Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Apa Itu Nembak Lewat Chat, Lewat Surat Cinta Dong Lebih Romantis

Nursyifa Afati Muftizasari oleh Nursyifa Afati Muftizasari
21 September 2019
A A
surat cinta

surat cinta

Share on FacebookShare on Twitter

Ibu saya sering cerita soal surat cinta. Betapa romantis hal tersebut pada masanya. Beliau sering berkata bahwa zaman sekarang tidak seru, karena terlalu canggih.

Saya lahir sebulan sebelum masuk tahun 2000. Tahun yang digadang sebagai Tahun Naga Emas. Tahun yang disambut sangat meriah. Tahun yang jadi saksi pergantian abad. Saya tumbuh di era digital. Generasi saya sering disebut generasi milenial. Saya berkembang seiring dengan perkembangan media sosial. Saya mengenal facebook saat SD, membuat akun twitter saat SMP, dan mulai memainkan instagram di awal SMA. Di SMA, mulai pula saya gunakan aplikasi sejenis WhatsApp. Kuliah? Ah, sepertinya belum ada yang se-WAH hal-hal tersebut bagi saya.

Saat SMP, mayoritas teman saya punya telepon selular pribadi, meski belum terlalu canggih. Kami berkomunikasi via SMS atau telepon. Bagi saya, hal tersebut sudah merupakan sebuah kemudahan dalam dunia komunikasi. Di masa lalu, tak ada alat secanggih itu.

Saat saya masuk SMA, saya dan teman-teman mulai beralih pada gawai yang lebih canggih. Internet sudah jadi kebutuhan pokok. SMS mulai kehilangan eksistensi. Aplikasi seperti What’sApp dan LINE mulai memainkan peran penting di tengah masyarakat Indonesia, khususnya anak muda. Sudah jauh lebih canggih dibanding zaman saya SMP. Pergantian teknologi terasa sangat cepat.

Saya pun meninggalkan telepon selular kesayangan saya pada kelas dua SMA, karena sudah rusak dan tak bisa dipakai tak sesuai zaman. Saya mulai butuh gawai yang mudah terkoneksi intenet. Saya butuh aplikasi seperti What’sApp, butuh masuk grup kelas.

Dunia berubah, kisah asmara pun berubah. Ibu saya sering cerita tentang cara-cara menyatakan cinta yang romantis pada masanya. Biasanya, melalui surat cinta. Selembar kertas berisi kata-kata romantis, dibungkus amplop warna merah hati, lalu diletakkan pagi-pagi di laci meja sang korban penembakan.

Saat si do’i menemukan amplop tersebut dan kebetulan terlihat oleh teman-teman kelas, dimulailah agenda dadakan, konferensi pers ala-ala siswa SMA. Dari siapa? Baca donk, isinya apa? Kamu terima nggak?

Kadang, sedihnya, muncul juga pertanyaan jahat seperti… atau mau kamu buang aja? Nggak penting juga ‘kan ya, anak SMA kita nggak ada yang cakep!

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Ya pokoknya, kalau sampai terlihat teman-teman sekelas, ceritanya jadi runyam. Mungkin lebih baik segera dimasukkan tas, lalu dibaca nanti malam di kamar. Sepertinya terdengar lebih romantis. Asal, jangan ketahuan orang tua juga, sama saja runyam.

Selain surat dalam amplop, ada pula cara pendekatan yang sangat klasik. Si pria meminjam buku pelajaran wanita yang dia suka, lalu menuliskan kata-kata pendekatan di sana. Ya, sebut saja kata-kata rayuan. Jika wanita tersebut memiliki perasaan sama, biasanya pesan tersebut berbalas, ditulis di buku yang sama. Begitulah seterusnya hingga mereka jadian. Atau, hingga percakapan terhenti karena bosan.

Ah, ada lagi. Surat cinta yang dibentuk pesawat kertas. Kata ibu saya, ini juga cara klasik yang sering digunakan pada masanya. Pesawat kertas kemudian diterbangkan pada orang yang disukai. Tapi harus hati-hati, jangan sampai mendarat di orang yang salah, nanti jadi beda cerita.

Selain pesawat, bentuk perahu pun sering digunakan. Jika hujan tiba dan selokan depan kelas penuh, sering kali digunakan untuk main perahu kertas. Sebuah pesan ditulis di kertas, lalu dibentuk perahu, dan dilayarkan di selokan. Kalau cara ini, biasanya bukan pendekatan berencana, melainkan pendekatan asal. Siapapun yang dapat, ayo berkenalan. Kalau cocok, ayo jadian.

Perahu kertas ini adalah cara iseng dan berisiko. Kertas yang berbentuk perahu itu bisa saja sudah rusak sebelum ditemukan. Misi gagal. Sayang sekali. Ya, mau bagaimana lagi, namanya juga kertas, rapuh akan air.

Gila sih, saya tak pernah mengalami hal-hal itu. Oke lah, mungkin saya masih sempat lihat yang semacam itu. Tapi hanya beberapa kali, intensitasnya rendah. Maraknya cara pendekatan dan penembakan yang jauh lebih mudah, membuat cara klasik mulai ditinggalkan.

Selama SMA, saya sangat sering menjadi saksi penembakan via aplikasi chatting atau media sosial lainnya. Tapi saya hanya sesekali melihat surat cinta ditulis, dibungkus indah, dan disampaikan. Kalau dibuat perbandingan, mungkin tak sampai satu banding sepuluh.

Saya sering berpikir, asyik juga ya, hidup di zaman dulu. Komunikasi tak langsung memang sulit, tapi jadi sebuah hal sakral. Sayang sekali, saya tidak hidup di era surat cinta. Lagi pula, hal menyebalkan yang sekarang saya rasakan adalah… romantisme sering disebut bucin. Jika masih ada yang menulis surat cinta, akankah disebut bucin? Kasihan sekali ya.

BACA JUGA Relationship Goal yang Sering Terlupakan: Ayah-Ibu dan Kakek-Nenek Kita atau tulisan Nursyifa Afati Muftizasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: jaman dulunembakPacaranSurat Cinta
Nursyifa Afati Muftizasari

Nursyifa Afati Muftizasari

Lahir di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mahasiswa Universitas Padjadjaran. Ikuti saya di instagram @afa_mufti.

ArtikelTerkait

panggilan sayang

Karakter Orang Berdasarkan Pemilihan Panggilan Sayang ke Pacarnya

13 April 2020
Forecasting Love and Weather Jangan Pacaran dengan Teman Sekantor Terminal mojok

Forecasting Love and Weather: Jangan Pacaran dengan Teman Sekantor

19 Februari 2022
sakit hati

Kenapa Mudah Sekali Sakit Hati? Kasihan Hatinya

12 Juli 2019
pacaran saudara kembar MOJOK

Pacaran Sama Cewek yang Punya Saudara Kembar, Seru dan Bikin Tengsin pada Waktu Bersamaan

30 Juni 2020
slang

Mengapa Bucin, Kepo, dan Bahasa Slang Lainnya Harus Benar-Benar Kita Tahu Artinya?

29 Agustus 2019
Payung Teduh Masih Tetap Teduh Didengar Meski Ditinggal Mas Is terminal mojok.co

Emang Bener Hujan di Malam Minggu Terjadi Karena Doanya Para Jomblo?

7 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

17 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!
  • Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”
  • Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan
  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.