Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sebelum Mengkultuskan Jogja, Mampirlah dulu ke Malang

Dimas Bagus oleh Dimas Bagus
9 Oktober 2021
A A
Sebelum Mengkultuskan Jogja, Mampirlah dulu ke Malang

Sebelum Mengkultuskan Jogja, Mampirlah dulu ke Malang

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum kita mengkultuskan Jogja, mampir lah sebentar ke Malang dan rasakan nafas Jawa yang avant garde.

Kita sepakat kalau Jogja dan surga itu beda tipis. Setipis jarak antarbahu para pelanggan angkringan. Dalam rangka nguripake urip, Jogja punya semua jawaban. Yang paling ketara adalah nafas Jawa yang masih kental di banyak aspek kehidupan. Rasanya nggak berlebihan kalau kita menomorsatukan Jogja soal kenikmatan hidup.

Jogja itu nikmat, tetapi nikmat tak selalu Jogja, Dab. Serupa tapi tak sama, ada Malang yang letaknya di timur Jawa. Seperti Jogja, Malang nggak berdiri sendiri. Ada daerah-daerah lain yang menyokong dan melebur secara sosial-ekonomi, membentuk sebuah metropolitan

 Saya nggak mencoba untuk memosisikan Malang sebagai penantang serius Jogja. Tapi kalo ternyata banyak aspek yang mirip-mirip, ya sudah. Yang jelas, Malang menawarkan alternatif yang nggak kalah asyik. Apa saja contohnya?

Berwisata di Malang

Para turis ibu kota yang banyak membawa masalah itu tentu lebih memilih Jogja sebagai tujuan wisata yang komplit. Bagi mereka Malang lebih jauh dicapai dan terlanjur kalah pamor dari Jogja. Sebenarnya yang patut khalayak ketahui bahwa Malang Raya juga punya jenis wisata yang holistik mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga lokasi indehoy. Beneran.

Terletak lebih tinggi di atas permukaan laut dan dikelilingi pegunungan besar, Malang jadi lebih sejuk dibandingkan sebagian besar wilayah Jogja. Lanskapnya juga cocok untuk bahan riya’ di Instagram. Khusus buat para pegiat alam, ada TN Bromo-Tengger-Semeru, gunung Arjuno-Welirang, Kawi, Buthak, dan Panderman. Kalau mau dieksplor lebih jauh, kawasan pantai selatan Malang juga sama kerennya dengan pantai selatan Jogja.

Bagusan mana sama Jogja? Ya sebelas duabelas lah, wong letak geografisnya sama. Sebut aja pantai Goa Cina, Watu Leter, Batu Bengkung, Banyu Anjlok, dan yang termasyhur Balekambang, serta banyak hidden gem lainnya.

Malang juga fotogenik

Malang punya banyak materi cityscapes dan street photography kelas wahid, apalagi kalau skill editingmu mumpuni. Selain bundaran Tugu Balaikota yang makin membosankan karena keseringan nampang di website agen travel, tentunya. Area seperti Pasar Splendid, jalan Semeru, sekitar Alun-alun dan Kayutangan hingga ke Pasar Besar, bakal membuat hasil jepretanmu jadi ciamik lantaran banyak bangunan bergaya kuno berjejeran.

Baca Juga:

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

Sisi positifnya, kawasan ini kerasa lebih natural, nggak dibuat-buat dan malah jadi sesak dan menyebalkan seperti di Malioboro. Tapi, akhir-akhir ini saya agak risih ketika Pemkot mulai merencanakan renovasi Kayutangan sebagai Malioboro-nya Malang. Mereka beneran mencatut nama Malioboro sebagai referensi. Mau diapakan dan dibagaimanakan, khusus urusan ini saya lebih pilih jadi otentik aja lah.

Surga kuliner

Malang adalah periuk kuliner enak. Rawon, pecel, dan bakwan Malang nyatanya nggak kalah pamor dari gudeg. Rawon yang dinobatkan sebagai varian sup terenak se-Asia 2020 versi CNN ini bisa kamu temui di banyak warung makan. Mulai dari kelas mahasiswa hingga restoran yang minimal es tehnya seharga 20 ribu. Untuk warung pecel sendiri, ada nama-nama tenar seperti Pecel Kawi, Pecel Winongo, Pecel Bu Tinuk, dan Pecel Panderman. Walaupun beberapa dari nama-nama itu saya anggap sebagai pecel turis karena harga yang menyalip ketenarannya, tapi soal rasa, juara.

Tempat ngopi juga sudah menjamur, mulai dari yang serius hingga yang ala-ala. Agak nyebelin sih, karena banyak tempat kopi kekinian cuma menawarkan spot instagramable. Modal kreasi visual semata, namun tanpa diimbangi kualitas menu. Beberapa teman bahkan menyebut Malang udah hampir seperti Bandung yang… ah, sudah lah. Intinya, kamu nggak akan kesulitan ngopi dan ngonten di Malang.

Budaya Jawa arek yang egaliter

Budaya Jawa Arek adalah budaya yang bernyawa di daerah Surabaya Raya dan Malang. Orang-orang di sini berani melahirkan eksperimen-eksperimen budaya, bisa dibilang radikal dan segar. Hal ini karena secara geografis, tlatah Jawa Arek membentang dari utara ke selatan di tengah-tengah Jawa Timur dan diapit tiga kawasan kebudayaan lainnya yaitu Jawa Mataraman, Madura Pulau, dan Jawa Pandulungan.

Wilayah Jawa Arek merupakan melting pot aktivitas bisnis, sosial-budaya, hingga keagamaan. Ssehingga penduduk setempat dituntut adaptif, terbuka dan egaliter. Slogan “Arema” (Arek Malang) adalah alat pemersatu barisan. Gampangnya, kalau kamu ngaku Arema, berarti kita setara dan harus sama-sama berbuat untuk Malang.

Sedalam apa pun manunggaling­nya Raja Jogja dengan rakyatnya, atau ketika orang Jogja agak sulit mengkritik pemimpinnya, arek Malang malah biasa komen “Piye iki Jiii, Jiii” sebagai bentuk ngelingke Pak Sutiaji (Walikota) jika ada kebijakan yang meleset. Panggilan “sam” (mas) juga lebih sering dipakai ketimbang “pak”.

Kamu nggak akan menemukan ketaatan yang berlebihan pada nilai-nilai normatif. Untuk itu Malang bisa jadi alternatif budaya Jawa yang lebih demokratis jika kamu jengah dengan dialektika priyayi. Jangan bangga dulu kalau punya gelar Raden Mas atau Raden Ayu di kota ini. Nggak akan kepake.

Kalau Jogja punya bahasa khas yang diutak-atik dari abjad Hanacaraka, Malang juga punya bahasa identitas yaitu bahasa walikan yang nggak kalah seru. Intinya, beberapa kosakata akan dibolak-balik pengejaan dan penulisannya tanpa mengubah artinya sama sekali. Konon bahasa walikan ini lahir pada jaman penjajahan dulu. Sewaktu arek-arek \mencoba melancarkan taktik perang yang sulit dimengerti Belanda.

Jadi, gimana? Barangkali Jogja tetap juara. Tapi, sebelum kita mengkultuskan Jogja, mampir lah sebentar ke kota ini dan rasakan nafas Jawa yang avant garde. Kalo katanya Jogja diciptakan ketika Tuhan sedang jatuh cinta, maka Malang diciptakan ketika Tuhan sedang cangkruk.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2021 oleh

Tags: bromoMalangwisata
Dimas Bagus

Dimas Bagus

Buruh pabrik yang nggak pernah ikut aksi demo.

ArtikelTerkait

4 Tempat Wisata Kulon Progo yang Direkomendasi Warga Lokal untuk Mencari Ketenangan Mojok.co

4 Tempat Wisata Kulon Progo yang Direkomendasi Warga Lokal untuk Mencari Ketenangan

19 Oktober 2025
Menghabiskan Senja di Kali Metro Malang, Tempat Healing Murah Penuh Sejarah

Menghabiskan Senja di Kali Metro Malang, Tempat Healing Murah Penuh Sejarah

16 Juni 2023
Aquarium Indonesia Pangandaran, Wisata Akuarium Raksasa yang Overrated

Aquarium Indonesia Pangandaran, Wisata Akuarium Raksasa yang Overrated

26 Desember 2022
Historical Walking Tour, Upaya Membumikan Sejarah Kota lewat Trip Kekinian

Historical Walking Tour, Upaya Membumikan Sejarah Kota lewat Trip Kekinian

7 Juli 2022
Hukuman Arema FC Selesai, Emang Kapan Dihukumnya? (Pixabay)

Hukuman Arema FC Sudah Selesai, Emang Kapan Dihukumnya? Kok Tau-tau Berakhir

11 Juli 2023
Alasan Orang Malang seperti Saya Cukup Sekali Aja Mencicipi Sego Sambel Cak Uut Mojok.co

Alasan Orang Malang seperti Saya Cukup Sekali Aja Mencicipi Sego Sambel Cak Uut

22 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.