Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah!

Tiara Uci oleh Tiara Uci
29 Januari 2024
A A
Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah!

Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah! (Nuril Ahsan via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan lalu, ada orang Jakarta yang datang ke Surabaya, dia membuat cuitan di X tentang transportasi umum di Surabaya yang menurutnya tidak selengkap Jakarta. Cuitan tersebut viral dan banyak mendapat komentar buruk dari warga Surabaya. Padahal pernyataan tersebut tidak sepenuhnya keliru. Faktanya, transportasi umum di Surabaya memang kalah dengan Jakarta baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Mengapa saya bisa memvalidasi pernyataan tersebut benar? Ya karena saya adalah pengguna transportasi umum di Surabaya dan Jakarta.

Saya tinggal di Surabaya sekitar delapan belas tahun, saya mengalami masa-masa naik angkot model angguna, bemo, elf, hingga bus kota Damri yang atapnya sering bocor sana sini. Memang, saat ini transportasi umum di Surabaya sudah lebih baik, kita memiliki Suroboyo Bus yang bersih, dingin, dan wangi. Kita juga punya Trans Semanggi, Feeder Warawiri, juga Trans Jatim. Namun, semua itu masih jauh dari kata sempurna dan belum layak disandingkan dengan transportasi umum di Jakarta.

Jumlah rute, halte dan armada transportasi umum Surabaya yang keliatan imut dibanding Jakarta

Hal penting dan utama yang perlu kita bicarakan saat membahas transportasi umum adalah rute, jumlah halte dan armadanya. Sebab, ketiga hal tersebut sangat berpengaruh pada kenyamanan pengguna dan menjadi parameter pertama untuk melihat diminati atau tidaknya transportasi umum tersebut oleh warganya.

Hanya dengan mengetahui jumlah halte saja, kita sebenarnya sudah bisa tahu seberapa luas atau panjang rute yang dilalui oleh bus. Jakarta dengan luas wilayah 661,52 km2 memiliki 287 halte dengan lintasan bus BRT paling panjang di dunia. Boleh dibilang, hampir semua area di Jakarta tercover oleh transportasi umum karena Jakarta memiliki mode tansum (BRT Transjakarta, MRT, LRT Jakarta dan Feeder JakLinggo) yang berbeda tapi terkoneksi satu sama lain

Mengutip laman Transjakarta ada 1347 bus (bus tunggal dan bus gandeng) yang dioperasikan oleh Transjakarta di 13 koridor yang mereka miliki. Jumlah bus yang banyak bisa memungkinkan untuk memperpendek waktu headway. Berdasarkan pengalaman selama di Jakarta, saya biasa menunggu bus Transjakarta sekitar 10 hingga 15 menit, waktu tersebut terbilang cepat bila dibandingkan dengan headway Suroboyo Bus yang bisa lebih dari 20 menit. Saking lamanya headway Suroboyo Bus dan Trans Semanggi, saya sampai pernah menghabiskan satu buku berjudul Arapaima di halte Suroboyo Bus.

Transportasi umum Surabaya makin terlihat kalah

Headway Suroboyo Bus yang lama salah satunya dipengaruhi oleh jumlah armada Suroboyo Bus yang minim, hanya ada 28 armada bus. Sementara Trans Semanggi memiliki 104 armada. Jika digabung keduanya tidak sampai 200 armada, jelas kalah telak dengan Transjakarta. Dilihat dari jumlah armada, halte, dan rutenya Surabaya tidak hanya tertinggal satu langkah dengan Jakarta, melainkan 1000 langkah.

Dengan luas wilayah Surabaya 350,5 km2 atau setengahnya Jakarta, seharusnya kita memiliki 130 halte untuk bisa bersaing dengan Jakarta. Sementara di Surabaya saat ini hanya ada 52 halte bus. Jadi, jangan heran kalau Suroboyo Bus dan Trans Semanggi hanya melewati jalan protokol dan tempat wisata saja. Dan tidak bisa diandalkan untuk mobilisasi kerja.

Baca Juga:

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

Sementara kalau sedang di Jakarta, saya bisa dengan mudah menggunakan transportasi umum untuk mobilitas kerja. Contohnya, saya bisa bepergian dari kantor Smartfren di Jakarta Pusat menuju kantor Smartfren di BSD Tangerang Selatan hanya dengan berjalan kaki kurang dari satu kilometer menuju halte terdekat untuk naik Transjakarta dan oper commuter line dengan tarif hanya Rp6500 saja. Murah sekali kan? Kalau naik Gocar bisa tembus Rp300 ribu, Rek.

Kemudahan layanan dan integrasi antarmode transportasi umum

Jika ada orang yang mengatakan transportasi umum di Jakarta membingungkan, sesungguhnya hanya ada tiga kemungkinannya. Pertama, orang tersebut malas membaca papan petunjuk. Kedua, malas ribet. Ketiga, sudah terbiasa nyaman dengan kendaraan pribadi. Sebab, menurut saya, transportasi umum di Jakarta itu mudah dipahami karena sistem informasinya (peta/rute) jelas.

Hanya dengan membuka peta transportasi umum di situs Transjakarta atau di papan informasi yang ada di setiap halte, kita sudah tahu harus naik transportasi umum yang mana. Ha wong petanya juga dikasih warna kok, misalnya line Transjakarta itu warna biru, lalu commuter line hijau, dan seterusnya.

Peta transportasi umum yang terintegrasi seperti itu tidak dimiliki Surabaya. Boro-boro punya peta atau papan informasi yang jelas, ha wong halte di Surabaya masih banyak yang tidak punya atap dan kursi. Haltenya hanya berupa tiang tiga meter dengan tulisan bus stop. Wes ngunu thok. Jadi kalau panas kita akan gobyos tersengat matahari dan kalau hujan basah kuyup. Sudah gitu, headway-nya dua puluh menit. Lah yo sopo yang mau naik transportasi umum kalau layanannya seperti itu?

Oleh karena itu, saat ada orang Jakarta bingung dengan rute transportasi umum di Surabaya saya justru maklum. Mereka sudah terbiasa dengan transportasi umum yang modern dan jelas. Jangankan orang Jakarta, saya yang orang Surabaya saja masih sering bingung karena rute transportasi umum di Surabaya itu suka berubah-ubah sesuka hati operatornya.

Sebagai contoh, dulu Suroboyo Bus memiliki rute dari Terminal Osowilangun ke Terminal Bungurasih. Rute ini ramai karena Suroboyo Bus menjadi satu-satunya kendaraan umum yang ada setelah bus DAMRI berhenti beroperasi. Eh, rute yang sudah ada tersebut malah dihapus. Kan aneh to?

Jakarta menang jauh

Untuk koneksi antarmode transportasi di Surabaya juga buruk banget. Kalau di Jakarta, kita bisa berpindah antara moda transportasi (angkot, bus, MRT x LRT) semudah membalikkan tangan karena semuanya terhubung dan memiliki terminal koneksi di beberapa titik. Mudah dan simpel sekali.

Kemudahan tersebut tidak dimiliki transportasi umum Surabaya. Di Surabaya, mau berpindah dari naik bus ke kereta saja susah kalau kita tidak menggunakan kendaraan pribadi atau ojol. Sebab, bus tidak berhenti di depan stasiun. Halte bus umumnya jauh dari stasiun. Boro-boro mau integrasi antarmode transportasi, aplikasi Suroboyo Bus, Transsemanggi dan Transjatim saja beda semua. Hadeeh, ruwet.

Pada akhirnya, dengan semua fakta di atas, rasanya aneh kalau masih ada orang Surabaya yang sensitif dan marah kalau transportasi umum di kotanya disebut ketinggalan. Faktanya kita memang tertinggal, Rek. Nggak jarang, ada juga yang emosi saat transportasi umum Surabaya dibandingkan Jakarta karena merasa perbandingan tersebut tidak apple to apple. Sebab, Jakarta itu provinsi bukan kota. Ya kalau nggak mau dibandingkan dengan Jakarta memang transportasi umum Surabaya pantasnya dibandingkan dengan kota mana?

Apa maunya dibandingkan dengan Kota Ternate yang jurusan bemonya hanya ke atas (mendekati puncak gunung Gamalama) dan ke bawah (mendekati pesisirnya) saja? Kan ya malah lucu, Rek. 

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Naik Transportasi Umum di Surabaya Adalah Simbol Kemiskinan, tapi Saya Tidak Malu Menggunakannya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2024 oleh

Tags: Jakartajumlah armadaRuteSurabayatransportasi umum
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

30 Desember 2024
Cara Bertahan Hidup di Jakarta Jika Gajimu di Bawah UMR Jakarta 2024 depok heru budi jogja

Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup

1 Agustus 2024
PRJ Surabaya, Sebuah Usaha Meniru PRJ di Jakarta yang Maksa Banget

PRJ Surabaya, Sebuah Usaha Meniru PRJ di Jakarta yang Maksa Banget

24 Oktober 2023
Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

Stop Meromantisasi Bus Trans Jatim, Nyatanya Naik Bus Ini Menguji Adrenalin!

9 Juni 2025
Pondokgede, Kecamatan yang Sering Disalahpahami: Dikira Jakarta, Padahal Bekasi!

Pondokgede, Kecamatan yang Sering Disalahpahami: Dikira Jakarta, Padahal Bekasi!

3 Maret 2024
5 Keistimewaan Almond Crispy Cheese, Camilan Surabaya dengan Rasa Premium Terminal Mojok.co

5 Keistimewaan Almond Crispy Cheese, Camilan Surabaya dengan Rasa Premium

28 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.