Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
15 Januari 2023
A A
Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan (Unsplash)

Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Buat apa, sih, sejahtera? Memangnya warga Jogja sudah siap hidup berkecukupan? Nanti malah kaget. Jatuhnya nggak mau prihatin dan menabung recehan setiap bulan seperti biasanya. Malah foya-foya kayak orang sejahtera baru. Sudah betul kata Sandiaga Uno, kalau Jogja itu butuh sushi salmon mentai, bukan kesejahteraan.

Di Yogyakarta misalnya, kami melihat tingginya angka permintaan untuk menghadirkan destinasi wisata taman air dan wisata kuliner sushi salmon mentai, karena hal ini adalah permintaan wisatawan yang belum terpenuhi.

— Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) January 14, 2023

Sushi salmon mentai. Jujur saja, saya baru tadi malam mendengar ada menu namanya sushi salmon mentai. Ya mohon maaf, sebelum membaca komentar Sandiaga Uno soal wisatawan yang meminta ada taman air dan kuliner sushi salmon mentai, saya baru saja makan malam bersama istri dengan menu bakso. Minumnya air mineral dan es teh. Tambah kerupuk dua biji. Habisnya? 28 ribu rupiah saja.

Jogja selalu butuh sushi salmon mentai

Sushi salmon mentai? Kalau sushi, saya sih kenal. Salmon? Ikan yang enak diolah menjadi beragam menu. Mentai? Nggak, saya nggak tahu itu apa kalau nggak ada bantuan Google. 

Iya, maafkan saya yang asli Jogja ini. Saya nggak tahu menu khas Jepang. Jadi, jangan-jangan Sandiaga Uno benar adanya, kami warga Jogja butuh sushi salmon mentai. Biar nggak malu-maluin gitu kalau suatu saat nanti warga Jogja udah sejahtera dan ikut arisan orang-orang kaya dari luar daerah yang menguasai banyak lahan dan bangunan di daerah istimewa aman sentosa ini.

Tunggu dulu, deh. Kira-kira siapa yang dimaksud “wisatawan” oleh Sandiaga Uno? Survei yang sudah dilakukan itu seperti apa? Saya jadi penasaran ada wisatawan, entah asing atau lokal, ditanya kalau ke Jogja pengin nemu apa. Jawabannya: “Gudeg dan ayam Olive itu udah overrated. Saatnya sushi salmon mentai menguasai.” Indah sekali jawabannya.

Kita saja yang nggak (mau) sadar

Ah, tapi itu semua tidak penting. Kalau Sandiaga Uno sudah bawa-bawa investor, semuanya pasti benar. Kamu jangan ngawur dengan melawan argumen si menteri yang sangat memikirkan kesejahteraan investor di sebuah daerah. Kalau Jogja butuh sushi salmon mentai ya sudah itu yang dibutuhkan. 

Pariwisata membunuh Jogja kamu bilang? Ah, kamu saja yang aneh. Jogja ora didol? Ah, kamu mengada-ada. Mbok ya sadar, sudah dari dulu sekali Jogja itu mati karena wisata dan daerah istimewa ini sudah terjual tunai secara lancar dan jaya. 

Baca Juga:

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Lho, kamu nggak sadar? 

Itu banyak hotel tiba-tiba berdiri padahal sudah banyak keluhan soal ketersediaan air tanah. Tapi, nyatanya, ya berdiri saja. Kalau Pak Sultan nggak prihatin dengan masalah yang akan meledak di masa depan, ya sudah berarti nggak ada masalah. Siapa kamu mau protes? Kartu Keluargamu mana!

Jogja itu sudah laku

Wis ket biyen didol. Lihat saja limbah yang mencemari Kali Opak. Sudah begitu saja masih akan didaftarkan menjadi daerah apa gitu ke UNESCO. Jadi, bisa kebayang, kan. Mau hancur kayak apa, ya tetap daerah isti-mewah yang kamu bela ini nyatanya masih terus dijual. Demi apa? Ya demi wisata, to ya. 

Kalau dapat status daerah warisan budaya, mau buat apa lagi kalau nggak demi wisata? Kamu pikir kalau diakui UNESCO, semua warga otomatis pakai batik, beskap, jarikan, pakai blangkon, dan tiap harinya naik andong? Ya nggak, lah. Dan tenang, wong cilik warga Jogja nggak bakal kebagian kayak biasanya. 

Kita, warga Jogja kan spesialis prihatin. Gaji kecil, prihatin. Ada ancaman klitih tiap malam, solusinya mengubah nama menjadi kejahatan jalanan. Kesenjangan makin besar, kita akan menerimanya dengan lapang dada dan plonga-plongo. Sushi salmon mentai, makan itu ikan mentah yang harganya nggak bisa kamu jangkau.

Oya, untuk taman air, saya mengusulkan Pantai Parangtritis saja kepada Sandiaga Uno, Sang Duta Investor Indonesia. Air jelas sudah ada. Lahan parkir tersedia dan sudah dikelola masyarakat setempat dengan baik. Keamanan? Insyaallah aman, Pak. Siapa yang mau macam-macam di Pantai Parangtritis.

Asyiknya wahana air di Parangtritis

Terus, untuk wahana yang akan disediakan untuk wisatawan, saya sarankan di area setelah bibir Pantai Parangtritis. Nanti wisatawan diwajibkan pakai baju warna hijau. Aktivitasnya loncat dari bataun karang ke tengah Pantai Parangtritis. 

Nanti, wisatawan akan dipandu oleh Nyi Blorong dan Buaya Putih untuk menelusuri indahnya kerajaan Ratu Laut Kidul. Bonusnya adalah tawaran untuk tinggal di sana selamanya. Apa sih yang nggak untuk wisatawan? Semua kasih sekalian. Bukankah tuan rumah di Jogja adalah wisatawan? Ahh, kita yang asli Jogja ini jadi batur saja dan ingah-ingin seperti biasanya.

Alangkah indahnya Jogja nanti berkat ide Sandiaga Uno. Kekayaan kuliner akan bertambah berkat sushi salmon mentai. Sementara itu, daerah istimewa untuk turis ini akan punya wahana air. Duh, sudah tidak sabar apa lagi, bagian dari Jogja, yang akan dibuat enak untuk wisatawan sebagai empunya rumah. 

Jogja memang sangat istimewa. Saya jadi terharu.

Penulis: Yamadipati Seno 

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jogja Istimewa: Ketika Trotoar Lebih Penting dari Rumah Rakyat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2023 oleh

Tags: Jogjapantai parangtritissandiaga unosushisushi salmon mentaiumr jogjawisata airYogyakarta
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Meromantisasi Purwokerto Adalah Upaya Meremehkan Sejarah (Unsplash)

Meromantisasi Purwokerto Adalah Upaya Meremehkan Sejarah

3 Mei 2023
4 Pasar Kalcer Jogja yang Bisa Dikunjungi Selain Pasar Ngasem Mojok.co

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

29 Mei 2026
Purwokerto, Purwakarta, Purworejo- Dilema karena Sebuah Nama (Unsplash.com)

Purwokerto, Purwakarta, Purworejo: Dilema karena Sebuah Nama

8 Agustus 2022
ppkm darurat rakyat jogja harus memaklumi sultan perihal lockdown mojok

Rakyat Jogja Wajib Memaklumi Sultan yang Inkosisten Perihal Lockdown

22 Juni 2021
warnet bilik tinggi jogja asya net bella net bimo net mojok.co

Mengenang 3 Warnet Bilik Tinggi Penuh Gairah di Jogja

18 Juli 2020
Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah terminal mojok.co

Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah

21 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.