Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Review Morbius: Film Superhero dengan Cerita yang Payah

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
2 April 2022
A A
Review Morbius: Film Superhero dengan Cerita yang Payah

Review Morbius: Film Superhero dengan Cerita yang Payah (Instagram @morbiusmovie)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah beberapa kali mengalami penundaan, Morbius akhirnya resmi tayang juga di layar bioskop kesayangan kita. Sejak proyek ini pertama kali diumumkan oleh Sony Pictures, saya sejujurnya cukup menaruh ekspektasi tinggi terhadap film yang dibintangi oleh Jared Leto ini. Lantas, apakah ekspektasi saya tersebut dibayar dengan rasa puas, atau justru berakhir nahas?

Sebelum memasuki babak review, ada baiknya bila saya ceritakan terlebih dahulu sinopsis singkat dari film ini. Jadi, Morbius menceritakan tentang perjalanan hidup dari Dr. Michael Morbius (Jared Leto) sejak ia masih menjadi seorang pemuda yang “penyakitan” hingga bertransformasi menjadi seorang vampir yang selalu haus akan darah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Morbius (@morbiusmovie)


Ketika masih berusia belia, ia berteman dengan Loxios “Milo” Crown (Matt Smith), seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga kaya raya tetapi juga sama “penyakitan”-nya dengan Morbius. Penyakit yang mereka derita ternyata begitu langka dan membuat mereka kesulitan untuk sekadar berjalan, apalagi melakukan aktivitas-aktivitas lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, Morbius berjanji kepada sahabatnya itu untuk mencari obat yang bisa menyembuhkan mereka.

Nahasnya, obat penyembuh yang Morbius ciptakan terbuat dari campuran DNA manusia dan kelelawar. Alhasil, ketika ia melakukan percobaan langsung kepada dirinya sendiri, ia pun langsung berubah menjadi sosok yang menyeramkan dan tak segan membunuh manusia asalkan keinginannya untuk mengisap darah bisa tercapai. Apa yang terjadi selanjutnya? Nonton filmnya aja deh.

Secara garis besar, film ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang langsung saya rasakan. Kelebihan utama yang menjadi “nyawa” dari film ini adalah akting Jared Leto dan Matt Smith yang menurut saya sangat menjiwai peran mereka masing-masing. Leto berhasil membawakan sosok Michael Morbius yang selalu lemah, letih, lesu, dengan sangat meyakinkan.

Baca Juga:

MCU Phase 4 Adalah Fase Terburuk Sepanjang Sejarah MCU

6 Film yang Perlu Ditonton Sebelum Menyaksikan Thor: Love and Thunder

Melalui caranya berjalan saja, saya sudah langsung tahu bahwa pria itu memiliki masalah kesehatan yang teramat mengkhawatirkan di dalam dirinya. Kemudian, ketika memasuki babak pertengahan, di mana Leto harus memerankan Morbius yang sangar dan menyeramkan, ia lagi-lagi berhasil membuat saya terpukau dan benar-benar menunjukkan dua sosok kepribadian yang berbeda. Tak heran jika pria yang ternyata sudah berusia 50 tahun tersebut pernah meraih penghargaan Academy Awards untuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik pada 2014 lalu. Bakatnya dalam bermain seni peran memang sangatlah luar biasa, sama seperti tingkat ketampanannya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Morbius (@morbiusmovie)

Untuk Matt Smith, meski tak benar-benar sebagus Leto, tetapi ia juga berhasil memerankan sosok Milo dengan porsi yang pas. Emosinya tatkala menyatakan diri sebagai seseorang yang merasa “dianaktirikan” cukuplah menguras hati dan berhasil menarik simpati saya. Kisah persahabatannya dengan sang tokoh utama juga cukup tergambarkan dengan baik, meski durasi adegan yang memperlihatkan kedekatan mereka sebagai dua orang sahabat sebenarnya tak begitu lama. Namun, saya cukup bisa merasakan chemistry yang terjalin di antara kedua tokoh tersebut.

Jika itu adalah kelebihannya, lantas apakah kekurangan dari film yang disutradarai oleh Daniel Espinosa ini? Menurut saya, Morbius tidak begitu mempunyai naskah yang kuat dan alur cerita yang cenderung biasa saja. Petualangan Morbius sebagai sang vampir menakutkan tidak diperlihatkan begitu banyak, sehingga penonton belum mampu dibuat sepenuhnya jatuh cinta dengan karakter tersebut. Begitu juga kisah romansa yang tercipta di antara Morbius dengan sang asisten, Martine Bancroft (Adria Arjona), yang sayangnya tidak begitu melekat di hati dan pikiran saya. Romantisme yang beberapa kali mereka tunjukkan belum mampu membuat saya merasakan keintiman mereka seutuhnya, apalagi merasa dekat dengan keduanya. Singkatnya, jangan coba-coba membandingkan Morbius dengan The Batman dari segi konflik penceritaan, karena Anda akan mendapatkan hasil yang sangat kontras.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Morbius (@morbiusmovie)

Terakhir, yang menurut saya paling mengecewakan, adalah bagian final act dari film ini yang seketika membuat saya berujar: “Hah? Begitu doang?” secara spontan. Sejak awal, saya memang tidak mengharapkan adegan pertarungan yang akan seheboh Avengers: Endgame ataupun Spider-Man: No Way Home. Akan tetapi, saya pun tak menyangka bahwa adegan berkelahi di bagian menjelang akhir film akan seremeh itu. Dan yang saya maksud dengan “remeh” di sini adalah perasaan ketika Anda menonton sebuah film dan mendapati sang penjahat utama berhasil ditangani dengan begitu mudahnya oleh sang protagonis.

Ketika hal itu terjadi di film ini, saya seketika merasa sangat kecewa dan menyayangkan potensi besar yang sesungguhnya dimiliki oleh karakter seperti Morbius. Mulanya, saya membayangkan akan ada sekuens aksi yang begitu intens; yang melibatkan pertarungan superhero berjenis vampir yang belakangan tampaknya sudah jarang ditampilkan di film-film Hollywood. Saya menginginkan adanya pertarungan yang berhasil membuat penonton sama sekali tak berkedip.

Saya bahkan sempat beberapa kali menoleh ke kiri-kanan dan mendapati banyak penonton lain yang mungkin sama kecewanya dan menunjukkan ekspresi terpengarah yang sangat natural. Ternyata, yang kecewa dengan bagian penutup dari film ini bukan hanya saya.

Kesimpulan dari review ini adalah Morbius tetap menjadi sebuah film yang mengasyikkan untuk ditonton di akhir pekan bersama pacar maupun orang-orang terdekat. Namun, jika kalian mengharapkan sebuah film superhero yang begitu masterpiece seperti The Dark Knight ataupun Captain America: The Winter Soldier, saya rasa kalian akan kecewa. Namun, jika kalian menginginkan sebuah film pahlawan super yang menghibur dan cenderung ringan, Morbius dapat menjadi jawabannya.

Oh, ya, ada satu lagi hal menarik dari film ini, yaitu kehadiran seorang tokoh dari semesta Spider-Man yang sudah cukup familier bagi pencinta film-film Marvel Cinematic Universe. Tokoh itu muncul di bagian credit scene dari film ini, jadi pastikan Anda tidak cepat-cepat bergegas keluar dari ruangan bioskop begitu filmnya usai. Saya jamin, Anda akan terkejut dan tak sabar menantikan kelanjutan kisah Morbius dan Si Manusia Laba-laba yang tampaknya akan semakin “gelap” ke depannya.

Sumber Gambar: Akun Instagram @morbiusmovie

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA The Batman: Film Superhero kok Begini?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2022 oleh

Tags: Jared LetoMCUmorbiusspider-man
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

tiga setia gara

Tiga Setia Gara: Bucin dan Toxic Love Relationship

20 September 2019
Spider-Man: No Way Home

Spider-Man: No Way Home: Eksplorasi Multiverse dan Peter Parker yang Kembali pada Hakikatnya

16 Desember 2021
spider-man

Kepada Sony Pictures, Spider-Man Sudah Tak Membutuhkanmu Lagi Meski Pernah Jalan Bersama

27 Agustus 2019
Tobey Maguire Berperan Epik di Film Spider Terbaik. No Debat, No Kecot! spider-man spider-verse marvel tom holland peter parker andrew garfield terminal mojok.co

Tobey Maguire Berperan Epik di Film Spider-Man Terbaik. No Debat, No Kecot!

4 Januari 2021

Kebijakan Pemerintah Daerah Adalah Alasan Orang Jogja Nggak Bisa Jadi Spider-Man

11 Juni 2021
shang-chi

Shang-Chi dan Komentar Denis Villeneuve yang Masuk Akal

30 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.