Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
25 Mei 2022
A A
5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah Terminal Mojok.co

5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang yang mengatakan bahwa masa sekolah adalah suatu masa-masa yang paling indah untuk dikenang. Tak jarang juga banyak orang yang ingin kembali ke masa tersebut. Namun, saya orang yang malah tak ingin kembali lagi ke masa sekolah. Maklum saja, saat sekolah dulu, saya termasuk siswa yang tidak populer. Terlebih setelah saya tahu bahwa masa kuliah itu bisa lebih bebas, ugal-ugalan, dan harus berani mengambil keputusan hidup sendiri, tapi kehidupan tetap terjamin karena saya dapat dana beasiswa dari BI (bapak-ibu).

Belakangan saya tau ada satu tren yang sedang booming di lingkungan sekolah kita. Meskipun awalnya, ia sudah rame di Amerika sana. Tren itu bernama “No Backpack Day”. Itu adalah hari ketika semua siswa tidak menggunakan ransel. Sebagai gantinya, untuk membawa perlengkapan sekolah mereka menggunakan barang selain ransel. Ada berbagai barang yang dibawa siswa saat No Backpack Day seperti kandang kucing, galon, bahkan ada yang bawa lemari plastik bertingkat.

Sebetulnya, tren ini bertujuan untuk mengkampanyekan kesadaran bahwa masih banyak anak di seluruh dunia yang harus berjalan jauh menuju sekolah tanpa menggunakan ransel. Mereka begitu bukan karena asyik-asyikan atau ingin tampak berbeda dari teman-temannya. Mereka tidak membawa ransel atau tas sekolah, ya karena emang nggak mampu buat beli. Oleh karena itulah, kemudian kampanye ini dicetuskan.

Nggak semua anak bisa beruntung bawa ransel ke sekolah (Shutterstock.com)

Namun, entah dipahami betul atau tidak tujuan aslinya, tapi nggak sedikit yang “mengamalkannya” sebagai salah satu cara mengekspresikan diri. Nah, kalau saya kembali ke sekolah dan harus mengikuti aturan ini, ada beberapa barang yang tampaknya akan saya bawa saat No Backpack Day.

#1 Tempat shuttle cock

Bagi kamu yang gemar dengan olahraga bulu tangkis pasti tidak asing dengan benda yang satu ini. Bekas tempat shuttle cock yang berbentuk silinder, cukup mudah untuk ditemukan apalagi saat “demam” bulu tangkis sedang melanda masyarakat. Tempat shuttle cock ini bisa digunakan pada saat No Backpack Day dengan sedikit variasi.

Agar merek dari tempat shuttle cock ini tidak terlihat, plastik mereknya dapat dilepas. Kemudian tempat shuttle cocknya dilapisi dengan lakban hitam ukuran sedang agar tidak mudah rusak bila terkena percikan air. Selain itu, supaya mudah dibawa, buat dua pengait untuk menaruh satu tali slempang tas. Agar makin keren dan bervariatif bisa ditambahi sticker band kesukaan atau tim bola favorit.

Untuk menaruh buku ke dalam tempat shuttle cock, caranya adalah menggulung buku menyesuaikan dengan bentuk silinder dari tempat shuttle cock tersebut.

#2 Jaring tempat sandal gunung

Saya rasa nyaris semua orang tidak asing dengan jaring tempat sandal gunung. Sebab, pasti ada minimal satu orang di lingkungan keluarga, lingkungan kerja, ataupun sekolah maupun kuliah yang memiliki sandal gunung. Jaring tempat sandal gunung ini bisa juga dibawa saat No Backpack Day.

Baca Juga:

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

Tinggal menambahkan tali tas selempang dan dikaitkan pada jaringnya, maka ia sudah bisa digunakan untuk membawa beberapa buku tulis dan alat tulis. Kekurangan dari jaring tempat sandal gunung ini adalah tidak bisa untuk membawa LKS maupun buku paket. Saran saya, jangan membawa tempat sandal gunung ini saat mendung atau hujan. Pasalnya, tas darurat ini tidak tahan air dan bisa membuat buku tulis menjadi rusak.

#3 Paper bag brand luar negeri

Agar tetap bisa gaya dan flexing ke teman-teman satu sekolahan, saya akan membawa paper bag brand luar negeri. Tenang saja, saya nggak perlu beli produk brand luar negerinya, kok. Saya cukup beli saja paper bag original brand luar negeri yang tersedia pada berbagai macam marketplace. Harganya pun cukup murah.

Paper bag dengan ditempeli merek sesuai kebutuhan (Shutterstock.com)

Kalau cewek, saya rekomendasikan membeli paper bag Gucci, Dior, Hermes, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk laki-laki bisa membeli paper bag Jordan, Rollex, Supreme, dan lain-lain. Bisa tetap tampil flexing tanpa perlu modal yang besar, kan?

Ya, walaupun kesan untuk merasakan betul tujuan dari No Backpack Day ini jadi kayak nggak muncul, ya. Lha gimana, malah pengin flexing, je.

#4 Kardus Indomie

Mungkin pilihan untuk No Backpack Day kali ini bakal sedikit lebih mainstream dibandingkan dengan pilihan-pilihan sebelumnya. Akan tetapi, ada makna yang tersirat di dalamnya yaitu meningkatkan brand awareness Indomie di kalangan pelajar. Alasan saya melakukan ini karena orang tua saya bekerja di pabrik yang memproduksi Indomie yaitu Indofood. Serta tidak jarang saya mendapatkan beasiswa dari Indofood. Anggap saja, ini merupakan wujud terimakasih saya kepada Indofood.

Kardus bekas apa pun juga boleh (Ronaldy Irfak/Shutterstock.com)

#5 Plastik kresek hasil belanja emak

Entah kenapa, emak saya ini suka banget ngumpulin plastik hasil belanjaan di pasar. Yang pasti, alasannya ngumpulin plastik bukan untuk menjaga lingkungan apalagi sebagai koleksi. Saking banyaknya plastik-plastik yang disimpan itu, terkadang bisa sampai satu karung. Lantaran, saya kerap jengah melihat banyaknya plastik tersebut, saya akan mempertimbangkan untuk membawanya apabila waktu saya sekolah dulu ada acara No Backpack Day. Meskipun PR-nya, itu tetap nggak mengurangi stock plastik di rumah.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Mengapa sih Kita Tergila-gila Sekali dengan Sekolah Tatap Muka?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2022 oleh

Tags: No Backpack DaySekolah
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

grup whatsapp sekolah grup wa anggota nyebelin cara mute cara keluar stiker meme jualan online mojok

Menebak Motif Munculnya Grup WhatsApp SMP padahal Sebelumnya Nggak Pernah Ada

21 Juni 2020
Toyota Sienta, Mobil yang Nggak Cocok untuk Antar Anak ke Sekolah

Toyota Sienta, Mobil yang Nggak Cocok untuk Antar Anak ke Sekolah

23 April 2022
Wakasek Kesiswaan, Jabatan di Sekolah yang Paling Nggak Enak

Wakasek Kesiswaan, Jabatan di Sekolah yang Paling Nggak Enak

10 Januari 2023
3 Keunggulan Sekolah di Desa yang Jarang Disadari Orang

3 Keunggulan Sekolah di Desa yang Jarang Disadari Orang

25 Mei 2025
bullying perundungan sekolah mojok

Bullying Masih Subur karena Sekolah Lebih Fokus Ngurusin Rambut dan Kaos Kaki

8 Oktober 2022
Warga Surabaya Nggak Butuh Pramuka, Kegiatan Ini Memang Lebih Baik Nggak Diwajibkan Mojok.co

Pelajar Surabaya Nggak Butuh Pramuka, Ekstrakurikuler Ini Memang Lebih Baik Nggak Diwajibkan

7 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.