Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Seandainya Magellan Menjadi Kepala Penjara di Indonesia

Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay oleh Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay
23 Desember 2019
A A
Seandainya Magellan Menjadi Kepala Penjara di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika isu hukuman mati untuk koruptor ramai diperbincangkan publik, sebagai seorang yang bekerja di dunia kepenjaraan saya agak merasa sedih. Tunggu sebelum Anda menghujat saya, dengarkan dulu curhatan saya. Meski baru beberapa tahun menjadi pegawai penjara, ada sebuah kesan mendalam tentang pekerjaan yang saya geluti ini.

Jujur setiap melihat narapidana yang mendekam di penjara, perasaan iba dan kasihan menjalar di tubuh saya. Memang benar mereka orang yang bersalah. Benar juga mereka telah mengkhianati masyarakat. Bahkan memberi kerusakan bagi hubungan antar umat manusia. Paling tidak di mata hukum.

Namun saat melihat mereka (beberapa) menghabiskan waktu di dalam kurungan dengan keputusasaan, sebagai manusia yang masih memiliki nurani pasti selalu terbesit empati terhadap keadaannya. Ditambah lagi intensitas melihat keadaan seperti itu cukup sering. Jadi singkatnya, saya (mungkin ada pegawai lain juga yang merasakan) terkadang merasa kasihan kepada narapidana ketimbang ingin meluluhlantakkan mereka yang telah berbuat kejahatan.

Tunggu dulu, jangan cepat mengambil kesimpulan. Saya tidak menggeneralisir bahwa semua narapidana itu patut diberi empati, karena memang ada juga perbuatan mereka yang tidak bisa diterima akal dan nurani. Saya pun tidak bermaksud untuk membenarkan permasalahan yang pernah (yang kerap muncul di media mengenai kondisi lapas di Indonesia) terjadi di lapas.

Bukan berarti karena kasihan kami membenarkan peredaran narkoba di lapas. Ataupun jual-beli sel tahanan dan persoalan-persoalan lain yang sering diidentikkan dengan lapas. Tentu saja, hal-hal tersebut adalah perbuatan yang keliru.

Maksud saya, keinginan masyarakat agar pelaku kejahatan itu dihukum seberat-beratnya (seperti koruptor dihukum mati) menjadi budaya yang sudah lama digandrungi. Terus terang kami petugas penjara itu juga manusia biasa. Pernah merasa iba melihat para penjahat tersebut. Tidak jarang nurani kami pun ikut bersedih.

Apalagi tugas kami tidak hanya menjerakan seseorang. Lebih dari itu, Undang-Undang pun menugaskan kami agar dapat memulihkan kembali para narapidana itu supaya menjadi orang baik. Alih-alih memberikan efek jera dengan kekejaman agar memenuhi harapan sebagian orang, kami lebih memilih melakukan pembinaan untuk memulihkan. Dan itu langkah yang dipilih dalam konteks sebagai manusia.

Jadi kalau berharap penjara sebagai tempat yang kejam dan ngeri agak kurang tepat. Apabila benar-benar ingin membuat takut narapidana, menurut saya lebih baik petugasnya adalah Magellan.

Baca Juga:

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

Kesuksesan One Piece, Manga Terlaris di Jerman dan Prancis

Sebentar, sebentar, sebelum Anda mencaci maki saya sebagai pegawai yang wibu nan alay, coba dipikirkan lagi. Bukankah akan sangat ditakuti penjara di Indonesia andai petugasnya seperti Magellan? Bayangkan, di dunia One Piece saja, penjara yang dipimpin oleh Magellan ini memiliki reputasi yang mengerikan. Alih-alih ingin menjadi residivis, para pelaku kejahatan di dunia One Piece lebih memilih untuk tidak tertangkap. Bahkan lebih memilih mati ketimbang harus ditahan di Impel Down.

Selain itu, tingkat pengamanannya pun sangat ketat. Selama dua puluh tahun baru dua orang saja yang berhasil kabur dari penjara. Prestasi yang sangat luar biasa bukan?

Sosok seperti Magellan inilah yang kiranya dapat menekan laju kejahatan di Indonesia, bahkan dunia. Saya yakin koruptor pun akan berpikir berulang kali untuk korupsi. Risikonya begitu besar apabila bertemu Magellan. Tanpa vonis mati pun, mereka sudah merasa mati dengan dijaga oleh Magellan.

Jangan berharap ada kongkalikong dengan Magellan, bersalaman saja sudah langsung mati terkena racunnya. Jangan harap pula ada peredaran narkoba atau kerja sama dengan pegawai di penjara. Sekali ketahuan oleh Magellan, si pelaku bisa di-hydra dengan racun-racunnya.

Oh iya, bagi yang tidak mengetahui siapa Magellan, ia adalah kepala sipir di penjara Impel Down yang ada dalam komik One Piece karya Eichiro Oda. Kekejamannya dalam mengurusi tahanan Impel Down sudah tidak diragukan lagi. Dengan kekuatan racunnya, dia dapat menghajar bahkan membunuh siapa pun yang hendak melanggar peraturan penjara.

Tidak ada kompromi bagi Magellan. Entah siapa pun yang masuk penjara akan diperlakukan sama. Bahkan mantan kepala penjara sebelum Magellan pun diperlakukan sama olehnya. Hebat sekali keberaniannya, dengan mantan atasannya yang ditahan saja dia berani memperlakukan sama seperti tahanan yang lain. Tidak ada itu yang namanya rasa pekewuh atau tidak enakan, meskipun yang ditahan adalah mantan atasan.

Perlu diketahui juga, tahanan yang ditangani Magellan ini bukan orang-orang sembarangan loh. Banyak sekali tahanan yang merupakan pengguna buah setan (sumber kekuatan dalam One Piece). Belum lagi penjahat-penjahat legenda dengan kekuatan tak terkira. Artinya, Magellan ini sangat kuat dan hebat sehingga dipercaya untuk menjaga mereka-mereka ini.

Andai Magellan ada di Indonesia, pasti harapan agar kesan penjara lebih menakutkan bagi para penjahat lebih mudah untuk diwujudkan. Tidak perlu regulasi yang banyak, cukup diperlihatkan sosok Magellan pasti semua narapidana tidak ingin berjumpa dengan penjara lagi. Penjahat-penjahat di luar sana pun akan berpikir seribu kali untuk masuk penjara. Sayangnya dia bukan manusia yang bisa memiliki empati untuk mengasihani. Dan kita hidup sebagai manusia yang diberi akal dan hati.

BACA JUGA Membayangkan Jinbe Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia atau tulisan Royyan Mahmuda lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2019 oleh

Tags: kepala penjaraMagellanone piece
Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay

Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay

Penulis alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

ArtikelTerkait

Mudahnya Melupakan Karya Medioker dan Perkara One Piece vs Naruto yang Belum Usai No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto

No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto

22 April 2020
Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece Mojok.co

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

3 Agustus 2025
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

3 Ayah Tokoh Utama Anime yang Bikin Kita Penasaran

4 September 2020
Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Seberapa Pentingkah Anime dan Manga Dibuatkan Film Live Action?

31 Januari 2020
buah iblis bajak laut one piece

3 Buah Iblis One Piece yang Nggak Berguna di Indonesia

25 Juli 2020
alasan one piece sering break sekarang sering break chapter baru mojok.co

Yang Suka Mengeluh One Piece Sering Break Adalah Pembaca Nggak Tahu Diri!

27 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.