Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Arogansi Komunitas Motor Trail: Solusi Buka Lahan Bisnis di Padang Edelweis

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 Maret 2023
A A
Arogansi Komunitas Motor Trail: Solusi Buka Lahan Bisnis di Padang Edelweis

Arogansi Komunitas Motor Trail: Solusi Buka Lahan Bisnis di Padang Edelweis (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang lebih menyebalkan daripada konvoi moge dikawal patwal? Tentu komunitas motor trail yang hobi trabas tanpa tahu malu. Apalagi sejak viral rusaknya padang bunga edelweis rawa di Ranca Upas, Jawa Barat. Tapi, coba kita tunda dulu kemarahan yang membuncah. Toh, apa gunanya marah ke kelompok arogan macam bandit trabas ini.

Touring komunitas motor trail merusak bunga Edelweis Rawa di Ranca Upas pic.twitter.com/ZAc9GKKHye

— Mr. Aloresse (@MrBekalicky89) March 7, 2023

Mari kita lihat dari sisi positif. Sebenarnya komunitas motor trail ini bisa jadi solusi pembangunan. Siapa sangka perhelatan trail bisa jadi solusi buka lahan. Tanpa harus mendatangkan alat berat yang dikawal tentara, 1,5 hektar ladang edelweis rawa disulap jadi lahan terbuka! Belum termasuk area hijau lain yang ikut dibajak ban trail bermotif tahu itu. Mana ada komunitas lain yang bisa melakukan itu selain komunitas motor trail? Komunitas moge Kemenkeu mana bisa seperti mereka?

Jadi mari kita coba berbaik sangka. Meskipun merusak padang bunga langka dan hampir punah, arogansi komunitas motor trail ini lebih visioner. Ketika lahan investasi makin sempit sampai menggusur masyarakat, komunitas motor trail membuka lahan baru dan hanya menggusur edelweis.

Langganan perusak lingkungan

Sudah berkali-kali muncul berita tentang arogansi komunitas motor trail ini. Dari trabas desa dengan bising, sampai merusak sawah milik warga sekitar. Hebatnya, arogansi mereka tidak memudar. Malah seperti bersaing menjadi komunitas paling arogan. Seperti belum cukup merusak mata pencaharian, mereka merusak padang edelweis yang dilindungi. Mungkin besok mereka bisa coba trabas di Kebun Raya Bogor. Sekalian membunuh banyak tanaman yang lebih langka dari edelweis rawa.

Tapi, arogansi mereka bukan tanpa izin. Dalam perhelatan yang ramai di media sosial tersebut, Perhutani menjadi salah satu pihak yang mendukung serta memberi izin. Maklum, area Ranca Upas memang termasuk hutan lindung di bawah pengawasan Perhutani. Tidak masalah jika warga setempat menolak sampai melakukan blokade, yang penting kan pihak berwenang setuju.

Dengan alasan blokade dan jalur yang disediakan penyelenggara tidak layak, para peserta “terpaksa” melabrak padang edelweis rawa ini. Dan seperti yang bisa kita lihat, padang gembur yang dulunya penuh bunga jadi rata seperti habis dibajak. Belum lagi beberapa kebun warga yang juga ditrabas.

Daripada untuk edelweis rawa, mending dibuka jadi lahan investasi

Mari kita lihat dari kacamata lain. Dengan bantuan komunitas motor trail, rawa yang kemarin cuma jadi habitat bunga langka ini disulap jadi lahan terbuka. Tinggal dipadatkan saja, maka lokasi tersebut siap jadi ladang investasi. Apalagi lokasinya cocok untuk mendirikan villa dan tempat wisata. Daripada jadi habitat semak yang terancam punah, mending ditumbuhi beton yang memperkaya investor, bukan?

Baca Juga:

Fitur Kawasaki KLX150 Boleh Jadul, tapi Perkara Kualitas, Mantap Betul!

Banyak yang Punya Hobi Baru Trabasan, Tren Penggunaan WR 155 R Meningkat di Sumatera

Apalagi lokasi Ranca Upas memang cocok untuk investasi sektor pariwisata. Berada di pegunungan Ciwidey di ketinggian 1.700 meter, Ranca Upas lebih cocok jadi lokasi villa tadi. Apalagi selama ini Ranca Upas sudah dikenal sebagai camping ground. Daripada cuma nanggung, mending dibuka sekalian dengan bantuan arogansi komunitas motor trail. Selain jadi villa, bisa juga jadi lokasi glamping alias kemping mewah. Daripada jadi lahan edelweis rawa, lebih profit kalau didirikan selfie spot bentuk love dan sejenisnya.

Bahkan biaya membuka lahan ini lebih murah daripada memakai alat berat. Lha, wong para peserta malah membayar dua ratus ribu untuk ikut acara ini. Sudah membayar, malah ikut membuka lahan yang mungkin tidak terpikirkan aktivis lingkungan. Peserta senang, lahan tersedia, tinggal pasang iklan dan tunggu pemodal. Masalah masyarakat yang sakit hati dan bunga langka yang lenyap, bisa dipikir besok. Toh selama ini lahan investasi selalu seperti itu.

Menanti arogansi lain dari komunitas motor trail

Daripada kita menyayangkan acara perusak alam, mari kita berpikir lebih positif. Toh ini bukan akhir dari arogansi komunitas motor trail. Selama mental kerumunan mereka terjaga dan didukung otoritas, akan banyak lahan yang ditrabas mental sok kuasa mereka. Makin banyak lahan rusak yang bisa diolah jadi sumber pemasukan daerah setempat.

Kalau perlu, sekalian buat acara berskala nasional untuk komunitas motor trail ini. Lokasinya di calon Ibu Kota Nusantara (IKN). Daripada repot membuka lahan dan mendatangkan protes masyarakat, mending manfaatkan animo dan arogansi para pecinta trabas ini. Kalau perlu, hutan di sekitar lokasi IKN ditrabas sekalian sampai motor mereka remuk. Kan mereka mencintai kerusakan, entah motor atau lingkungan yang jadi jalur motor mereka. Daripada motor trail dipakai klitih atau begal, mending untuk sesuatu yang berguna bagi sedikit pihak ini, kan?

Jadi, keindahan alam mana lagi yang akan ditrabas motor trail? Sawah sumber nafkah mana lagi yang dibajak seenaknya oleh kerumunan arogan ini?

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kaum yang Beli Motor Trail Cuma buat Gaya, Kapan Tobat, Bos?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2023 oleh

Tags: edelweiskomunitas motor trailmotor trail
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

motor trail mojok.co

Banyak yang Punya Hobi Baru Trabasan, Tren Penggunaan WR 155 R Meningkat di Sumatera

20 Mei 2022
Kawasaki Athlete 125, Motor Ayam Jago Jadi-jadian kawasaki ninja 150 r kawasaki klx150 kawasaki w175

Fitur Kawasaki KLX150 Boleh Jadul, tapi Perkara Kualitas, Mantap Betul!

14 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.