Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pak Menteri, Memangnya Kenapa kalau Sinyal 5G buat Nonton YouTube doang? Terserahlah Mau buat Apa, Bebas!

Nurul Fauziah oleh Nurul Fauziah
16 November 2023
A A
Pak Menkominfo, Memangnya Kenapa kalau Sinyal 5G buat Nonton YouTube doang? Terserahlah Mau buat Apa, Bebas!

Pak Menkominfo, Memangnya Kenapa kalau Sinyal 5G buat Nonton YouTube doang? Terserahlah Mau buat Apa, Bebas! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pentingnya jaringan 5G di era ini jelas tidak bisa diabaikan begitu saja. Makanya jadi terasa aneh ketika Menkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa sinyal 5G tidak begitu penting, terlebih jika hanya untuk hal sepele macam YouTube. Pernyataannya jelas tidak bisa mewakili masyarakat dan memang jangan sampai mewakili masyarakat. Sebab, masyarakat mana yang tidak pengin punya jaringan internet yang cepat?

Terlepas dari apa motif Menkominfo berkata seperti itu, ada satu hal yang menggelitik: betapa orang masih meremehkan YouTube. Benar bahwa konten YouTube banyak yang sampah dan tidak mendidik (lagipula, siapa yang mewajibkan kontennya harus mendidik?). Tapi, bukan berarti tak ada konten yang benar-benar bagus bukan?

YouTube benar-benar lebih dari TV

Coba cari berapa orang yang hidupnya berubah jadi makin sukses gara-gara konten YouTube. Anda jelas tidak akan bisa menuliskan daftarnya di sini saking banyaknya. Ini bukan kreator kontennya lho ya, tapi orang yang hidupnya membaik gara-gara melihat konten educational di YouTube.

Jika dengan sinyal seampas itu saja sudah menciptakan begitu banyak keberuntungan, bayangkan sinyalnya 5G, yang jelas jauh lebih kencang. Maksa? Oh ya tidak sama sekali. Efisiensi kerja, itu benar-benar berpengaruh dengan kualitasnya. Dan sinyal yang cepat jelas masuk alat pendukung efisiensi kerja, sekalipun itu buat YouTube doang.

Kalian baru tahu sinyal kenceng itu bantu efisiensi kerja? Ya wajar sih, orang pada nggak pernah ngerasain sinyal kenceng.

Aplikasi belajar yang butuh koneksi internet kuat

Bagi banyak orang, terutama mahasiswa, dosen, dan pekerja yang terlibat dalam pertukaran informasi penting, koneksi internet yang cepat dan stabil adalah kebutuhan mutlak. Aplikasi seperti Zoom, Google Meet, dan aplikasi konferensi lainnya menjadi alat vital untuk rapat dan pertemuan jarak jauh. Kualitas sinyal yang buruk jelas mengganggu kelancaran pertukaran informasi dan mempengaruhi produktivitas dalam aktivitas tersebut.

Oleh karena itu, menyatakan bahwa sinyal 5G tidak diperlukan artinya ya memang nggak paham aja kebutuhannya. Mentang-mentang masyarakat banyak yang pakai internet buat YouTube, bukan berarti semua kebutuhan hanya untuk YouTube kan?

Pernyataan Menkominfo memang agak gimana gitu. Lumrahnya, ya apa yang rakyat butuh, itu yang diusahakan. Kalau rakyat butuh 5G buat YouTube, seaneh apa pun kedengarannya, ya diusahakan. Bukannya mengerdilkan atau menganggap nggak penting. Toh, lebih nggak penting lagi jika nggak kerja kan?

Baca Juga:

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

Kartu Indosat Pascabayar Sebenarnya Tidak Spesial, tapi Saya Loyal Menggunakannya Selama 7 tahun 

Lagipula, udah 2023 masih bilang internet cuman buat YouTube-an. Padahal ada lebih dari satu miliar situs internet di luar sana. Hm, susah.

Penulis: Nurul Fauziah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Apa itu Jaringan 5G dan Perlukah Membeli Hape 5G di Indonesia?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2023 oleh

Tags: Internetkemkominfomenkominfosinyal 5gYoutube
Nurul Fauziah

Nurul Fauziah

Anak rumahan yang suka dengan isu sosial.

ArtikelTerkait

Konten Naik Gunung Dzawin Nur Memang Lebih Menarik daripada Fiersa Besari, kok Terminal Mojok

Konten Naik Gunung Dzawin Nur Memang Lebih Menarik daripada Fiersa Besari, kok

12 Desember 2022
Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

Nggak Pentingnya Ngasih Komen Menit-Menit Spesial di Kolom Komentar YouTube

30 Oktober 2019
reuploader konten youtube snackvideo video alur cerita time code youtube MOJOK.CO

Mau Download Gim di Iklan YouTube? Pikir Lagi

25 Agustus 2020

Telkomnet Instan, Layanan Internet ‘Lemot’ yang Populer pada 2000-an

22 April 2021
Orang yang Sarankan Ide Bisnis di YouTube Itu Bukan Pengusaha, Mereka Hanya Konten Kreator! terminal mojok.co

Orang yang Sarankan Ide Bisnis di YouTube Itu Bukan Pengusaha, Mereka Hanya Konten Kreator!

30 Juni 2021
konten

Jangan Salahkan Konten yang Tak Bermoral, Tapi Salahkan Diri Kita yang Membuatnya Viral

4 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

21 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.