Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

YOLO Sekarang, Menangis Kemudian: Anak Muda Tanpa Privilese Jangan Coba-coba Gaya Hidup Ini!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
17 Mei 2024
A A
YOLO Sekarang, Menangis Kemudian: Anak Muda Tanpa Privilese Jangan Coba-coba Gaya Hidup Ini! Mojok.co

YOLO Sekarang, Menangis Kemudian: Anak Muda Tanpa Privilese Jangan Coba-coba Gaya Hidup Ini! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

YOLO atau You Only Live Once, sebuah ungkapan yang populer di kalangan anak muda saat kini. Maknanya kurang lebih, hidup hanya sekali, jadi jangan sampai ada penyesalan sama sekali. Bahkan, belakangan ini, YOLO menjelma menjadi gaya hidup yang diamini oleh banyak anak muda. 

Biasanya, penganut YOLO hidup tanpa perhitungan dan perencanaan yang matang dari sisi apapun, termasuk finansial. Itu mengapa mereka berperilaku lebih konsumtif, impulsif, dan boros. Bahkan, banyak dari mereka nggak memiliki tabungan. Kesannya, penganut YOLO menjalani hidup secara ugal-ugalan. 

ADVERTISEMENT

Padahal, nilai-nilai YOLO sebenarnya nggak melulu keliru lho. Dalam situasi-situasi tertentu, terkadang kita memang perlu nekat saja seperti kebanyakan penganut YOLO. Apalagi pada situasi-situasi yang sudah tidak bisa diharapkan atau peluangnya kecil.

Akan tetapi, terkait finansial, saya rasa terlalu berisiko kalau hidup ini dijalani tanpa perencanaan sama sekali. Setidaknya, kita harus punya tabungan kalau amit-amit ada hal buruk terjadi di kemudian hari.  

Dua kelompok anak muda

Berbicara soal YOLO vs menabung di kalangan anak muda, khususnya di rentang usia 20-an, rasanya kita perlu membagi ke dalam dua kelompok berdasarkan latar belakangnya. Kelompok pertama, mereka yang YOLO total: impulsive, konsumtif, minim pertimbangan. Kelompok kedua, mereka yang mengutamakan menabung, terkesan ngirit, dan penuh perhitungan.

Untuk anak-anak muda yang YOLO, mereka biasanya berangkat dari keluarga yang pondasi finansial kokoh. Misal, anak-anak crazy rich yang kalau uangnya habis ya tinggal minta lagi. Mereka tidak perlu pusing-pusing menabung, memperkirakan pengeluaran, atau memikirkan masa depan karena masih ada orang tua yang siap support. Bahkan, urusan menabung atau mempersiapkan masa depan terkadang semua sudah diurus oleh orang tua mereka.

Sementara, kelompok kedua adalah anak-anak muda yang mengutamakan menabung. Biasanya mereka berasal dari kelas menengah atau menengah ke bawah. Mereka bukan anak orang kaya. Kedua orang tua mereka tidak memberi support finansial secara penuh. Jadi, setiap pengeluaran mau tidak mau harus diperhitungkan matang-matang dan harus menabung. 

YOLO nggak relate untuk anak muda tanpa privilese

Sebagai anak muda di pertengahan usia 20-an, dua kelompok anak muda di atas sangat sering saya jumpai. Ada beberapa teman saya yang YOLO biasa, ada juga yang YOLO mentok. Di sisi lain, ada juga yang memprioritaskan menabung dan agak ngirit, sampai yang ngirit parah. Bahkan, cenderung mleki (pelit) kalau kata orang Jawa.

Baca Juga:

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

Beberapa kali saya terlibat obrolan dengan mereka. Menariknya, teman-teman saya yang YOLO ini tetap menggarisbawahi untuk tetap punya kontrol. Artinya, mereka memang YOLO, tapi ada batasan alias tidak berlebihan. Toh, mereka mulai menyadari, gaya hidup YOLO tidak bisa selamanya mereka jalani. 

Lewat obrolan itu saya jadi semakin yakin kalau YOLO sama sekali nggak relate untuk anak muda yang tidak berangkat dari keluarga berprivilese. Anak muda yang berprivilese saja tidak yakin bisa YOLO selama-lamanya, apalagi anak muda yang biasa-biasa saja. 

Saya juga sempat ngobrol dengan kawan-kawan yang getol menabung. Mereka sebenarnya juga percaya kalau hidup hanya sekali dan uang bisa dicari. Hanya saja, proyeksi masa depan mereka masih terlalu abu-abu. Itu mengapa mereka lebih memilih untuk menabung, jaga-jaga kalau nanti ada hal buruk terjadi. Dua tahun Covid menjadi contoh nyata dan pembelajaran berharga betapa pentingnya menabung. 

Pertimbangan masing-masing

Sebenarnya saya hanya takut banyak anak muda terlalu silau dengan gaya hidup ini. Memang YOLO menawarkan kenyamanan di masa sekarang ini. Namun, masa depannya begitu rapuh. Apalagi bagi mereka yang tidak punya “backingan” atau pondasi—terutama finansial—yang kuat. 

Akan tetapi, pada akhirnya saya hanya bisa bilang, hidup secara YOLO atau menabung, semua kembali ke diri masing-masing. Paling penting, mau YOLO atau tidak jangan lupa untuk membuat perancangan finansial yang matang. Karena kalau tidak, percaya deh, berantakan masa depan kalian.

Penulis: Iqbal AR.
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Orang Ogah Punya m-Banking dengan Alasan Boros Itu Nggak Masuk Akal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2024 oleh

Tags: anak mudaMenabungPrivileseYOLO
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Hikmah yang Bisa Dipetik dari Perlakuan Istimewa yang Sri Mulyani Dapatkan di Bandara (Pixabay.com)

Hikmah yang Bisa Dipetik dari Perlakuan Istimewa yang Sri Mulyani Dapatkan di Bandara

27 Maret 2023
Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak Mojok.co

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

23 Mei 2026
Arisan Keluarga: Budaya yang Harus Tetap Dijaga meski Nggak Menarik Buat Anak Muda

Arisan Keluarga: Budaya yang Harus Tetap Dijaga meski Nggak Menarik Buat Anak Muda

10 Agustus 2024
Rahasia di Balik Kata 'Rasa' dalam Makanan dan Minuman Kemasan terminal mojok.co

Mari Bersepakat Bahwa Indomaret Lebih Baik Daripada Alfamart

25 Juni 2019
Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung terminal mojok.co

Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung

19 Januari 2022
passion

Senandika Tak Berujung: Passion itu Makanan Kaleng Macam Apa, sih?

10 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.