Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Wirda Mansur Perlu Belajar Metode SMART biar Wishlist-nya Nggak Halu

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
15 April 2022
A A
Wirda Mansur Perlu Belajar Metode SMART biar Wishlist-nya Nggak Halu

Wirda Mansur Perlu Belajar Metode SMART biar Wishlist-nya Nggak Halu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Polemik soal Wirda Mansur yang nggak uwis-uwis selama dua bulan terakhir bikin saya—mungkin juga sebagian warganet lainnya—mumet. Gimana nggak. Cerita tentang blio yang kuliah di empat kampus ternama sekaligus masih berseliweran dan bising, ealah, belum lama ini sudah muncul lagi ke permukaan soal afirmasi atau wishlist yang, alih-alih optimis, malah lebih ke ngadi-ngadi.

Sebetulnya, nggak ada yang salah dari daftar harapan tentang cita-cita, mimpi, atau afirmasi seseorang. FYI, sebagai gambaran, teori afirmasi sendiri mengamini segala keinginan yang positif. Mempertegas harapan agar di waktu mendatang menjadi kenyataan—bagaimana pun caranya. Tapi, kalau wishlist yang dibuat serampangan, malah terkesan asal-asalan, nggak terukur, dan niat nggak niat. Apalagi sampai ketahuan sama netizen. Nggak bosan apa dibilang halu melulu?

Ni mumpung rame lagi, aku spill wishlistnya si wirda-_- pic.twitter.com/2uIoEHfcLn

— 🥔 (@doubleonek) April 13, 2022

Sekadar mengingatkan, followers Instagram sampeyan yang mencapai 2,7 juta itu, belum tentu fans sampeyan semua, lho. Beberapa di antaranya, mungkin ada yang mangkel dan sengaja follow, biar gampang kalau mau ngetik “Dasar, caper” di kolom komentar setiap postingan. Nggak semuanya juga polos. Jadi, apa nggak dipikir ulang terlebih dahulu gitu sebelum blak-blakan bilang ini dan itu atau posting suatu konten?

Mulai dari bahasan tentang skor IELTS yang mencapai 8,5, mengaku kurang mahir checkout di e-commerce tapi menciptakan token koin kripto, belum lagi soal tutorial menggunakan skincare yang membikin khalayak tepok jidat. Rasanya nggak berlebihan amat jika pada akhirnya sebagian orang berpikir bahwa, blio ini lagi caper, butuh pengakuan dan/atau panggung, engagement, dan lagi pengin banjir notifikasi di media sosialnya.

Walaupun sudah terbiasa, lama-lama netizen begah juga lihat nama Mba Wirda trending di Twitter karena persoalan yang polanya gitu-gitu aja: beropini, tapi, kok rasa-rasanya nggak masuk akal, ya. Termasuk saat membuat wishlist atau afirmasi. Akhirnya, malah berujung gaduh di beragam media sosial, lho, Mba Wir.

Iya, paham. Di dunia ini memang nggak ada yang nggak mungkin. Tapi, mau bagaimanapun, realistis akan tetap menjadi penyeimbang sekaligus bahan bakat terbaik dalam mencapai beberapa tujuan.

Selain itu, soal afirmasi atau mencapai suatu tujuan, ada metode yang namanya SMART (yang diperkenalkan oleh George T. Doran, Direktur Perencanaan di perusahaan Washington Power Water, pada tahun 1981), Mba Wirda Mansur. Barangkali, ini bisa sampeyan aplikasikan untuk wishlist di waktu mendatang. Lebih penting lagi, biar bisa mewujudkan afirmasi dan tujuan yang lebih jelas, terarah, dan realistis. Nih, saya kasih tahu. Gini-gini, saya paham. Soalnya saya takut dibilang halu.

Baca Juga:

Yang Tidak Dikatakan Wirda Mansur tentang Keajaiban Sedekah

Parasocial Relationship: Cinta Buta yang Punya Potensi Bahaya

Sederhananya, SMART itu akronim dari: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timed/Time-Bound.

Perencanaan (Pixabay.com)

Saya nggak perlu mengartikan kata per kata tersebut lah, ya. Lantaran, Mba Wir kan punya skor IELTS 8,5. Saya minder kalau jelasin arti dari kata Bahasa Inggris itu ke Mba Wir. Wong Anda itu lebih Inggris ketimbang Inggris itu sendiri. Lanjut.

Melalui catatan Mba Wir, saya mengapresiasi tulisan dan daftar yang dibuat secara spesifik. Dari judulnya saja sudah jelas, “My Life 10 Years (From Now)”. Ada harapan penghasilan yang pengin dicapai dalam sehari, punya sekolah di lima benua, punya 1000 perusahaan besar, dan seribu-seribu lainnya. Pada poin ini, jika hanya dilihat dari sisi spesifik, tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

Poin kedua akan menjadi penting dari beberapa angka yang dibuat. Measurable, berarti targetnya terukur. Dari pencapaian, tenggat waktu, dan fokus terhadap apa yang dilakukan. Jika ditelaah, banyak angka yang membikin kita sama-sama berpikir, “Ini gimana dapetinnya?” Soal pendapatan 100 M sehari, omzet perusahaan tembus 100 T, dan punya 1000 buku sendiri, itu beneran bisa dikejar atau hanya akan menjadi angan?

Iya-iya saya tahu itu mah hampir nggak mungkin dikejar dan keliatan halu. Tapi, pura-puranya kita anggap itu possible aja, nyenengin blio.

Selanjutnya, setelah tujuan yang telah direncanakan terukur, Achievable akan menjadi poin yang memberi kesadaran akan perlunya realistis. Sebab, sampeyan harus membuat rundown atau strategi, bagaimana cara mencapai target. Kemudian, apakah (cara dari mencapai) target tersebut realistis? Ingat, lho. Realistis dan strategi menjadi hal yang penting dalam mewujudkan wishlist.

Tepat sasaran (Pixabay.com)

Kemudian, teori relevant akan membikin sampeyan semakin sadar bahwa, apakah target yang dibuat berbenturan dengan kepentingan orang lain. Terpenting, cara mencapai target yang sudah dibuat, betul-betul bisa diterapkan atau malah mengendap sebatas teori tanpa aksi?

Pada akhirnya, penulisan waktu sepuluh tahun mendatang akan menjadi sia-sia jika keempat poin sebelumnya diabaikan. Sebagai proses evaluasi, Timed/Time-Bound akan menjadi pengingat yang baik. Apa yang bisa dilakukan per-hari untuk mencapai target tersebut? Per bulan? Per semester? Per tahun?

Dalam wishlist yang dibuat oleh Mba Wirda Mansur, apa nggak sebaiknya dicantumkan juga timeline-nya seperti apa? Biar kami semua yang awam ini menjadi semakin paham, realistis itu penting. Biar tetap bisa menjaga kewarasan dalam membuat wishlist yang serampangan. Utamanya, sih, biar nggak melulu jadi target cibiran.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum bikin wishlist ya, Mbak Wirda Mansur. Yaaa bermimpi itu memang gratis, dan setinggi mungkin. Tapi, mbok ya o menapak tanah alias sing rodo mashok sithik, Buos.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gaduh Yusuf Mansur: Paytren Nggak Semanis Paylater, yang Manis Itu Jualan Agama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2022 oleh

Tags: haluWirda Mansurwishlist
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Yang Tidak Dikatakan Wirda Mansur tentang Keajaiban Sedekah

Yang Tidak Dikatakan Wirda Mansur tentang Keajaiban Sedekah

21 Oktober 2022
Parasocial Relationship: Cinta Buta yang Punya Potensi Bahaya

Parasocial Relationship: Cinta Buta yang Punya Potensi Bahaya

4 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.