Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Memahami Primbon Jawa, Kitab Penentu Hari Baik untuk Pesta Perkawinan Hingga Bongkar Kandang Sapi

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
17 Desember 2021
A A
Memahami Primbon Jawa, Kitab Penentu Hari Baik terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Memilih hari dan tanggal menjadi sesuatu yang teramat penting bagi masyarakat Jawa untuk menentukan acara-acara sakral. Misalnya saja ketika menentukan hari dan tanggal untuk pesta pernikahan, bersih desa, dan upacara adat lainnya. Tradisi menentukan hari sesuai primbon Jawa, hingga kini juga masih lestari di Kabupaten Gunungkidul, tempat saya tumbuh dan berkembang.

Seperti halnya beberapa hari yang lalu, bapak saya berencana untuk membongkar kandang sapinya. Beliau langsung bergegas mendatangi salah seorang sesepuh desa dan bertanya perihal dina becik (hari baik) untuk membongkar kandang sapi.

Iya, Gaes, bahkan untuk sekadar ngobrak-abrik kandang pun sebagian masyarakat di desa saya harus mendatangi sesepuh desa atau membuka kitab primbon Jawa. Tentu saja dengan harapan saat membongkar kandang sapi, para pekerja bisa selamat sentosa dan dijauhkan dari tragedi yang tidak diinginkan.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, khususnya Gunungkidul, ada beberapa bulan yang wajib dihindari saat membangun rumah atau kandang sapi. Menurut Primbon Betaljemur Adammakna (1980), beberapa bulan yang wajib dihindari saat ingin mendirikan sebuah bangunan adalah bulan Sura, Rabingulawal, dan Jumadilakir. Jika bulan-bulan tersebut digunakan untuk membangun rumah, dianggap akan mendatangkan mara bahaya seperti mendadak miskin hingga kehilangan sanak saudara.

Bahkan tidak hanya bulan, ada hari atau pasaran tertentu yang tidak boleh untuk bepergian. Hari atau pasaran yang dianggap dina ala (hari buruk) untuk melakukan perjalanan, di antaranya Rebo Legi, Kemis Pon, Selasa Wage, Akad Paing, dan Setu Kliwon. Konon, orang yang melakukan perjalanan atau bepergian pada hari itu akan ketiban sial dan menemui hal-hal ngeri.

Sebagai kawula muda yang kebetulan tinggal di tengah masyarakat yang masih menjunjung tinggi tradisi, tentu saya tidak mengamini begitu saja dengan semua yang ditulis dalam buku primbon. Bukan persoalan meremehkan atau bersikap tidak acuh dengan adat dan kepercayaan, namun lebih kepada tidak sempat untuk selalu membuka buku primbon setiap ingin berbuat sesuatu.

Selain itu, banyaknya hari atau pasaran tertentu yang tidak membolehkan seseorang untuk bepergian, tentu sangat membuat saya insecure. Alasannya sederhana, mental saya tidak cukup tatag ketika harus selalu pamit cuti kerja pada hari Kemis Pon, Selasa Wage, dan Rebo Legi. Bukankah alasan itu cukup berbahaya bagi karier saya?

Terlepas dari percaya atau tidak percaya, faktanya buku primbon Jawa masih digunakan sebagai patokan hidup sebagian masyarakat desa sampai saat ini. Kegiatan sehari-hari masyarakat Gunungkidul dan petung Jawa seolah telah menjadi satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan. Hampir semua kegiatan-kegiatan penting di masyarakat seperti pesta perkawinan, rasulan, mitoni, hingga bongkar kandang sapi, hingga kini masih menggunakan petung Jawa.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Bagi masyarakat Jawa, primbon tak ubahnya seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) yang kerap memberi informasi perihal keadaan cuaca dan peringatan dini berkenaan dengan risiko bencana alam. Dalam memberi informasi tentang cuaca, iklim, suhu, maupun risiko bencana alam, tentu tidak seratus persen sama persis. Ada beberapa ramalan atau dugaan cuaca yang terkadang meleset dari kenyataan.

Begitu pula primbon Jawa, tidak selamanya apa yang sudah tertulis akan benar-benar terjadi. Baik primbon Jawa maupun BMKG, hanya sebagai upaya untuk mengantisipasi kemungkinan peristiwa yang bisa saja terjadi. Selebihnya, bukankah Tuhan Yang Maha Rinci yang berhak menimbang, mengakurasi, dan menentukan peristiwa yang akan terjadi?

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2021 oleh

Tags: hari baikkitab primbon
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.