Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Timses Pemilu Ketua BEM Itu Sama Ngerinya dengan Buzzer Partai, Berani Makan Bangkai Kawan demi Jabatan

Agung Anugraha Pambudhi oleh Agung Anugraha Pambudhi
5 November 2023
A A
Timses Pemilu Ketua BEM Itu Sama Ngerinya dengan Buzzer Partai, Berani Makan Bangkai Kawan demi Jabatan

Timses Pemilu Ketua BEM Itu Sama Ngerinya dengan Buzzer Partai, Berani Makan Bangkai Kawan demi Jabatan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang akhir tahun seperti sekarang memang telah menjadi waktu-waktu yang sakral bagi beberapa pihak, khususnya mereka yang (katanya) ingin bergerak menyambung lidah untuk menyuarakan suara rakyat di luar sana. Betul, maksud saya adalah orang-orang yang ikut pemilu ketua BEM.

Pemilihan ketua BEM ini benar-benar seru. Dua pasangan calon berapi-api menentukan gagasan terbaik untuk kampusnya. Bisa dibilang sih, ini debat capres versi lite (banget). Bagi pemilih pemula, pemilu BEM ini bisa dipake untuk memahami pileg dan pilpres nantinya.

ADVERTISEMENT

Tapi tanpa kalian sadari, sebenarnya ada pihak yang justru lebih berapi-api ketimbang calon ketua BEM-nya, yaitu timsesnya. Walau sebagiannya norak dan berlebihan, tapi mereka inilah yang bikin pemilwa ramai. Padahal ya, aneh juga dipikir-pikir. Mereka kan nggak dapat apa-apa. malah boncos keluar duit buat kopi, rokok, makan. Hash.

Oiya, lupa. Ada jabatan mentereng yang bisa mereka dapat untuk dipake flexing di depan maba.

Nepotisme mengikis meritokrasi

Berbicara mengenai tim pemenangan ketua BEM, sudah pasti mendapatkan sebuah privilege yang mungkin kita semua mahasiswa juga sudah tau dalam bentuk apa saja. Ya, tentu saja jabatan strategis dalam kepengurusan BEM. Ya kali, mereka yang udah susah payah gembor-gemborin nama calon ketua BEM. Eh, pas sudah menang, masa timsesnya nggak dapet apa-apa, xixixi.

Nepotisme kayak gini sebenarnya bukan hal baru. Mendarah daging malah. Jadi kalau ada ketua BEM bilang anggota mereka pilih karena meritokrasi, tai kebo itu.

Ruang-ruang untuk para praktisi andal dalam kepengurusan BEM memang selalu ada. Tapi jabatan kuncinya biasanya dipilih dari orang-orang dekat. Ya betul, orang-orang dekat itu mungkin memang capable, tapi misal ada yang nggak pun, ya nggak perlu kaget.

Yang jelas nggak mungkin itu adalah ngasih jabatan ke pihak oposisi. Wah, lebih mungkin MU juara Liga Champions sih ketimbang hal ini.

Baca Juga:

“Satu Desa Satu Gym” Bukan Sekadar Lelucon, Itu Ide Bagus untuk Kesehatan Warga Jawa Tengah!

Jika Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Nyaleg, Begini Gaya Kampanye Mereka

Justru sebenarnya politik kampus itu lebih kotor dan jahat dibandingkan politik nasional. Jika di perpolitikan nasional merangkul oposisi itu hal yang lumrah, kampus malah hampir nggak mungkin.

Kampus merupakan miniatur negara yang sama bobroknya kalau soal politik

Sering mendegar kalau “kampus itu miniatur negara”? Saya setuju dengan itu, karena kampus dan negara sama-sama bobrok kalau udah dikaitkan dengan politik.

ADVERTISEMENT

Jangan berpikir politik kampus itu bersih dan tidak ruwet. Nyatanya sama saja bikin geleng-geleng kepala, apalagi saat waktunya pemilu kampus. Semua mahasiswa yang memiliki dan disusupi kepentingan akan mengerahkan berbagai cara agar mendapatkan atau mempertahankan kekuasan dirinya dan kelompoknya. Buzzer, black campaign, transaksi jabatan, dan sebagainya juga akan hadir saat pemilu.

Lihatlah, bagaimana politik kampus menjadi cerminan dari politik nasional. Adanya polarisasi-polirasi di kampus seperti ini yang kemudian ditakutkan memecah integrasi antarmahasiswa yang seharusnya duduk di bangku perkuliahan mencari ilmu.

Maba jadi sasaran empuk untuk memperoleh suara dalam pemilu ketua BEM

Adik-adik mahasiswa baru yang polos dan lugu selalu menjadi target empuk. Maba kerap (dianggap) jadi sumber suara pemilu Ketua BEM. Kasih program dikit, tipu selangit, mudah tergaet. Tinggal pegang “kepala”, satu angkatan bsia kepegang.

Wajar jika mereka jadi sasaran. Mereka tidak peduli amat akan siapa yang jadi. Asal kawan milih, mereka ikutan milih. Mereka nggak bisa disalahkan perkara ini, sebab ya dari dulu jarang betul ada yang bilang kalau BEM itu sebenarnya penting. Contoh pentingnya ya, duit mahasiswa itu larinya ke BEM juga. Harusnya ya kebermanfaatannya balik ke mahasiswa.

Kalian baru tahu? Nggak apa-apa, BEM juga banyak diem-diem bae kok.

Buzzer dan black campaign pemilu ketua BEM yang bikin waswas

Kalau kalian merasa buzzer capres di media sosial sudah bikin pusing, kalian perlu lihat buzzer calon ketua BEM. Suasana tegang di kampus bisa mereka ciptakan dengan mudah.

Nggak perlulah kerja buzzer ini dijelaskan, kalian udah tahu kek mana. Tapi ya, rasanya aneh, sekelas mahasiswa, bikin negative campaign dan black campaign dengan sadar. Mereka justru harusnya jadi garda terdepan tentang norma, malah jadi pelanggar norma paling serius.

Pada titik ini, pilpres dan pemilu ketua BEM itu nggak ada bedanya. Saling serang, saling jegal, manipulasi, serta black campaign oleh timses ketua BEM jadi terlihat wajar. Dan ini tentu saja kemunduran. BEM, yang harusnya diisi oleh orang-orang capable, malah nggak ada bedanya sama koalisi partai: bagi-bagi jabatan.

ADVERTISEMENT

Saya di sini nggak mau dianggap sebagai orang yang menyarankan golput dalam pemilu ketua BEM. Tapi perlu kalian ingat, suara kalian itu bukan untuk kalian, tapi untuk timses BEM yang sudah berandai-andai punya jabatan mentereng, meski kinerja mereka ampas betul.

Penulis: Agung Anugraha Pambudhi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Timses Calon Ketua BEM Adalah Profesi yang Nggak Sia-sia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2023 oleh

Tags: black campaignketua BEMPemilupemilu mahasiswatimses
Agung Anugraha Pambudhi

Agung Anugraha Pambudhi

Mahasiswa Ilmu Politik yang malas berpolitik.

ArtikelTerkait

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Di Kampus Saya, Menjadi Presma Hanyalah Impian Saat Maba

13 November 2020
Kalau Bikin Kajian Strategis BEM, Tolong Referensinya Jangan Makalah Anak SD kastrat BEM kampus makalah APA style mojok.co

Kalau Bikin Kajian Strategis BEM, Tolong Referensinya Jangan Makalah Anak SD

16 Desember 2020
buzzer pak jokowi

Sebenarnya Pak Jokowi Tidak Perlu Buzzer

3 Oktober 2019
Ironi Caleg Muda: Kalau Muda tapi Kosong, Mendingan BA Esports Aja yang Nyaleg!

Ironi Caleg Muda: Kalau Muda tapi Kosong, Mendingan BA Esports Aja yang Nyaleg!

1 Februari 2024
Wajah Baru Jalan Mranggen-Ungaran Tiap Menjelang Pemilu, Pengendara Ikut Full Senyum Mojok.co

Wajah Baru Jalan Mranggen-Ungaran Tiap Menjelang Pemilu, Pengendara Ikut Full Senyum

5 Desember 2023
baliho puan maharani branding usang mojok

Baliho Politisi, Obat Mencret, dan Dagangan yang Tidak Bermutu

5 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Saya pernah mengira Tegal kota yang sepi, ternyata saya salah besar

27 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.