Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Divisi Konsumsi, Layak Diapresiasi Tinggi dalam Tiap Acara

Ricky Alfandi oleh Ricky Alfandi
24 September 2021
A A
Divisi Konsumsi, Divisi yang Layak Diapresiasi dalam Tiap Acara terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saat masih jadi mahasiswa baru, saya memiliki pemahaman bahwa dalam sebuah kepanitiaan atau organisasi, posisi ketua adalah posisi yang paling mendapat sorotan. Menjadi ketua organisasi atau ketua panitia kesannya wah, keren, dan layak diapresiasi. Akan tetapi, setelah bergabung menjadi anggota suatu organisasi kemahasiswaan dan menjabat sebagai panitia dalam acara kampus, mindset itu berubah. Ada satu divisi yang jarang disorot, namun punya peranan sangat penting dalam tiap acara organisasi, yaitu divisi konsumsi.

Lho, kok bisa?

Tentu saja bisa. Sini saya kasih tahu. Namanya saja “konsumsi”, sudah jelas divisi ini bekerja paling keras dalam hal perdapuran, mulai dari menyiapkan konsumsi seperti lauk pauk, snack, kopi, hingga masak! Mungkin kelihatannya kerjaan divisi satu ini mudah, ya, padahal bikin mumet, Bos. Saya saja yang bukan termasuk anggota divisi konsumsi pusing tiap kali melihat teman-teman bolak-balik menyiapkan konsumsi untuk berbagai acara. Jadi, sekali lagi saya tegaskan, kehadiran anak konsumsi bukan hanya penting, melainkan sangat penting. Tanpa kehadiran mereka, peserta, panitia, dan para tamu bisa apa, coba?

Menurut saya, ada tiga alasan penting mengapa orang-orang dari divisi konsumsi memang layak diapresiasi.

#1 Menghidupi para peserta dalam suatu acara

Keberhasilan dan gagalnya suatu acara dipegang oleh orang-orang yang berada di divisi konsumsi. Mereka punya tanggung jawab yang sangat besar dalam menghidupi peserta agar nggak kelaparan dan tetap semangat dalam suatu acara. Tak lupa, mereka juga menghidupi para panitia dan tamu yang datang.

Kalau acaranya diadakan satu hari saja, mungkin akan lebih mudah membuat menu konsumsi untuk acara di hari itu. Namun, jika acaranya diadakan hingga tiga atau empat hari, pasti bikin anak divisi konsumsi mumet setengah mati. Semua anggota divisi tersebut bakal mencari ide menu makanan, snack, dan bahkan mencari bahan-bahan makanan baru agar berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Kalau makanan yang disuguhkan enak, divisi konsumsi jarang sekali—bahkan nggak pernah—dapat pujian. Tapi, kalau makanan yang disuguhkan kurang enak, sudah pasti mereka dapat semburan orang-orang. Senior pun bakal ikutan ngomel. Hadeh, ancen nggatheli.

#2 Mereka nggak pernah pilih-pilih anggota

Sudah bukan rahasia umum kalau divisi konsumsi jadi divisi yang paling nggak populer dalam kepanitiaan atau organisasi. Tiap ada oprec, jarang sekali ada yang pengin daftar masuk divisi ini. Alasannya beragam, mulai dari kurang terkenal, jarang kelihatan saat acara, hingga takut bau bawang brambang.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Padahal, divisi konsumsi nggak pernah pilih-pilih anggota, mereka sangat legowo menerima siapa saja. Mahasiswa dengan IPK kurang dari 3 boleh daftar divisi ini, mahasiswa dengan nilai C bisa jadi anggota divisi ini, mahasiswa tenar dan populer di fakultas juga boleh gabung divisi ini. Pokoknya siapa saja bisa terlibat urusan konsumsi ini. Bahkan, jika kuotanya sudah penuh, mereka tetap menerima anggota baru. Ya jelas, mereka bakal mencari anggota sebanyak-banyaknya karena mereka bakal butuh banyak tenaga untuk menghidupi semua peserta, sih. Ehe.

#3 Ikhlas nggak pernah kejepret kamera

Divisi konsumsi memang jarang sekali dibicarakan banyak orang. Walau begitu, mulai dari masa oprec hingga acara dimulai, tugas orang-orang dalam divisi ini tak pernah berhenti dikerjakan. Selain tugasnya yang berat, mereka juga jarang sekali didokumentasikan kehadirannya saat tengah melaksanakan tugas. Boro-boro sempat foto bareng panitia dari divisi lain, mondar-mandir mengurus konsumsi untuk acara saja sudah melelahkan luar biasa. Namun, anak-anak dari divisi ini nggak pernah mengeluh dan tetap bekerja di belakang layar.

Saya pernah bertanya pada salah seorang teman yang kebetulan mengurusi konsumsi di suatu acara kampus, “Ndel, nggak mau foto bareng panitia lain?” Teman saya ini menjawab, “Ndak usah, Mas. Sing penting acarane lancar!” Wah, sungguh jawaban yang legowo.

Itulah 3 alasan mengapa divisi konsumsi memang sudah selayaknya dapat apresiasi lebih. Mungkin apresiasi dari saya hanya bisa melalui tulisan ini, tapi saya beneran tulus menuliskannya untuk teman-teman dari divisi konsumsi. Terima kasih!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2021 oleh

Tags: divisi konsumsiMahasiswaorganisasipanitia
Ricky Alfandi

Ricky Alfandi

Terkadang suka nulis, terkadang malu dengan tulisannya.

ArtikelTerkait

7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader terminal mojok.co

5 Mitos Organisasi Mahasiswa, Tidak Seindah yang Kamu Kira

21 November 2020
lulus kuliah mau jadi apa kerja apa overthinking insomnia quarter life crisis wabah corona pandemi corona anak muda umur 20-an mojok.co

Makin Deket Lulus Kuliah, Makin Bingung Mau Jadi Apa

22 Juni 2020
Tawangmangu, Pilihan Jalur yang Tepat untuk Pulang Kampung ke Ponorogo dari Solo Mojok.co

Tawangmangu, Pilihan Jalur yang Tepat untuk Pulang Kampung ke Ponorogo dari Solo

20 Agustus 2024
Kata Siapa Jadi Contact Person CP Sebuah Acara Itu Enak, Justru Stok Sabarnya Harus Ekstra terminal mojok

Kata Siapa Jadi Contact Person (CP) Sebuah Acara Itu Enak? Justru Stok Sabarnya Harus Ekstra!

17 Juli 2021
Upin Ipin dan Teman-temannya akan Lanjut di Kampus-kampus Ini kalau Tinggal di Indonesia Mojok.co

Upin Ipin dan Teman-temannya akan Lanjut di Kampus-kampus Ini kalau Tinggal di Indonesia

7 Juli 2024
staf tu fakultas yudisium wisuda lulus mojok

Di Kampus Saya, Orang Paling Menyebalkan Bukanlah Dosen Pembimbing, tapi Staf TU Fakultas

16 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.