Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Jiwa Toast Emang Lebih Layak Jadi Pilihan Utama Saat Kopi Janji Jiwa Nggak Sesuai Selera

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
29 September 2021
A A
Akui Saja, Jiwa Toast Emang Jadi Pilihan Utama Saat Kopi Janji Jiwa Nggak Sesuai Selera
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, memperhatikan bagaimana dunia sekaligus usaha kuliner berkembang selalu menarik untuk diperdebatkan. Mulai dari perdebatan basi soal cara makan bubur diaduk atau nggak, sampai yang terkini soal perkopisusuan duniawi. Tentu saja, Janji Jiwa & Jiwa Toast nggak bisa di-skip begitu saja dari topik menarik ini.

Bukan tanpa alasan. Menu yang tersedia di Janji Jiwa & Jiwa Toast cukup beragam dan sangat variatif. Mulai dari ragam kopi, teh, tanpa kopi, dan the one and only Jiwa Toast dengan segala varian rasanya.

Sebagian di antara kalian barangkali sudah terbiasa berdebat dan mungkin juga sepakat, rasa kopi Janji Jiwa kurang memikat pelanggan. Bahkan cenderung biasa saja dibanding kopi lain dengan varian serupa, meski berbeda merek. Jika merujuk pada selera, lumrah saja pada akhirnya setiap orang memiliki pendapat sekaligus penilaiannya masing-masing.

Lebih dari itu, mari kita bersepakat nggak suka atau nggak selera dengan Kopi Janji Jiwa adalah satu hal. Nggak perlu diperdebatkan lagi. Nggak usah ribut-ribut lagi. Namun, menjadikan Jiwa Toast sebagai favorit sekaligus pilihan utama saat memesan di Janji Jiwa & Jiwa Toast itu persoalan lain.

Jujur saja, saya termasuk ke dalam golongan yang satu ini. Tiap kali memesan atau datang ke outlet Janji Jiwa, alih-alih pesan kopi, saya lebih suka ngemil Jiwa Toast-nya. Sebagai salah satu sajian terbaik yang pernah ada dalam menu Janji Jiwa & Jiwa Toast, eksistensi Jiwa Toast memang wajib dipertahankan.

Boleh dibilang harganya memang mahal untuk varian roti panggang dengan segala isiannya. Setidaknya itu yang terbesit di pikiran saya saat kali pertama melihat menunya. Harganya berkisar antara Rp28-35 ribuan. Lha, gimana? Dengan nominal harga yang sama, kita bisa dapat es kopi susu dua cup. Akan tetapi, harga bukan lagi persoalan ketika rasa sudah mengambil alih kuasa. Percaya sama saya, dengan harga segitu, rasanya worth it banget! Nggak ada lawan dan nggak akan kepikiran lagi berapa uang yang sudah dikeluarkan di tiap gigitannya.

Makanya nggak heran kalau di media sosial sebagian orang lebih ramai menggaungkan Jiwa Toast ketimbang menu kopi Janji Jiwa itu sendiri. Ya, gimana yaaa, rasa nggak akan mengkhianati indra pengecap, sih.

Dan yang ajaib dari varian Jiwa Toast ini adalah rasanya enak dan saling melengkapi. Rotinya lembut, kemudian dipanggang, dan sensasi manisnya pas. Kombinasi antara saus mentai dan saus kejunya betul-betul melengkapi rasanya. Coleslaw tipis-tipisnya juga nggak bisa disepelekan. Topping utama seperti daging ayam, daging sapi, dan irisan tuna seakan menyatu dengan pelengkap lainnya. Belum lagi selipan omelete yang lembut. Kolaborasi dengan topping utama menghasilkan sensasi juicy tiada tanding, tiada banding. Nggak ada celah untuk dicela! Nggak heran juga kalau Jiwa Toast jadi menu andalan Janji Jiwa, sih, no debat!

Baca Juga:

Pengalaman Mencoba Coffee Gold Indomaret: Enak, Murah, tapi Bingung karena Kasir Indomaret Merangkap Baristanya

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Coba bandingkan dengan para kompetitornya. Rasa kopi boleh saja bersaing satu sama lain. Namun, sampai dengan saat ini, dengan harga yang setara, rasanya belum ada varian roti yang rasanya menyaingi Jiwa Toast. Roti di salah satu kompetitor Janji Jiwa? Mohon maaf sebelumnya. FYI saja, untuk ukuran roti, rasanya terlalu biasa dan bukan tandingan yang setara.

Nih, ya, saking istimewa dari segi rasa, Jiwa Toast ini sangat cocok dan bisa jadi alternatif pengganti donat atau pizza sewaktu ada acara di kantor. Apa pun momennya. Naik jabatan kek. Rekan kerja yang resign kek, apa pun itu lah. Biar cemilannya nggak itu-itu saja dan ada variasi.

Kalau pengin sedikit berinovasi lagi dari sisi memperluas pasar, selain sudah punya banyak pelanggan, Jiwa Toast bisa banget, lho, bikin versi lite khusus buat acara atau momen tertentu di kantor. Rasanya tetap sama, tapi harganya lebih terjangkau. Sebab, bukan rahasia lagi jika karyawan kantoran memilih donat atau pizza sebagai cemilan favorit. Bukan hanya karena harganya yang murah, tapi juga porsinya bisa dibagi-bagi dengan banyak orang. Kalau perlu lho, ya. Siapa tahu. Peluang bisnis biar bisa semakin eksis, lho.

Sumber Gambar: YouTube Wisky ID

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2021 oleh

Tags: janji jiwaJiwa ToastKopiroti panggang
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Warkop Tidak Akan Kalah Bersaing dengan Kafe Kekinian

26 Juli 2020
Mempertanyakan Coffee Shop yang Mematok Harga Tanggung, Bikin Repot Pembeli Saja Mojok.co

Mempertanyakan Coffee Shop yang Mematok Harga Tanggung, Bikin Repot Pembeli Saja

30 Juni 2024
Hasil Adu Antara Kopi Gadjah vs Kopi Kapal Api, Mana yang Lebih Unggul_ terminal mojok

Hasil Adu Antara Kopi Gadjah vs Kopi Kapal Api, Mana yang Lebih Unggul?

4 Mei 2021
Kopi Lelet Bukan Kopi, tapi Perwakilan Patah Hati (Unsplash)

Kopi Lelet Lasem Itu Bukan Kopi, tapi Wujud dari Rasa Sakit Ditinggal ketika Sudah Sayang-sayangnya

27 Juli 2025
Americano dan Coffee Culture Menarik Lainnya di Korea Selatan Terminal Mojok

Americano dan Coffee Culture Menarik Lainnya di Korea Selatan

4 Maret 2022
Belajar Menikmati Kopi Tanpa Gula dengan Hario V60 terminal mojok.co

Hario V60: Media untuk Belajar Nikmati Kopi Tanpa Gula

4 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.