Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Andri Saleh oleh Andri Saleh
25 September 2023
A A
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN (Odua Images/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabar gembira buat kita semua. Baru-baru ini pemerintah membuka penerimaan Calon ASN secara besar-besaran di beberapa instansi pemerintah. Meski profesi ASN ini kerap mendapatkan hujatan dari masyarakat, saya yakin animo para pendaftar tetap besar. Menurut prediksi saya, para pendaftar CASN tahun ini akan didominasi oleh para Gen Z, yaitu mereka yang lahir di rentang tahun 1995 sampai tahun 2000-an.

Kehadiran Gen Z di pemerintahan pastinya bakal membawa angin segar. Mereka, para Gen-Z itu, memang dikenal sebagai orang-orang yang kreatif, dinamis, realistis, dan melek teknologi. Karakteristik ini sangat cocok dengan kondisi pemerintahan saat ini yang butuh perubahan.

Sayangnya, dunia birokrat justru didominasi oleh musuh bebuyutan mereka, Gen X dan Baby Boomers. Saya bilang seperti itu karena karakteristik ketiga generasi itu sangat berbeda dan bahkan saling bertolak belakang.

Menurut data tahun 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 69,93% ASN di Indonesia merupakan Gen X dan Baby Boomers. Bisa dibayangkan kan kalau para Gen Z ini masuk dan berbaur di lingkungan yang “dikuasai” oleh Gen X dan Baby Boomers? Bisa-bisa bakal terjadi konflik yang berujung pada pertumpahan darah dan air mata.

Untuk itulah, sebagai ASN yang sudah lebih dari 10 tahun mengabdi, saya memberikan beberapa nasihat kepada para Gen Z yang keukeuh pengin banget jadi ASN. Silakan disimak nasihat penting dari saya sampai habis, ya.

Gen Z sebaiknya menggunakan simbol-simbol yang menunjukkan kepatuhan pada pimpinan

Ada begitu banyak simbol-simbol yang digunakan para ASN dalam pekerjaannya sehari-hari, khususnya ketika berinteraksi dengan pimpinan. Bahkan, simbol-simbol itu sudah menjadi budaya dan stereotipe para birokrat.

Sebagai contoh, ketika pimpinan memberi suatu instruksi, maka respons yang harus diberikan adalah kata-kata seperti “Baik, Pak!”, “Iya, Pak!”, “Betul, Pak!”, atau “Siap, Pak!”. Kalau instruksi itu disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, maka responsnya bisa ditambah dengan kata-kata “Noted!” atau emot hi-five.

Jangan sekali-kali merespons instruksi pimpinan dengan kata-kata “Tapi, Pak”, “Kalau menurut saya, Pak”, apalagi “Gini deh, Pak”. Kata-kata seperti itu dianggap sebagai bentuk bantahan terhadap instruksi dan bisa bikin pimpinan murka. Kalau tidak percaya, silakan dicoba sendiri.

Baca Juga:

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

Sebaiknya gunakan cara-cara lama ketimbang yang canggih, modern, dan out of the box

Gen Z boleh-boleh saja berkarya sekreatif mungkin, secanggih mungkin, dan berpikir se-out of the box mungkin, tapi ketika masuk ke dunia birokrat, sebaiknya jangan diumbar. Ingat, segala keputusan—baik-buruk dan benar-salah—ada di tangan pimpinan yang notabene dari Gen X dan Baby Boomers. Jadi, saran saya, gunakan saja cara-cara lama dan tradisional (baca: ketinggalan zaman) ketika berkarya dan menunaikan instruksi pimpinan.

Sebagai contoh, ketimbang membuat desain baliho yang kreatif, kekinian, dan out of the box, lebih baik mengikuti desain baliho dari template yang sudah dipakai turun-temurun, lengkap dengan foto pimpinan yang menutup separuh baliho.

Sebaiknya manut saja pada sistem yang ada

Birokrasi itu sistemnya rigid dan formal. Jadi, ya ikuti saja apa yang diinstruksikan oleh pimpinan dan prosedur yang berlaku. Kalau misalkan mendapatkan undangan rapat secara offline, ya datang saja ke tempat rapat. Jangan sekali-kali meminta untuk rapat online apalagi hybrid.

Contoh lainnya, kalau diminta untuk mengisi rekap laporan satu per satu via aplikasi WhatsApp, ikuti saja meskipun isi chat WhatsApp jadi panjang berderet-deret. Kalau mendapatkan gaji dan tunjangan yang tidak sesuai ekspektasi, terima saja dengan ikhlas dan lapang dada. Pokoke manut saja selama itu bukan merupakan bentuk penyimpangan dan pelanggaran kode etik ASN.

Nah, kurang lebih itulah beberapa nasihat yang bisa saya berikan buat para Gen Z yang pengin banget berkarier menjadi ASN. Maksudnya sih biar para Gen Z tidak kaget ketika memasuki dunia birokrat. Karena menurut saya, kehidupan di dunia birokrat itu sangat berbeda dengan kehidupan dunia nyata, bahkan dunia gaib sekalipun.

Penulis: Andri Saleh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Single Salary ASN Cuma Mimpi Jika yang Bilang Bukan Bu Sri Mulyani.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2023 oleh

Tags: asnbirokratCASNgen z
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

ASN Dipaksa Diam dan Dilarang Menunjukkan Pilihan Politik, tapi Menteri Terang-terangan Menunjukkan Dukungan, kok Pilih Kasih?

ASN Dipaksa Diam dan Dilarang Menunjukkan Pilihan Capres, tapi Menteri Terang-terangan Menunjukkan Dukungan, kok Pilih Kasih?

22 Januari 2024
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Pejabat Eselon 1 yang Nggak Diketahui Banyak Orang Terminal Mojok

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Pejabat Eselon 1 yang Nggak Diketahui Banyak Orang

27 September 2022
8 Peribahasa Sunda yang Wajib Diketahui Gen Z jawa

8 Peribahasa Sunda yang Wajib Diketahui Gen Z

15 November 2023
Senam Pagi di Hari Jumat buat ASN Sebaiknya Dihilangkan, Pelayanan Masyarakat Terganggu, ASN Tetap Saja Kerja Lesu

Senam Pagi di Hari Jumat buat ASN Sebaiknya Dihilangkan, Pelayanan Masyarakat Terganggu, ASN Tetap Saja Kerja Lesu

8 Agustus 2025
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Gen Z: Generasi Google Maps, tapi Buta Geografi

Ironi Gen Z: Generasi Google Maps, tapi Buta Geografi

20 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.