuk ke peringkat kesembilan rumah sakit terbaik di Indonesia menurut GNFI. 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 7 Kode Darurat yang Perlu Diketahui kalau Sedang di Rumah Sakit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2024 oleh

Tags: Panti Rapihrumah sakit Panti RapihRumah Sakit SardjitosardjitoUGM
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Polisi Tidur: Dibutuhkan Warga, tapi Bikin Jengkel Pengendara karangmalang

Polisi Tidur Area Karangmalang Jogja Nggak Manusiawi: Biar Nggak Ngebut atau Makin Dekat dengan Maut sih?

18 Juni 2023
Komunisme Berubah Jadi Kapitalisme kalau Soal Mengiklankan Partai terminal mojok.co

Wawancara dengan Pagar Bunderan Soshum UGM yang Sering Diketawain karena Dianggap Nggak Guna

25 Maret 2020
Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya Mojok.co

Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya

26 April 2024
Maba UGM Senengnya Cuma Sebulan Pertama, Abis Itu Biasa Aja

Maba UGM: Senengnya Cuma Sebulan Pertama, Abis Itu Biasa Aja

7 Agustus 2023
Pusing Mikir Tesis, Guru Besar UGM Malah Bahas Masuk Angin (Unsplash)

Saya Nggak Pernah Kepikiran Masuk Angin Bisa Dibahas Serius di Pidato Guru Besar UGM, Padahal Saya Udah Pusing Setengah Mati Nyari Topik Tesis yang Dianggap Ilmiah

14 Juni 2025
Nggak Usah Heran Banyak yang Pamer PPSMB di Media Sosial, Menjadi Maba UGM Memang Membanggakan, kok

Nggak Usah Heran Banyak yang Pamer PPSMB di Media Sosial, Menjadi Maba UGM Memang Membanggakan, kok

6 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.