Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jadi Calon Ketua BEM Jangan Cuma Modal Ngotot, Situ Mau Jadi Pemimpin Apa Petinju?

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
22 Desember 2023
A A
Jadi Calon Ketua BEM Jangan Cuma Modal Ngotot, Situ Mau Jadi Pemimpin Apa Petinju?

Jadi Calon Ketua BEM Jangan Cuma Modal Ngotot, Situ Mau Jadi Pemimpin Apa Petinju? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Calon ketua BEM kudu banyak gagasan, jangan cuma jago ngotot dan ngeyel.

Mendekati akhir semester genap dan juga akhir periode ormawa, beberapa kampus di Indonesia sedang gencar-gencarnya mengadakan pesta demokrasi mahasiswa, atau lebih dikenal dengan pemira. Di kampus saya, kebetulan juga sedang panas-panasnya mempersiapkan hal itu. Pemilihan umum mahasiswa mulai dari tingkat jurusan, fakultas, hingga universitas sebentar lagi akan diselenggarakan.

Sementara itu, hal yang paling saya soroti adalah pemilihan calon ketua BEM, baik BEM fakultas maupun BEM universitas. Yah, posisi eksekutif paling tersohor yang ada di kampus. Namun, terkadang, calon ketua BEM kebanyakan minim gagasan dan intelektualitas, setidaknya ini yang sering saya dapati. Bahkan, terkesan cuma jual kengototan, kengeyelan, hingga kepintaran dalam hal adu jotos saja.

Padahal masalah-masalah seperti lingkungan dan kekerasan seksual adalah gagasan yang harus digelorakan dan perlu diperhatikan dengan serius. Sebab, dua isu tersebut adalah kunci kemaslahatan mahasiswa sebagai bagian dari penerapan visi-misi pendidikan tinggi dan tri dharmanya.

Jadi calon ketua BEM kok modal ngotot, situ mau jadi pemimpin apa petinju?

Sering sekali saya melihat para kandidat calon ketua BEM lebih mengandalkan emosi, tensi, ketimbang argumentasi yang akurat ketika memberikan sebuah pengenalan. Beberapa ada yang menyudutkan calon lain, provokatif, hingga adu domba yang nggak etis sama sekali. Situasi seperti ini seharusnya menjadi patokan, kalau menjadi calon ketua BEM semestinya nggak cuma modal otot, tetapi bagaimana dirinya bisa mengatur otaknya juga.

Pengalaman saya mengikuti debat calon ketua BEM, malah menemukan perdebatan-perdebatan yang nggak penting. Perdebatan seperti bentuk fisik dan gender malah ditonjolkan daripada perdebatan konseptual, strategis, dan arah gerak mahasiswa. Perdebatan seperti inilah yang membuat baik ketua BEM maupun pendukungnya menjadi ribut. Ada yang saling melontarkan kata-kata buruk, bahkan ada juga yang saling adu jotos. Batin saya, sebenarnya situ mau jadi pemimpin apa jadi petinju, sih?

Memangnya kalau sudah menang mau ngapain?

Lagi pula adu jotos dan saling ngotot itu nggak menambah tingkat intelektualitas calon ketua BEM. Malahan, membuat mahasiswa lain menjadi ilfil dan marwah mahasiswa sebagai agen penggerak buyar. Saya yakin, calon ketua BEM ini kalau menang dan menjabat pasti akan lebih banyak ngalor-ngidulnya ketimbang memberikan perubahan dan menaungi teman-teman mahasiswa lainnya.

Apalagi kalau program kerjanya masih template dengan program kerja terdahulunya dan sebatas seminar-seminar atau kegiatan-kegiatan yang nggak relevan dengan mahasiswa sekarang. Pun lebih suka ikut-ikutan demonstrasi tapi nggak memahami konteks tuntutan dan isi. Ibaratnya, nggak sumbut dengan kengototannya saat mau nyalon.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Gagasan soal masalah lingkungan dan kekerasan seksual di kampus adalah isu penting mahasiswa saat ini

Beberapa kali saya melihat, isu-isu yang dibawa calon ketua BEM sifatnya monoton, atau bahkan nggak nyambung dengan konteks mahasiswa saat ini. Seharusnya calon ketua BEM sadar dan melek kalau isu soal lingkungan dan kekerasan seksual di kampus adalah isu paling penting saat ini.

Mengapa isu lingkungan? Jawabannya, karena mahasiswa yang ada di kampus kadang-kadang kurang menyadari hal itu. Masalah soal sampah, tempat sampah, cara menangani sampah, dan produk apa yang bisa dihasilkan dari sampah malah nggak pernah dipikirkan. Bahkan, saya pernah mengamati timses dari salah satu calon ketua BEM yang merokok dalam acara konsolidasi di area kampus di mana sejatinya area tersebut bebas asap rokok.

Belum lagi dengan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Sebenarnya masalah ini kelihatan kecil, tapi dampak dan penanganannya butuh kontribusi yang besar.

Belum lagi kasus pelecehan seksual di kampus yang akhir-akhir ini meningkat. Hingga per Oktober 2023, terhitung korban pelecehan di Indonesia mencapai 200 kasus, 115 di antarannya terjadi di perguruan tinggi. Masalah ini adalah masalah serius. Calon ketua BEM seharusnya melakukan pergerakan penanganan baik secara preventif dan menyediakan pusat perlindungan bagi korban baik perlindungan secara psikologis dan sosiologis, serta menetapkan sanksi yang tepat bagi pelaku, Menurut saya, itu lebih membantu daripada jotos-jotosan dan ngotot-ngototan.

Menjadi pemimpin itu setidaknya harus menggunakan 3H; Head (pikirannya), Hand (praktiknya), dan Heart (hatinya). Jadi, jangan cuma mengandalkan nafsu dan kekuatan fisik, sebab itu nggak membantu dan merepresentasikan mahasiswa blas sama sekali. Lagian kalau mau debat kusir dan berujung adu jotos, mending ikut UFC saja lawan Khabib Nurmagomedhov. Itu lebih seimbang.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Timses Pemilu Ketua BEM Itu Sama Ngerinya dengan Buzzer Partai, Berani Makan Bangkai Kawan demi Jabatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2023 oleh

Tags: bemKampusketua BEMMahasiswaormawapemirauniversitas
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Kuliah di Kampus Unggulan Belum Tentu Sukses, tapi UKT Terasa Nggak Sia-sia karena Fasilitasnya Layak Mojok.co

Kuliah di Kampus Unggulan Belum Tentu Sukses, tapi UKT Terasa Nggak Sia-sia karena Fasilitasnya Layak

20 Juni 2025
Kampus Bukan Tempat untuk Main Tentara-tentaraan

Kampus Bukan Tempat untuk Main Tentara-tentaraan

14 Mei 2023
Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja Mojok.co

Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja

30 Maret 2024
3 Kejadian Memalukan yang Pernah Saya Alami Saat di Bank terminal mojok.co

Sarjana Perbankan Syariah yang Sama Ngenesnya Kayak Sarjana Pendidikan

12 April 2020
Penyesalan Mereka yang Kuliah 7 Tahun: Kehilangan Teman Seperjuangan, Karier Terhambat, hingga Merepotkan Orang Tua Mojok.co

Penyesalan Mereka yang Kuliah 7 Tahun: Kehilangan Teman Seperjuangan, Karier Terhambat, hingga Merepotkan Orang Tua

3 Oktober 2025
Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa Mojok.co

Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa

25 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.