Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bridesmaid di Pernikahan Nggak Wajib-wajib Amat, Kenapa Masih Drama Soal Seragam sih?

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
4 Januari 2023
A A
Bridesmaid di Pernikahan Nggak Wajib-wajib Amat, Kenapa Masih Drama Soal Seragam sih Terminal Mojok pager ayu

Bridesmaid di Pernikahan Nggak Wajib-wajib Amat, Kenapa Masih Drama Soal Seragam sih (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, bridesmaid jadi trending topic di Twitter. Setelah saya lihat, ternyata gara-gara ada kasus teman yang sudah diberi kain untuk seragaman bridesmaid, tapi nggak mampu—atau nggak mau—jahit pakai uang sendiri dan ujung-ujungnya si calon pengantin yang sepertinya bakal nombokin. Gregetan nggak sih lihat drama bridesmaid kayak gini? Soalnya, drama kayak gini tuh bukan cuma terjadi sekali dua kali, lho.

Siapa itu bridesmaid?

Bridesmaid adalah “pelayan” pengantin, biasanya merupakan teman akrab atau kerabat dekat mempelai perempuan. Tugasnya adalah membantu dan mendukung pengantin dari sebelum, saat, dan setelah pernikahan. Kalau di barat sih biasanya termasuk membantu acara bridal shower itu, lho. Sebenarnya nggak ada ketentuan jumlah bridesmaid, tapi biasanya minimal 3 orang atau tergantung mempelai perempuan.

Bridesmaid ini berbeda dengan pagar ayu. Pagar ayu biasanya bertugas membantu dan mengiringi pengantin pas hari pernikahan saja. Pagar ayu umumnya tingkat kedekatannya di bawah bridesmaids dan biasanya perempuan yang belum menikah. Tetapi, ada juga pagar ayu yang sudah menikah. Kalau urusan pagar ayu ini biasanya orang tua juga ikut menentukan, sih.

Nah, yang jadi persoalan, sejak kapan keberadaan bridesmaid ini menjadi penting dan seolah-olah harus ada di pernikahan? 

Kalau menurut saya, hal tersebut sebenarnya tergantung masing-masing orang. Kalau calon pengantin punya bestie, tentu dia pengin memiliki kenangan menyenangkan saat melewati momen pernikahan di hidupnya bersama para sahabatnya itu. Sebenarnya dari dulu tiap calon pengantin punya sahabat kayak gini juga keleus, tapi ya dulu terlihat biasa saja. Sementara di zaman yang apa-apa serba dipamerin ini, sahabat yang jadi bridesmaid seolah-olah harus ditonjolkan. Dengan cara diberi seragam misalnya. 

Tujuannya tentu saja biar orang-orang tahu kalau para bridesmaid ini adalah orang yang dekat dengan pengantin. Atau biar pengantinnya terlihat punya bestie kali, ya? Tujuan lainnya ya biar foto pernikahan jadi kelihatan menarik.

Terus, kehadiran bridesmaid ini wajib nggak, sih? Menurut saya pribadi sih sebenarnya nggak wajib, tapi mungkin buat anak zaman sekarang, kehadiran bridesmaid ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu support system mereka dalam mempersiapkan pernikahan.

Nikahan di Indonesia: seragam, seragam, dan seragam 

Satu hal yang sering jadi masalah adalah ketika bridesmaid berseragam. Wajib nggak sih seragaman? Seharusnya sih nggak, ya…

Baca Juga:

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Gini, lho, pengeluaran calon pengantin untuk menikah itu sudah banyak sekali. Bayangkan, kita perlu mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk membayar jasa WO, katering, sewa tempat, sewa pakaian, makeup, dll. Belum lagi sebelum hari H ada acara pertunangan atau lamaran yang pastinya juga mengeluarkan uang. Coba bayangkan kalau pengeluaran yang sudah sedemikian besar itu harus ditambah dengan ikut membelikan seragam buat bridesmaid.

Biasanya paket satu kebaya (kebaya dan daleman furing) dengan kualitas kain yang bagus itu harganya bisa mencapai satu juta, lho. Kalau dalam keluarga besar ada 10 orang yang perlu dibelikan seragam dan bridesmaid 5 orang, ya silakan hitung sendiri jadinya berapa. Itu baru sepaket kain kebayanya, lho, belum termasuk ongkos jahit. Kalau mau kasih ongkos jahit per orang untuk seragam? Tekor, Gaes, calon pengantinnya. Wqwqwq. Eh, tapi lain ceritanya kalau calon pengantinnya punya dana berlebih, ya terserah saja. Tapi kalau dananya pas-pasan dan maksa sampai ngutang demi bisa mengakomodir seragaman bridesmaid? Nanti dulu. Urusan seragam bridesmaid ini kan sebenarnya nggak wajib-wajib amat.

Sebenarnya ada yang bilang kalau seragam itu sebagai bentuk ucapan “terima kasih” dari calon pengantin pada teman terdekat karena sudah meluangkan waktu mau membantu hajat pernikahannya. Okelah, kalau untuk alasan ini, saya rasa masih bisa diterima. Lantas, ke mana istilah “gotong-royong” yang selalu didengungkan orang Indonesia? Bukankah sudah sewajarnya kalau keluarga dan teman dekat itu saling membantu?

Kalau memakai prinsip gotong-royong ini sih harusnya pakai baju seragam yang disewa dari rias pengantin juga nggak masalah, kan? Lebih hemat dan efisien, dong. Fitting-nya memang merepotkan sih, tapi mau gimana lagi, namanya juga mempersiapkan hajatan. Namun, sahabat yang baik tentu nggak masalah kalau direpotkan dengan urusan fitting dan seragam sewaan ini. Toh nikahannya cuma sekali seumur hidup.

Ongkos jahit seragam bridesmaid: dikasih uangnya sekalian atau nggak?

Kalau memang sudah telanjur membelikan seragam bridesmaid, apakah sebaiknya sekalian memberikan uang untuk jahit atau nggak? Tentu saja kalau kita yang berada di posisi bridesmaid bakal memilih dibayarin ongkos jahit lah. Sementara kalau kita yang berada di posisi calon pengantin pun kalau kita punya duit ya tentu saja kita kasih, kan?

Dalam twit yang sempat viral beberapa hari lalu, opini netizen terbelah menjadi dua antara calon pengantin pelit yang nggak mau sekalian bayarin ongkos jahit dan teman pelit yang nggak mau bantu temannya. Ongkos jahitnya sejuta dan calon pengantin menawarkan uang 500 ribu untuk ongkos jahit, tapi dianggap itung-itungan sama temen.

Tanyarl 💚 Agak kecewa aja kalo kita nikah tp temen kek gini gamau ngesuport HARI PENTING KITA😌 pic.twitter.com/P51Z6ozwOM

— Tanyarl ㅡ 🚫 Rep OOT/JUALAN/LINK AFF (@tanyarlfes) January 1, 2023

Kalau saya pribadi sih perkara seragam bridesmaid ini lebih memilih patungan. Lagi pula kebaya jadinya kan buat si bridesmaid dan bisa dipakai ke kondangan lain atau acara lain. Anggap saja beli kain kebaya gratis. Kalau sudah dikasih ongkos jahit dan ternyata kurang, ya nggak masalah nombok, toh kebayanya nanti juga jadi milik kita.

Ada juga netizen yang menambahkan cerita kalau dulu dia pernah jadi bridesmaid dan bayar ongkos jahit sendiri. Sudah gitu dia datang dari luar kota dengan biaya akomodasi sendiri, plus masih kasih kado pernikahan pula buat bestie-nya. Demi teman, kan?

Ujung-ujungnya semua ini memang masalah uang, sih. Biaya pernikahan bergengsi yang bisa diupload cantik di Instagram itu memang nggak murah, Gaes. Jadi, silakan bicarakan dengan pasangan soal bridesmaid yang sebenarnya nggak wajib-wajib amat itu.

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jadi Bridesmaid Awalnya Merasa Terhura, Lihat Biayanya Jadi Huru-Hara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2023 oleh

Tags: bestiebridesmaidPernikahanseragam
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

4 Sikap Menyebalkan dari Orang yang Baru Menikah terminal mojok.co

‘Kebo Mbalik Kandang’, Salah Satu Pantangan Pernikahan dalam Adat Jawa

29 Juli 2020
PNS, Food Reviewer Terbaik di Indonesia, Codeblu Jelas Nggak Ada Seujung Kukunya!

Saya Belum Siap Jadi PNS karena Ogah Punya Baju Dinas Seabrek dan Gonta-ganti Hampir Tiap Hari!

17 Agustus 2024
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
madura calon mertua menikah dengan teman satu kantor mojok

3 Saran dari HRD Perihal Menikah dengan Teman Satu Kantor

7 Juli 2020
Seragam KKN Itu Nggak Ada Faedahnya, Sumpah!

Seragam KKN Itu Nggak Ada Faedahnya, Sumpah!

13 Juni 2023
Childfree & Happy oleh Victoria Tunggono: Seni Memahami Alasan Orang Memutuskan Childfree

Childfree & Happy oleh Victoria Tunggono: Seni Memahami Alasan Seseorang Memutuskan Childfree

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.