Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sisi Gelap Julukan ‘Madiun Kota Pendekar’

Ahmad Natsir oleh Ahmad Natsir
6 Oktober 2021
A A
Meluruskan Salah Kaprah Soal Julukan Madiun Kota Gadis terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

 Wajah Proliman Joyo, salah satu simpang lima di Kota Madiun berubah. Sebuah patung pendekar berdiri megah tepat di tengah-tengah persimpangan. Selepas patung itu berdiri, saya baru ngeh kalau Madiun sedang mempromosikan ikon baru sebagai kota para pendekar secara besar-besaran.

Moto “Madiun Kota Pendekar” beserta logo yang mengikutinya mulai dilukis di berbagai tempat. Seperti tembok balai desa, gapura perumahan, hingga dilukis di atas jalan aspal sekalian memeriahkan Agustusan waktu itu.

Wajar, di Madiun memang banyak organisasi pencak silat. Sebut saja Setia Hati Terate, Setia Hati Winongo, Pagar Nusa, Kera Sakti, dan lain sebagainya. Bahkan padepokan Nasional SH Terate berdiri megah di pusat Kota Madiun.

Sayangnya, mengakarnya tradisi mengikuti pencak silat bagi warga Madiun tidak saja menjadikan kota ini menjadi penuh dengan para pesilat. Namun, juga membawa sebuah “tradisi buruk” yang tidak bisa dielakkan.

Yak, betul, tawuran.

Mengenai tawuran antar-organisasi pencak silat ini, kakak ipar saya pernah bercerita:

“Sekarang, minat mengikuti pencak silat sudah surut. Tapi, bagus juga sih  sekarang tawurannya jadi jarang-jarang. Dahulu sering banget tawuran.”

“Lha kenapa lho, Mas?”

Baca Juga:

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

“Pemuda sekarang banyak yang memilih fokus bekerja. Selesai SMA langsung kerja, kebanyakan jadi TKI, jadi generasi yang sering tawuran itu pelan-pelan menghilang.”

Dugaan kakak ipar saya ini ternyata meleset. Madiun masih menjadi tempat geger tawuran antar-organisasi pencak silat. Saat Idulfitri tahun 2019, selepas pulang dari silaturahmi dari Geger, Madiun, tiba-tiba kami dihadang oleh para pemuda. Mereka meminta para pengendara untuk mengalihkan arusnya. Ternyata, di daerah Pagotan sedang terjadi tawuran antar-organisasi pencak silat.

Kami dan para pengendara lain, dari roda dua hingga bus penumpang memilih putar balik dan mencari jalur alternatif menghindari tawuran itu. Kakak saya yang sudah tiba di rumah terlebih dahulu, menelpon berkali-kali karena khawatir kami mengalami suatu hal yang tidak diinginkan.

Ditambah lagi tahun lalu, September 2020, bentrok El Clasico ini terjadi kembali. Viral sebuah video para warga yang berbondong-bondong memasuki sebuah mini market untuk mendapatkan perlindungan diri.

Nampaknya, berita mengenai bentrokan antar-organisasi ini sudah sangat santer terdengar. Dari jurnal berita hingga jurnal ilmiah ditulis mengulas “tradisi” bentrokan yang seperti tiada ujungnya ini.

Pernah suatu ketika saya dan keluarga keluar rumah untuk jalan-jalan. Sepanjang jalan saya melihat banyak aparat kepolisian berjajar di setiap persimpangan jalan hingga di pos-pos penjagaan. “Ini ada apa?” tanya saya dalam hati. Sekejap kemudian saya menyadari, saya jalan-jalan tidak di waktu yang tepat. Satu suro. Waktu yang biasanya digunakan untuk sah–sahan warga baru pencak silat. Yang terjadi kemudian adalah iring-iringan kendaraan berseragam serba hitam berkeliling kota-kabupaten.

Para polisi rupanya sangat menyadari peluang akan terjadi bentrokan sangat besar apabila dua organisasi pencak silat di atas bertemu di sebuah jalan. Alhasil para aparat bukan hanya berjaga, namun mengalihkan arus iring-iringan para pendekar dua kelompok pencak silat tersebut agar tidak bertemu di jalan.

Jika saat itu mereka tidak bertemu dengan “musuhnya”, yang terjadi biasanya adalah perusakan prasasti organisasi pencak silat lawan. Praktis ini akan menimbulkan trauma tersendiri bagi warga sekitar. Sayangnya juga kita lebih mengingat kenangan buruk daripada kenangan baik bersama mereka.

Dengan Madiun menjadi kota pendekar, dan berbagai korban dan peristiwa bentrokan yang banyak terjadi. Bagaimana dengan prestasinya?

Tenang. Kita tahu, tahun 2018, Indonesia meraih delapan emas di cabang olahraga pencak silat. Tentu tak satu pun di antara mereka berasal dari Kota Pendekar ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: madiunpencak silatpendekar
Ahmad Natsir

Ahmad Natsir

Bapak rumah tangga dari Tulungagung. Pemerhati isu-isu sosial, agama. Gemar membaca buku dan sesekali menulis.

ArtikelTerkait

4 Ciri Warung Nasi Pecel di Madiun yang Murah dan Enak

4 Ciri Warung Nasi Pecel di Madiun yang Murah dan Enak

6 Agustus 2022
Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

7 Maret 2024
Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang

Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang

22 Juli 2024

Kabupaten Trenggalek Juga Punya Banyak Pendekar dan Sisi Gelap Ini Pernah Ada

12 Oktober 2021
Meluruskan Salah Kaprah Soal Julukan Madiun Kota Gadis terminal mojok

Meluruskan Salah Kaprah Soal Julukan Madiun Kota Gadis

16 Agustus 2021
merlion madiun mojok

Patung Merlion di Madiun Nggak Perlu Digugat karena Orang Kampung pun Berhak Bahagia

4 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan

12 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
5 Realitas Hidup Semarang yang Tidak Muncul di Brosur Wisata maupun Konten Perjalanan Mojok.co

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

13 Juni 2026
Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

13 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.