Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Analisis Ustaz atau Pendeta Kalah di Pengabdi Setan dan Film Horor Lainnya

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
9 Agustus 2022
A A
Analisis Ustaz atau Pendeta Kalah di Pengabdi Setan dan Film Horor Lainnya

Analisis Ustaz atau Pendeta Kalah di Pengabdi Setan dan Film Horor Lainnya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari ini, film Pengabdi Setan 2: Communion jadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat. Seperti biasa, netizen terbagi jadi dua kubu. Ada yang memuji sekuelnya, ada yang bilang sekuelnya biasa saja. Tapi saya nggak akan membahas hal tersebut di tulisan ini.

Dua film Pengabdi Setan karya Joko Anwar menampilkan sosok ustaz yang kalah melawan setan. Nggak cuma kalah, bahkan kedua ustaz di film Pengabdi Setan mati konyol ketika melawan setan.

ADVERTISEMENT

Tentu, hal ini membuat saya sedikit kecewa. Pasalnya, “Kalau pemuka agama aja bisa mati konyol ketika melawan setan, kita-kita yang kurang agamis ini bisa apa kalau ketemu setan?”

Bisa nangeeez.

Nggak cuma dua film Pengabdi Setan saja yang menampilkan kalahnya pemuka agama ketika melawan setan. Film horror karya James Wan seperti The Conjuring dan Annabelle saja menampilkan pastor yang kalah melawan setan. Contohnya, Father Perez di film Annabelle sampai harus dilarikan ke rumah sakit ketika melawan Annabelle.

Saya langsung overthinking dan ngajakin teman saya yang cukup relijus, baik dari umat Muslim dan umat Katolik untuk diskusi terkait hal tersebut. Akhirnya saya dapat pencerahan dari teman saya yang beragama Katolik. Kurang lebih blio ngomong gini ke saya, “Mau rajin ibadah kayak gimanapun juga belum tentu selamat dari sekte atau kuasa gelap di luar kuasa manusia. Selain itu, di Pengabdi Setan kan hantunya pocong alias mayat hidup yang ada wujud fisiknya, bukan makhluk halus tak kasat mata. Makanya mau berdoa sekencang apapun, nggak akan mempan. Lu bayangin aja tinju lawan Mike Tyson, emang bakal menang cuma modal doa-doa doang?”

Teman saya yang beragama Islam pun berkata, “Gua cerita dikit waktu ngadepin orang kesurupan waktu masih di pesantren. Gua bacaan Ayat Kursi, eh setannya malah ngetawain gue! Dia malah ngoreksi Ayat Kursi yang gua baca karena kurang tartil dan ada tajwid yang salah! Makanya pemuka agama yang kalah lawan setan ya nggak salah juga”

“Lagian, godaan pemuka agama itu lebih berat dari kita yang cuma jadi jemaat biasa lho! Godaannya seperti ingin jadi terkenal, punya banyak pengikut, sampai tergoda uang! Contoh paling simpel, kalau mimpin shalat berjamaah, sengaja pakai surat panjang biar sekalian pamer hafalan, padahal Nabi udah nyontohin, pakai surat pendek aja karena nggak semua orang itu fisik prima. Ada juga yang punya kepentingan lain.”, lanjut teman saya.

Baca Juga:

8 Film Indonesia yang Berhasil Tembus 4 Juta Penonton dan Cocok untuk Tontonan Libur Natal

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

Dari diskusi di atas, saya juga salah satu tweet yang bilang bahwa banyak pemuka agama yang kalah melawan setan dalam dirinya sendiri. Bahkan kelakuannya lebih setan dibandingkan setan itu sendiri. Contohnya, di negara manapun, nggak sedikit kasus pemuka agama seperti ustaz dan pastor yang kedapatan melakukan kasus pencabulan pada jemaat yang dipimpinnya. Nggak sedikit juga pemuka agama yang kedapatan menggelapkan dana umat yang harusnya dipergunakan untuk kepentingan umat. Apa yang terjadi di Pengabdi Setan jadi masuk akal.

Dalam kasus film Pengabdi Setan 2, mungkin keberadaan Ustaz Mahmud di film ini sebagai sarkasmenya Joko Anwar pada (oknum) pemuka agama yang suka mengurusi hal-hal di luar tugasnya. Tugas pemuka agama kan harusnya mengajarkan ilmu agama secara baik dan benar pada umatnya. Fokus pada hal-hal yang harusnya ia perhatikan.

Sebagai penutup, saya ingin menjawab pertanyaan di atas tentang ustaz saja kalah sama setan, apalagi kita yang nggak agamis. Begini, kematian itu hanya Tuhan yang tahu, jadi ketimbang takut sama hal-hal duniawi, mending kita memikirkan sangu akhirat nanti. Ya baliknya kita harus lebih sering beribadah, agar sangu akhirat nanti terpenuhi.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Orang yang Sebaiknya Nggak Nonton Film Pengabdi Setan 2: Communion

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2022 oleh

Tags: pastorpemuka agamapengabdi setansetanUstaz
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

4 Alasan Jarang Ada Cerita Hantu di Kampus UIN yang Viral

4 Alasan Jarang Ada Cerita Hantu di Kampus UIN yang Viral

4 Agustus 2022
ngelawan setan, keseharian setan

Cara Anak Pesantren Ngelawan Setan yang Bisa Niruin Baca Alquran

2 April 2020
terlalu banyak ustaz MOJOK.CO

Terlalu Banyak Ustaz, Bukannya Maslahat, Malah Membuat Ribet Umat

7 Juli 2020
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

4 November 2023
agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

Menthek, Demit Satir yang Tersingkir oleh Modernisasi

20 Februari 2021
Emang Bener Ulama itu Pewaris Para Nabi MOJOK.CO

Emang Bener Ulama Itu Pewaris Para Nabi?

17 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate Mojok.co

MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate

25 Juli 2026
3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina

Macetnya Kota Batu kini bikin jengkel, semua gara-gara tata kota yang berantakan!

25 Juli 2026
Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta Mojok.co

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

23 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels) malang

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

25 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.