Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Punya Default Wajah Kalem Juga Banyak Nggak Enaknya, Kok!

Nina Fitriani oleh Nina Fitriani
9 Maret 2020
A A
Punya Default Wajah Kalem Juga Banyak Nggak Enaknya, Kok!
Share on FacebookShare on Twitter

Saya merasa terpanggil ketika membaca tulisan Mas Seto Wicaksono soal curhatannya mengenai nasib punya wajah jutek yang kalau lagi diam dikira marah, sekali ngomong kok ketus, terus kalau banyak senyum malah dikira caper. Duh, serba salah ya, Mas?

Kali ini saya mau cerita soal punya default wajah kalem. Pernah suatu ketika, teman saya ngomong, “Nin, lambok wajahmu ojo kalem-kalem nemen, sih.” Saya di situ seketika bingung,.Padahal saya cuma diam saja, tapi kok tiba-tiba diomongin begitu?

Kalau saya bisa request sama Tuhan, dulu waktu pembagian wajah, saya mau pesan style wajah yang nggak kalem-kalem amat dan nggak jutek-jutek amat. Pokoknya yang moderatlah.

Punya wajah kalem itu rasanya nggak enak-enak banget, kok. Terlebih kalau posisi lagi pengin misuh, bukannya pada takut, orang lain malah ketawa-ketawa, dikira saya lagi stand up comedy. Pasalnya, wajah tipe kayak saya ini nggak cocok buat marah-marah apalagi misuh. Ngeselin, kan? Padahal marah itu ekspresi diri dan manusiawi. Kalau seumur hidup nggak pernah marah, bisa jadi dipertanyakan kemanusiaannya.

Lantaran ketidakcocokan buat marah-marah ini, akhirnya saya kalau marah atau kesal suka nangis biar kelihatan gitu, ada airmata yang keluar. Eh tapi, saya malah dapat julukan baru lagi: tukang nangis mbis mbis alias cengeng banget. Padahal kan itu imbas dari marah saya yang dikira nggak marah, akhirnya nyoba buat nangis saja.

Belum lagi kalau sudah punya default wajah kalem ditambah sama suara yang nggak keras-keras amat (yang kalau kata orang lemah lembut). Uhhhhh aduhai banyak sekali cobaannya~

Gimana nggak? Tiap presentasi makalah di kelas, saya harus bengok-bengok dulu biar yang belakang kedengaran. Tiap manggil temen yang biasanya cukup satu oktaf, saya kudu lima oktaf. Nggak sekalian aja saya ikut ajang pencarian bakat? Barangkali saya bisa jadi penerusnya Raisa.

Kadang kalau lagi bicara panjang lebar di depan forum, suka ada yang nyeletuk, “Nin, suaranya bisa dikerasin lagi nggak?” Mohon maaf, Bambang, ini sudah pakai suara paling keras. Maka dari itu saya selalu bersyukur kalau dikasih mic, biar kalau ngomong usahanya nggak terlalu berat banget.

Baca Juga:

5 Stereotip Introver yang Laku Keras di Masyarakat

Jangan Salah Paham dengan Pertemanan Kami, Para Pemalu

Selain itu, first impression orang ketika melihat saya selalu dianggap, “pendiam, pemalu, lemah lembut, dan keibuan,” Padahal sih nggak benar-benar amat.

Kalau udah kenal deket, saya cerewetnya ampun-ampunan. Bahkan saya bisa sedikit gila kalau udah ketemu sama temen yang se-frekuensi. Pemalu? Semua orang menjadi pemalu ketika harus berinteraksi kali pertama dengan orang lain, selanjutnya palingan juga malu-maluin.

Soal lemah lembut, itu cuma suara aja. Kelakuan saya mah kayak lelembut. Dan sebetulnya saya jauh dari kata keibuan, wong di rumah saja sering berantem sama adek gara-gara masalah sepele.

Jadi jangan dikira punya default wajah kalem itu selalu pendiam, pemalu, tidak bisa marah, ataupun lemah lembut Bukannya apa-apa. Punya default wajah kalem itu kadang jadi beban juga, loh. Karena ekspektasi orang selalu berakhir pada perempuan baik-baik dan jauh dari kata emosi apalagi memaki-maki.

Saya juga manusia yang sama-sama punya perasaan. Manusia yang juga berhak marah, berhak nangis, apalagi ketika hatinya disakiti karena diselingkuhi. Ampun deh.

Lagipula saya bukan Tiara Anugrah, runner up Indonesian Idols yang punya banyak fans karena memiliki suara keren ditambah default wajah kalem dan aura keibuan yang memancar. Saya nggak tahu, barangkali di belakang itu, Tiara punya keluhan yang hampir sama seperti saya.

Tapi mau gimana lagi? Punya default wajah apa pun memang harus disyukuri. Mau kalem, mau jutek, mau datar, semua punya ceritanya masing-masing dan kita wajib menghargai.

Jadi poin paling penting di sini adalah jangan menilai seseorang dalam sekali pandang. Bisa jadi orang yang punya default wajah jutek malah aslinya pemalu atau orang yang punya default wajah kalem aslinya malu-maluin. Sapa dulu, kenalan dulu, ajak ngobrol, nah baru kalian bakal tau.

BACA JUGA Alasan Kami Para Cewek yang Hobi Foto Separuh Wajah atau tulisan Nina Fitriani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2020 oleh

Tags: Default Wajah Kalempendiamramah
Nina Fitriani

Nina Fitriani

Alumnus UIN Gusdur yang bertumbuh di LPM Al Mizan. Saat ini bekerja sebagai karyawan kantoran. Hobi membaca buku, menonton drama, traveling, serta berdiskusi terkait isu-isu pemerintahan dan kebijakan publik

ArtikelTerkait

pemalu

Jangan Salah Paham dengan Pertemanan Kami, Para Pemalu

20 Agustus 2019
5 Stereotip Introver yang Laku Keras di Masyarakat MOJOK.CO

5 Stereotip Introver yang Laku Keras di Masyarakat

20 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.