Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

Artikel Balasan: Kita Harus Tetap Memberi Makan Kucing Liar! Mereka Beda dari Hewan Liar di Hutan

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
7 Oktober 2021
A A
Artikel Balasan_ Alasan Kita Harus Tetap Memberi Makan Kucing Liar terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah membaca artikel milik Mas Adi Sutakwa soal larangan memberi makan kucing liar, saya jadi diajak mikir dan merenung dalam-dalam. Kemudian muncul pertanyaan yang menghantui saya, “Apakah selama ini saya salah dalam perkara memberi makan kucing liar karena membuat mereka nggak survive dengan lingkungan sekitar?”.

Saya sering nonton film tentang hewan liar yang diadopsi oleh manusia. Mereka dimanjakan dan ketika ending-nya si hewan harus kembali ke habitat aslinya, itu merupakan momen yang begitu mengharukan. Cerita seperti ini mungkin sering terjadi di sekitar kita lantaran beberapa orang ada yang suka memelihara hewan liar yang mungkin diperjualbelikan di pasar hewan. Meski hidup penuh kasih sayang, tapi itu bukan habitat asli hewan-hewan liar tersebut Sehingga mau tak mau si hewan akan lebih baik jika kembali. Untuk kembali ke alam bebas ini hewan tersebut nggak bisa dilepaskan begitu saja. Biasanya ada penangkaran untuk melatih si hewan agar bisa survive.

Awalnya saya juga berpikir demikian soal kehidupan kucing liar, tapi nyatanya itu nggak seratus persen benar. Hewan-hewan liar yang asalnya tinggal di hutan memang sebaiknya nggak diadopsi manusia. Jika di kemudian hari mereka dilepas begitu saja di alam bebas tanpa pelatihan, tentu mereka nggak bakal survive. Masalahnya, kucing liar nggak hidup di hutan belantara di mana dia bisa berburu seperti kucing hutan atau blacan. Kucing liar ini hidup di lingkungan yang ditempati oleh manusia.

Bagi kucing liar yang hidup di pedesaan, saya akui nggak memberi mereka makan masih sering dilakukan. Si kucing mungkin masih bisa berburu tikus atau hewan-hewan lainnya yang merupakan rantai makanannya. Tapi, kalau di perkotaan, hal ini jelas nggak berlaku. Kucing-kucing liar sangat bergantung sekali pada manusia sebagai sumber kehidupannya.

Mereka bisa makan hanya karena mengorek-ngorek tong sampah yang berisikan sisa makanan manusia. Mereka bisa berteduh dari hujan dan terik matahari ketika akan melahirkan anaknya dengan cara menumpang teras atau loteng rumah milik manusia. Mereka kalau mau pup ya kadang mau nggak mau pun di halaman rumah manusia.

Kucing mau makan tikus? Coba lihat seberapa besar tikus got di kota. Jangankan mau makan tikus, berpapasan di jalan saja si kucing sudah insecure duluan sama si tikus. Kalaupun mau makan tikus rumahan, si kucing bakalan naik ke atap rumah milik manusia, dan seperti yang kita tahu bakal ada tragedi genteng yang melorot yang bikin emosi manusia. Belum lagi kalau si kucing dalam masa kawin, berisiknya sudah kayak sirene ambulans yang menuju ruang IGD dan suara itu pun nantinya bakal mengganggu manusia lagi.

Jika memberi makan kucing liar saja dianggap hal tabu, maka untuk membuat para manusia menerima keberadaan mereka tentu akan amat sulit sekali. Jangan menutup mata, musuh utama dari para kucing liar itu bukan hanya pertengkaran sesama kucing di jalanan. PR yang sesungguhnya itu ya penerimaan dari manusia. Sudah berapa kali kita membaca berita tentang kasus abuse pada kucing. Siapa pelakunya? Manusia, kan?

Kadang kasus abuse ini hanya disebabkan masalah sepele. Si kucing mencuri makanan. Padahal aneh sekali kalau mengatakan kejadian itu sebagai kasus pencurian. Dalam dunia hewan mana ada sih mencuri? Yang ada mereka itu cari makan doang. Mana mereka tahu makanan itu halal atau nggak? Yang bisa membedakannya kan manusia. Kenapa kucing liar bisa sampai mengambil makanan di rumah manusia? Ya karena mereka lapar. Itu saja.

Baca Juga:

Jualan Makanan Kucing, Ide Bisnis yang Sangat Menjanjikan

Kucing Liar Adalah Hama

Saran untuk membuat pulau khusus kucing tentu menarik sekali. Saya juga setuju sebenarnya, tapi selama ini permasalahan yang disebabkan oleh kucing liar belum menjadi perhatian serius dari pemerintah. Sehingga untuk merealisasikannya, tentu butuh perjuangan yang masih begitu panjang. Masih ingat berita tentang penangkapan kucing liar yang kemudian terlantar di dinas sosial? Jadi, nggak usah berekspektasi terlalu tinggi terhadap pemerintah.

Untuk membuat masyarakat mau mengadopsi kucing liar juga bukan perkara yang mudah. Nggak perlu jauh-jauh buat mereka mengadopsi, mereka nggak melakukan tindak kriminal ke kucing liar itu saja sudah cukup. Saya tahu setiap makhluk hidup yang bernyawa itu pasti ada rezekinya. Tapi, kita juga harus tahu bahwa rezeki itu nggak serta-merta jatuh dari langit.

Mungkin kita bisa meniru Turki, betapa masyarakat di sana begitu welcome dengan kucing liar. Kucing-kucing itu nggak diadopsi, tapi mereka semua mendapatkan cukup makan dan bebas keluar masuk rumah warga tanpa perlu cemas. Kalau memberi makanan sebagai bentuk terkecil kepedulian kita saja dilarang, terus gimana, dong?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: hewan liarKucing Liarmakanan kucing
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

kucing liar jangan memberi makanan kucing tulang ikan tulang ayam mojok.co

Please, Tulang Ikan atau Ayam Jangan Dijadikan Makanan Kucing, Bahaya!

11 Juli 2020
Whiskas Adalah Makanan Kucing yang Berbahaya terminal mojok

Bagi Saya, Whiskas Adalah Makanan Kucing yang Berbahaya

9 Mei 2021
Jangan Kasih Makan Kucing Liar, Mereka Harus Bisa Survive Sendiri terminal mojok

Jangan Kasih Makan Kucing Liar, Mereka Harus Bisa Survive Sendiri!

30 September 2021
Kucing Liar Primadona dan Punya Tempat Istimewa di Istanbul (Unsplash.com)

Kucing Liar: Primadona dan Punya Tempat Istimewa di Istanbul

7 Agustus 2022
Kucing Liar Adalah Hama Terminal Mojok

Kucing Liar Adalah Hama

12 Desember 2022
Kenapa Banyak Kucing Berdatangan setelah Kita Memberi Makan Kucing Liar_ terminal mojok

Kenapa Banyak Kucing Berdatangan setelah Kita Memberi Makan Kucing Liar?

26 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.