Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
9 Desember 2023
A A
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Teman-teman saya yang memilih mengganti skripsi dengan menerbitkan artikel jurnal SINTA 2 nasibnya lebih apes daripada saya yang skripsian.

Skripsi bukan hanya momok buat mahasiswa tingkat akhir seperti saya, namun juga bagi mahasiswa baru yang mulai dari semester awal sudah harus menentukan tema dan topik skripsinya. Pasalnya, skripsi di pendidikan tinggi seolah menjadi barang yang sakral. Sebab, apabila mahasiswa nggak mampu menghasilkan skripsi, status kemahasiswaannya dipertanyakan.

Akan tetapi, di beberapa universitas, tercatat sudah mengganti skripsi dengan tugas non-skripsi. Salah satu tugas yang dimaksud adalah mahasiswa harus menerbitkan artikel jurnal setidaknya SINTA 2. SINTA merupakan kependekan dari Science and Technology Index yang memiliki fungsi sebagai kumpulan jurnal ilmiah berbasis Indonesia dan diawasi oleh Kemenristekdikti. Setidaknya ada 6 tingkatan SINTA. Semakin kecil tingkatan SINTA, maka semakin tinggi cakupan dan keseriusannya.

Opsi publikasi artikel jurnal SINTA 2 menggantikan syarat skripsi ini memang disambut meriah oleh kalangan mahasiswa pada awalnya. Tapi, perlahan-lahan, kemeriahan ini sirna setelah mengetahui kalau proses dan keruwetannya ternyata sama saja dengan proses mengerjakan skripsi. Soalnya sama-sama menguras jiwa, raga, mental, dan materi.

Mahasiswa menunggu waktu lama tapi belum tentu publikasi jurnal SINTA 2 kelar tepat waktu

Mengerjakan jurnal terakreditasi SINTA, apalagi SINTA 2, bukanlah pekerjaan yang main-main dan asal-asalan bagi mahasiswa. Pasalnya, jurnal SINTA 2 bagi kalangan akademis sifatnya lebih serius, bahkan biasanya diisi oleh dosen-dosen maupun para peneliti yang sudah ahli di bidangnya. Jadi, mengerjakan artikel jurnal ini nggak bisa kelar hanya dalam waktu beberapa minggu.

Pengalaman saya mengerjakan SINTA 4 saja harus membutuhkan waktu setidaknya 4 bulan pengerjaan, baik ketika sedang turun lapangan maupun penulisan naskah. Itu pun saya harus nunggu waktu satu bulan untuk di-acc oleh publisher, dan satu bulan lagi menunggu review dari reviewer jurnal. Ketika hasil review keluar, proses pengerjaannya juga membutuhkan waktu. Itu pun belum tentu tuntas satu kali revisi, kalau berkali-kali revisi, otomatis waktunya makin lama. Belum lagi menunggu kapan terbitnya yang terkadang juga molor.

Nah, itu baru yang SINTA 4. Lha, kalau SINTA 2 apa nggak tambah puyeng?

Pengalaman kating saya yang juga ingin lulus kuliah tanpa skripsi mendorongnya untuk mempublikasi artikel jurnal SINTA 2 pada saat kritis menjelang kelulusan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan nggak main-main lamanya. Totalnya 1 tahun dia menunggu tanpa kepastian. Padahal semua prosedur sudah dilakukan, revisi sudah dikerjakan. Akan tetapi, jadwal publikasi kadang-kadang molor dan nggak tentu. Batin saya, mending langsung ngerjain skripsi dan nggak perlu nunggu-nunggu ini dan itu. Cepat kelar terus lulus.

Baca Juga:

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

Menghubungi dosen pembimbing adalah momok bagi mahasiswa, tapi menurunkan persentase plagiasi adalah tantangan yang tak bisa disepelekan

Permasalahan utama ketika kita skripsian atau melaksanakan tugas akhir adalah dosen pembimbing yang ghosting di tengah-tengah perjalanan. Menghubungi dosen pembimbing itu susahnya bukan main. Bahkan, kalau diibaratkan seperti Manchester United yang ingin mengembalikan masa kegemilangannya, alias ora mungkin.

Akan tetapi, hal yang lebih nggak mungkin dari itu adalah berusaha menurunkan persentase plagiasi menjadi seminim mungkin dengan waktu yang sangat minim juga. Pasalnya, jurnal sekelas SINTA 2 merupakan jurnal yang nggak syukur submit lalu publish, nggak syukur nulis lalu bagus, dan nggak syukur neliti lalu lulus. Tapi, penuh kehati-hatian, keseriusan, dan kebaruan. Logikanya, mosok jurnal pengganti skripsi isinya ecek-ecek? Kan nggak mashok blas!

Belum lagi, jika kita gagap dalam aspek kepenulisan, utamanya untuk parafrase kalimat dan gaya kebahasaan. Bisa-bisa tenggat waktu yang digunakan untuk mengerjakan revisi akan habis. Dan sudah dipastikan, lulus mudah tanpa skripsi adalah ilusi. Soalnya, mahasiswa sepantaran saya juga banyak yang mengambil langkah ini, yakni menghindari skripsi dengan berupaya penuh menerbitkan artikel jurnal SINTA 2. Namun, pengalaman mereka ternyata lebih pahit ketimbang saya yang sedang skripsian.

Malahan, alih-alih dipermudah, mahasiswa justru malah tambah susah. Sebab, selain mereka habis di waktu dan tenaga, mereka juga habis di materi. Lantaran untuk menerbitkan artikel jurnal SINTA 2, kebanyakan mahasiswa harus membayar publication fee minimal Rp1 juta hingga Rp6 juta per artikel. Itu pun masih jadi perdebatan, apakah artikelnya benar-benar layak menggantikan skripsi atau nggak. Angel, Bolo!

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Jurnal Ilmiah Gratisan yang Dibutuhkan Mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2023 oleh

Tags: jurnaljurnal ilmiahLulus KuliahMahasiswaPerguruan Tinggisinta 2Skripsitugas akhiruniversitas
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Nggak Usah Heran Banyak yang Pamer PPSMB di Media Sosial, Menjadi Maba UGM Memang Membanggakan, kok

Nggak Usah Heran Banyak yang Pamer PPSMB di Media Sosial, Menjadi Maba UGM Memang Membanggakan, kok

6 Agustus 2023
mengerjakan skripsi kuliah sidang skripsi Kiat Merampungkan Skripsi dari Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya MOJOK.CO

Kuliah Baru Seumur Jagung tapi Udah Mau Nyicil Skripsi Itu Ngapain?

18 Mei 2021
anak magang

Anak Magang Perlu Dibayar Nggak, Sih?

6 September 2019
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama

18 Agustus 2025
hadiah sidang skripsi

Galau Ngasih Hadiah ke Teman yang Sidang Skripsinya Barengan

17 Maret 2020
Dosen Munafik Berhenti Belajar, Tapi Sok Paling Tahu (Unsplash)

Dosen Munafik Maksa Mahasiswa Baca Jurnal Biar Skripsi Makin Canggih, tapi Dia Sendiri Nggak Pernah Baca Jurnal Lagi Sejak Lulus S2

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.