Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Bukti Jogja Tempat Paling Layak Ditinggali sampai Tua

Jelang Hardika oleh Jelang Hardika
14 Agustus 2024
A A
5 Bukti Jogja Tempat Paling Layak Ditinggali sampai Tua

5 Bukti Jogja Tempat Paling Layak Ditinggali sampai Tua (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

UMR kecil, klitih, dan tanah mahal, saya rasa itu adalah tiga besar keluhan warga yang tinggal maupun OTW tinggal di Jogja. Memang benar itu fakta yang nggak bisa dimungkiri. Jadi, saya juga nggak akan menyangkalnya.

Meski demikian, kalau melihat dari sisi lebih luas, saya malah menganggap Jogja sebagai tempat yang paling layak ditinggali untuk jangka panjang. Ada lima alasannya.

#1 Fakta harga tanah di Jogja

Banyak orang bilang harga tanah di Jogja mahal. Memang bener. Nggak salah. Tanah Jogja itu mahal, pakai banget. Tapi, khususnya di pusat kota. Kalau Jogja agak minggir nggak mahal-mahal amat, kok. Mau harga berapa? Kalau 2-3 jutaan ada banyak tuh di daerah agak pinggiran. Agak pinggiran lho ya, nggak jauh-jauh banget sama kota.

Masih kemahalan? Tenang, ada juga yang satu jutaan. Seperti sekitar daerah Gamping. Kebetulan saya dan istri 1,5 tahun ini tinggal di Balecatur, Gamping. Tanah di sini pasarannya sekitar sejutaan. Masih murah, kan?

Selain itu daerah sini masih cukup ramai. Indomaret dan bestienya, Alfamart, nggak cuma satu dua biji, RS besar ada seperti PKU Gamping, toserba juga ada WS, kampus pun ada kayak UMY sama Mercu Buana. Jadi, meski agak jauh—sekitar 30 menitan dari pusat kota—masih sangat layak ditinggali.

Bukankah harga tanah sejutaan adalah harga yang bisa dikatakan rata-rata di setiap kota? Dan harga tanah sejutaan di Jogja masih ada. Jadi, fakta harga tanah Jogja mahal itu memang bener, tapi nggak semuanya.

#2 Bisnis dan ekonomi

Potensi Jogja adalah pendidikan dan wisata. Sehingga rugi rasanya nggak nyemplung minimal di salah satu dari dua bidang tersebut. Anda akan semakin menderita dan ngelus dada kalau cuma fokus UMR-nya.

Sejak 2019, saya dan istri memiliki bisnis jasa psikologi. Layanan seperti konseling, seminar, hingga workshop psikologi bisa dikatakan oke. Alhamdulillah. Saat pandemi menyerang, bisnis offline seperti mati suri. Namun, karena Jogja merupakan kota pendidikan, kelas online pun tetap ramai. Meski online, 60-70% peserta kebanyakan masih didominasi mahasiswa Jogja. Sisanya baru kota lain.

Baca Juga:

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Artinya apa? Artinya minat belajar dan berkembang mahasiswa-mahasiswa di sini sangat besar.

Bagi Anda yang ingin tinggal jangka panjang di Jogja, meski Anda PNS atau pekerja swasta, mempertimbangkan bisnis dalam bidang pendidikan dan wisata bisa membuat Anda makin hidup sejahtera dan betah di Jogja.

#3 Jogja Kota Pelajar, pendidikan anak terjamin di sini

Jogja Kota Pelajar. Julukan tersebut sudah tersemat dari dulu sampai sekarang. Meski ada beberapa orang ngomong kalau Bandung atau kota lain lebih layak menyandang julukan Kota Pelajar, fakta bahwa Jogja punya beberapa kampus negeri dan puluhan kampus swasta adalah realita yang tak terbantahkan.

Coba bayangkan jika Anda yang bukan orang asli Jogja memutuskan membeli rumah di sini. Bayangkan dulu apa saja benefitnya. Pasti banyak. Seperti banyaknya sekolah berkualitas dari jenjang TK-kuliah. Lengkap. Bahkan untuk SMA, ada beberapa SMA yang langganan meluluskan siswanya masuk universitas negeri di Jogja. Sampai muncul guyonan lolos negeri karena zonasi. Hihihi.

Dan ketika Anda punya anak yang akan masuk kuliah, Anda cukup fokus pada SPP kuliah anak Anda. Anda nggak perlu repot-repot mikirin biaya kos dan uang makan bulanan anak. Pasti lebih hemat, kan? Berlaku kelipatan jumlah anak Anda, lho. Hihihi.

Ya memang nggak ada jaminan anak Anda pasti kuliah di Jogja sekalipun Anda menetap di sini. Tapi, paling nggak 80-90% peluangnya anak Anda kuliah di sini. Secara pilihan kampus negeri ada beberapa, kalau misal nggak masuk universitas negeri pun, puluhan kampus swasta siap menampung. Aman.

#4 Wisata di Jogja banyak, healing bisa kapan saja

Mau gunung? Ada. Pengin ke pantai? Banyak. Candi? Wah, melimpah ruah. Jogja adalah salah satu kota yang wisatanya paling lengkap. Bayangin saja tiap minggu Anda bisa menjajal satu di antara ratusan destinasi wisata di sini.

Percuma kan tinggal di kota besar lain, finansial oke, tapi healing-nya perlu ke Jogja dulu. Perlu bayar tiket transportasi, hotel, belum lagi beliin oleh-oleh buat temen kerja dan tetangga untuk menjaga reputasi. Hehehe.

Kalau Anda sudah menjadi warga Jogja, nggak perlu mikirin wisata ke mana dan bujet berapa. Tinggal tunjuk saja dan gas. Murah meriah, healing nyata, stres pun mereda.

#5 Nggak ribut soal politik

Provinsi sekaligus kota apa satu-satunya di Indonesia yang warganya nggak perlu repot-repot mikirin pilgub? Jelas the one and only, DIY. Masyarakat nggak perlu repot-repot bikin kubu ini lah, kubu itu lah, buat mendukung calon gubernurnya. Nggak perlu ribut-ribut sama temen atau keluarga karena beda pilihan. Dan pastinya nggak perlu gegeran mikiran serangan fajar cagub.

Bagi saya, hal ini privilese, lho. Cukup satu pintu, simple, dan efisien.

Gimana? Sekarang sudah sadar kan kalau Jogja memang tempat paling layak untuk ditinggali sampai pensiun nanti? Menurut Anda gimana?

Penulis: Jelang Hardika
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pleret Bantul, Daerah yang Paling Masuk Akal untuk Ditinggali di Jogja. Tanahnya Nggak Mahal Banget, Dekat Kota Jogja, Plus Aman dari Klitih!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2024 oleh

Tags: harga tanah di jogjaJogjaKota pelajarwisata jogja
Jelang Hardika

Jelang Hardika

Pria (29), suka dengerin curhatan, kadang jadi pusat perhatian mahasiswa(i).

ArtikelTerkait

Jalan DI Panjaitan Mantrijeron, Perbatasan Jogja-Bantul yang Bikin Sakit Kepala

Jalan DI Panjaitan Mantrijeron, Perbatasan Jogja-Bantul yang Bikin Sakit Kepala

7 Oktober 2024
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Klitih di Jogja: Akibat dari Mental Chauvinis dan Maskulinitas ala Feodal

9 Agustus 2021
Jalanan Pogung Sleman Nggak Menyesatkan dan Membingungkan, asal Mengikuti Panduan Saya Ini Mojok.co

Ingin Lihat Indonesia Emas Sekaligus Indonesia Gelap? Datang Ke Pogung Jogja!

16 Agustus 2025
Dear Erina Gudono dan Pembelanya, Duit Rp400 Ribu Bukan Jumlah Sedikit, Bisa untuk Makan Puluhan Anak Kos Jogja Mojok.co

Dear Erina Gudono dan Pembelanya, Duit Rp400 Ribu Bukan Jumlah Sedikit, Bisa untuk Makan Puluhan Anak Kos Jogja

2 September 2024
Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

26 Mei 2025
Jalan Amarta Ranjau Darat Seturan Musuh para Ojol di Jogja

Jalan Amarta, Ranjau Darat Seturan Musuh para Ojol di Jogja

13 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.