Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Puan Maharani Adalah Kita, Sudah Bekerja Keras, tapi Masih Dipaido

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
16 Januari 2023
A A
puan maharani dpr Pak RT mojok

puan maharani dpr Pak RT mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak bisa menahan rasa iba ketika membaca berita tentang Puan Maharani yang bersedih lantaran sudah banyak bekerja, tapi banyak orang yang masih saja nggak suka. Sekalipun saya nggak menyukai figur seperti belio, tapi kalau sudah menyangkut sisi emosional, saya akan lebih sentimentil.

Mbak Puan mengatakan itu di program Rosi di Kompas TV. Saya bisa melihat betapa belio benar-benar tulus mengatakan itu. Tapi, ketika berita itu mencuat dan sampai pula ke rimba Twitter, banyak warganet yang justru makin menghina belio.

Kata banyak warganet, Mbak Puan dianggap nggak kerja. Atau kalaupun kerja dianggap pencitraan. Atau kerjanya justru merugikan orang lain. Sungguh kasihan bener Puan Maharani. Padahal dia kan memang beneran kerja.

Maksud saya, masa sebagai Ketua DPR RI, sekali lagi, Ketua DPR lho, masa nggak kerja? Kalau kalian menganggap kerja-kerja yang dilakukan Puan Maharani itu sekadar pencitraan, ya itu bener sih. Tapi emang nggak boleh ya, pencitraan di dunia kerja?

Mbak Puan Beneran Kerja, kok

Nggak ada yang salah dengan perkataan Mbak Puan. Kalau warganet nggak mau mengakui bahwa Mbak Puan ini beneran kerja, nih saya kasih tahu. Mbak Puan pernah menanam padi. Tapi aksi menanam padi belio dianggap pencitraan.

Padahal menanam padi, bagaimanapun adalah bentuk pekerjaan. Mbok kira, kalau petani menanam padi itu hobi? Kan nggak! Lho, itu kan Puan? Bukankah ia lagi pencitraan?

Saya tahu, kalian pasti akan bertanya begitu. Tapi seperti kata saya tadi. Mbak Puan memang sedang bekerja, dalam hal ini menanam padi. Dalam proses kerjanya, Mbak Puan juga sedang melakukan pencitraan.

Iya, mirip-mirip kayak kalian kerja terus caper ke atasan. Nggak apa-apa, kan? Well, menanam padi yang dilakukan Mba Puan ini menurut saya, juga sangat visioner.

Baca Juga:

Kita Tidak Butuh Motivasi, yang Kita Butuh Itu Konsistensi!

LPPL di Kota Pekalongan: Sudah Membosankan, Isinya Pencitraan Pemkot doang

Jika umumnya petani menanam padi dengan cara mundur ke belakang, Mbak Puan memilih maju ke depan. Ini juga sekaligus memperlihatkan bahwa sebagai Ketua DPR, Mbak Puan punya pemikiran dan langkah yang maju, terutama di bidang agraria. 

Matikan Mic, Apa Bisa Disebut Kerja?

Banyak yang bilang Mbak Puan cuma bisa matikan mikrofon saja. Betul. Saya pun merasa, Mbak Puan ini hobi mematikan mikrofon seseorang, terlebih saat memimpin rapat.

Akan tetapi, perlu dipahami apa yang dilakukan belio itu merupakan bagian dari pekerjaan. Ha mbok kira, mematikan mikrofon itu nggak pakai tenaga? Dan Mbak Puan, sebagai seseorang yang cukup sepuh dan lebih layak saya panggil bude, sebetulnya harus sedikit dihemat tenaganya.

Namun, belio justru memilih tidak menghemat tenaga untuk mematikan mikrofon orang lain. Kurang effort apa Mbak Puan ini soal pekerjaannya?

Puan Maharani Adalah Kita

Tak sedikit warganet yang menyayangkan kelakuan Mbak Puan ketika bekerja. Seperti halnya kala ia membagikan kaos dengan wajah cemberut. Hal yang justru dianggap nggak ikhlas.

Padahal Mbak Puan itu bisa jadi kecapekan pas sedang bagi-bagi kaos. Toh saat diwawancarai Rosi, belio juga mengatakan bahwa pada saat itu kondisi cuaca sedang panas terik. Lalu jumlah rakyat yang mau kaos dan minta salaman banyak banget, jadi wajarlah wajah Mbak Puan jadi seolah nggak ikhlas gitu.

Saya yakin, siapa pun yang berada dalam situasi yang sama dengan Mbak Puan, pasti akan memasang wajah cemberut. Padahal jika kita sekali saja berpikir positif kepada belio, maka hal itu menunjukkan bahwa Mbak Puan benar-benar totalitas menjalani pekerjaannya.

Alih-alih terus mencibir Mbak Puan, barangkali alangkah lebih baik kita mesti bersyukur ada sosok seperti belio. Puan Maharani yang bekerja keras, tapi masih banyak yang nggak suka telah mewakili kita.

Iya, kita yang sudah bekerja keras tapi masih saja dipaido. Entah dipaido oleh bos, keluarga, tetangga. Kita beruntung masih ada tokoh kaliber Puan Maharani yang mau speak up tentang hal ini.

Bagaimanapun apa yang dikatakan Puan Maharani bisa diambil hikmah. Syukur-syukur bisa bikin orang lain sadar, bahwa maido atau menghardik atau membenci orang atas kerja keras yang sudah dilakukan, bisa sangat menyayat hati orang tersebut. Dan bisa membuat orang menangis, khususnya mereka yang punya hati rapuh seperti Mbak Puan. Terima kasih, Puan Maharani.

Sumber gambar: Akun Twitter @Harian_Jogja

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Puan Maharani atau Tidak Sama Sekali: Kegalauan PDIP yang Rasional

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2023 oleh

Tags: kerja keraspencitraanpuan maharani
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Kalimat Yok bisa yok Bukan Toxic Positivity Sini Saya Jelasin motivasi

Kita Tidak Butuh Motivasi, yang Kita Butuh Itu Konsistensi!

11 Juli 2023
Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan terminal mojok.co

Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan

13 Agustus 2021
baliho puan maharani branding usang mojok

Puan Maharani, Baliho, dan Branding yang Usang

29 Juli 2021
Uchiha Sarada Adalah Representasi Puan Maharani dalam Siklus Elite Politik terminal mojok.co

Uchiha Sarada Adalah Representasi Puan Maharani dalam Siklus Elite Politik

20 Agustus 2021
kerja keras cara mendapatkan uang dari internet uang pulsa 50 ribu dari kampus UNS, gaji umr tabungan penghasilan milenial uang pekerja boros mojok.co

Kerja Keras Nggak Bikin Kaya, yang Ada Malah Bikin Mati

24 Februari 2021
puan maharani dpr Pak RT mojok

Dear Puan Maharani, It’s Your Time to Shine!

9 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.