Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Praktik Menjijikan Oknum Penjual Seblak yang Membahayakan Kesehatan Pembeli

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
5 Agustus 2024
A A
Praktik Menjijikan Oknum Penjual Seblak yang Membahayakan Kesehatan Konsumen Mojok.co

Praktik Menjijikan Oknum Penjual Seblak yang Membahayakan Kesehatan Konsumen (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya yang gemar makan seblak dan seketika was-was ketika mendapat informasi dari salah seorang saudara yang merupakan penjual seblak. Katanya, ada beberapa oknum penjual seblak yang melakukan sederet aksi tidak terpuji demi mendapat cuan sebanyak-banyaknya. Lebih buruknya lagi, tindakan curang itu menbahayakan kesehatan pembeli. 

Saudara saya sudah cukup lama menjadi pelaku UMKM jajanan khas Sunda, lebih dari 3 tahun. Itu mengapa dia hafal betul dengan berbagai akal bulus para pelaku usaha ini. Katanya, oknum penjual seblak memakai cara licik ini ketika profit sedang turun-turunnya. 

Nah, di bawah ini saya akan paparkan beberapa sisi menjijikan oknum penjual seblak. Saya beri tahu biar kalian lebih berhati-hati ketika beli jajanan Sunda yang satu ini. 

#1 Mengeringkan cabai yang sudah busuk

Salah satu ciri yang paling menonjol dari seblak adalah sensasi pedasnya. Ini jelas, penyuka seblak sejati pasti nggak mungkin beli seblak, tapi nggak ada pedas-pedasnya. Kurang lengkap rasanya kalau makan seblak, tapi mulut ini belum mendesis kepedasan dan bibir ndower. 

Sayangnya, pembeli yang suka sensasi pedas seblak seperti perlu lebih waspada ketika jajan. Usut punya usut, cabai yang dipakai buat seblak itu biasanya ada tiga jenis: cabai merah keriting, cabai merah rawit, dan cabai merah besar. Nah, biasanya, yang cabai merah keriting ini dikeringkan biar pedasnya lebih tajam dan membuat warna merah pada seblak lebih mencolok. Apakah itu yang bikin bahaya? Jelas tidak. Yang bikin bahaya adalah ketika pejual seblak memakai cabai merah keriting yang sudah busuk.

Ada perbedaan antara cabai yang dikeringkan dan cabai busuk. Cabai kering adalah cabai yang masih fresh, tapi sengaja dikeringkan biar pedasnya lebih tajam, awet, dan bikin memesona warna merah pada seblak. Sedangkan cabai busuk, ya cabai yang sudah ada jamur dan bakterinya. Mau diolah sekering apapun, cabai busuk tetaplah bau, nggak enak, dan berbahaya bagi tubuh.

Biasanya, penjual seblak yang punya akal bulus menutupi kebusukan cabai ini dengan mencampurkan cabai yang masih fresh. Tentu saja biar bau busuk dan rasanya nggak terlalu kentara. Maka, kalian kalau mau mendeteksi seblak kayak gini, mau nggak mau harus mencicipinya dulu. Tanda-tandanya selain ada bau busuk, lidah kalian nanti akan merasakan sensasi pedas yang bercampur dengan rasa pahit. Ingat, pahit!

#2 Membekukan daging ayam basi buat bakso

Bagi kalian penyuka seblak dengan topping bakso, maka mulai sekarang berhati-hatilah untuk mengonsumsinya. Rasanya memang enak dan bikin perut kenyang. Bahkan, konon katanya, si seblak topping bakso ini juga bisa jadi pengganti nasi karena mengandung karbohidrat dan protein. Sayangnya, di balik itu semua, ada akal bulus penjual seblak yang wajib kalian waspadai.

Baca Juga:

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

Penjual seblak semacam itu biasanya tidak membeli bakso di gerai frozen food atau membuat sendiri dengan cara yang etis. Melainkan mereka membuat bakso dengan memakai daging ayam basi. Iya, basi! Mereka membekukan daging basi itu di freezer kulkas, benar-benar sampai beku, lalu merebusnya dalam waktu lama. Selepas itu, barulah dicampur boraks supaya basinya sulit terdeteksi. Bedebah sekali, bukan?

Sebenarnya, membekukan daging agar tahan lama bukanlah sebuah masalah. Yang menjadi masalah, ketika pedagang seblak menyimpannya terlalu lama sampai warnanya pucat, bau, dan berlendir. Ini jelas bahaya bagi tubuh. Setidaknya menurut Alodokter, kalian bisa sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Dan tentu, pedagang seblak berakal bulus peduli setan sama risiko semacam itu.

Mengetahui ciri-ciri seblak menggunakan bakso basi tidaklah sulit. Kalian cukup membelah bakso untuk mencium baunya. Pastikan bagian dalam bakso tidak terkena kuah seblak sehingga aroma asli bakso bisa tercium dengan jelas. Biasanya, kalau bakso menggunakan daging ayamnya basi, pakai boraks, hidung kalian sedikit mencium bau busuk. Kalau masih ragu, coba cicipilah sedikit. 

#3 Penjual seblak memakai tulang ayam dan ceker yang tidak laku

Selain topping bakso, kalian juga perlu waspada jika doyan sama seblak tulang ayam dan toping ceker. Ini yang paling gila dan menjijikkan menurut saya. Sebab, ternyata, ada pula oknum penjual seblak yang memakai tulang ayam dan ceker basi.  Mengesalkannya lagi, akal bulus ini mereka lakukan dengan pedagang daging ayam di pasaran. Kok bisa?

Ketika belanja tulang ayam dan ceker di pasar, oknum penjual seblak ini berangkatnya saat sore hari. Di saat itu harga tulang ayam dan ceker ketika sore hari itu lebih murah. Tentu saja murah karena ayam sudah tidak segar. Di sinilah akal bulus pedagang seblak dan pedagang daging ayam bersatu. Pedagang seblak bisa dapat untung dan pedagang daging ayam pun jualannya tetap laku.

Adapun cara oknum penjual seblak mengolah tulang ayam dan ceker basi ini dengan merebusnya sama boraks. Tujuannya jelas, supaya bau basi dan rasanya sulit terdeteksi. Tapi tenang saja, walau terkena boraks, sejatinya kalian masih bisa mencermatinya jika sudah membeli. Tanpa kalian makan pun—kalau hidung kalian teliti—sudah pasti tercium bau basi dari tulang ayam dan cekernya. Tapi kalau hidung lagi pilek, ya terpaksa, kalian harus memberanikan diri untuk mencicipinya sedikit.

Saya kurang tahu apakah beberapa akal bulus di atas juga dilakukan oleh pedagang seblak prasmanan. Sebab saudara saya hanya bercerita tentang oknum penjual seblak biasa. Namun, terlepas dari itu, sekarang kalian jadi tahu kan kalau beli seblak memang baiknya jangan hanya bermodalkan duit saja. Sebagian pancaindra juga perlu dipertajam supaya nggak terjebak oknum penjual seblak yang hanya mencari keuntungan.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sisi Gelap Penjual Daging Sapi di Pasar yang Bikin Pembeli Rugi Besar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2024 oleh

Tags: jajanan sundapenjual seblakseblakSunda
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Karedok, Makanan Khas Sunda yang Underrated padahal Lebih Nikmat Dibanding Seblak yang Overrated

Karedok, Makanan Khas Sunda yang Underrated padahal Lebih Nikmat Dibanding Seblak yang Overrated

25 Juli 2024
sunda maunya dipanggil aa bukan kang mang mojok

Memahami Panggilan ‘Mang’ di Sunda agar Nggak Salah Kaprah

11 Desember 2020
Seblak Bukan Sampah, tapi Wujud Usaha Bertahan Hidup (Unsplash)

Seblak Bukan Sampah, tapi Sebuah Kuliner yang Berasal dari Perjuangan untuk Bertahan Hidup

25 September 2025
Dilema Orang Bogor: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda

Dilema Orang Bogor: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda

27 Juni 2024
Panduan Memahami Istilah-istilah Main Gaple Orang Sunda terminal mojok.co

Panduan Memahami Istilah-istilah Main Gaple Orang Sunda

17 November 2020
Suku Sunda Nggak Kuat Merantau Itu Anggapan Sesat (Unsplash)

Benarkah Orang Suku Sunda Nggak Punya Nyali untuk Merantau seperti Suku Lain?

28 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.