Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lesung Pipi dan Kisah di Baliknya

Chelsea Venda oleh Chelsea Venda
6 September 2019
A A
lesung pipi

lesung pipi

Share on FacebookShare on Twitter

Konon, hanya 20% orang saja di dunia ini yang terlahir mempunyai lesung pipi. Saya adalah salah satunya. Meski banyak orang yang menganggap orang yang punya hal ini menggemaskan. Saya justru pernah membenci lekukan pipi yang saya punya.

Dulu, saat saya masih anak-anak, saya pernah diceritai oleh tetangga sebelah rumah kalau orang yang mempunyai lesung pipi biasanya akan meninggal ketika bulan sabit. Alasannya sederhana, bulan sabit mirip dengan bentuk serupa dengan lekukan pipi. Sejak saat itu juga, ketika bulan sabit tiba, saya nggak pernah mau diajak keluar oleh siapapun, termasuk orangtua saya.

Ketika saya menjelaskan ketakutan saya. Orangtua saya malah tertawa. Ternyata saya hanyalah anak-anak yang terkena hoax. Hadeh, fenomena hoax ini memang masif sekali. Sudah ada sejak dulu atau bahkan ratusan tahun lalu.

Setelah itu, saya menjadi percaya diri lagi dengan mempunyai lekukan pipi. Tetapi ketika SMP saya justru merasa risih. Saat itu, banyak orang yang penasaran dengan lesung pipi saya. Kadang sampai memaksa saya agar mau tersenyum hanya untuk melihatnya.

“Senyum dong! Coba liat lesung pipinya.”

Dan setelah saya terpaksa tersenyum, mereka hanya bilang, “hahaha. Oh iya, beneran ada.”

Lah, gitu doang? Sudah maksa untuk senyum, nggak ada terimakasihnya! Emangnya saya sirkus yang cuma memuaskan rasa penasaranmu aja.

Saya baru menyadari ketika dewasa kalau lesung pipi yang kata orang menggemaskan ini ternyata adalah kelainan. Lekukan pipi ini terbentuk karena otot wajah mengalami kelainan atau deformitas.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Facebook Adalah Seburuk-buruknya Tempat Curhat Soal Kulit dan Minta Rekomendasi Skincare

Ada kelainan pada struktur otot wajah yang bernama zygomaticus major. Variasi otot zygomaticus major bernama bifid zygomaticus mengubah anatomi pada area pipi menjadi lesung pipi.
Hal ini biasanya ada karena faktor keturunan. Dalam artian, jika orang tua kita mempunyai lesung pipi maka ada kesempatan 20-50% anaknya juga akan memiliki hal yang sama juga. Namun,lekukan ini nggak selamanya abadi. Beberapa orang yang memilikinya saat kecil justru hilang ketika dewasa.

Hal ini karena masa anak-anak adalah masa pertumbuhan, dan kelainan sel di struktur wajah tersebut punya potensi untuk kembali menjadi sel normal. Ketika itu terjadi, ya lesung pipi akan hilang. Lekukan ini memang terkenal menggemaskan ketika di pipi, baik itu pipi kanan atau kiri. Namun, nyatanya ada beberapa bagian lain yang memungkinkan timbulnya lekukan ini.

Di Dagu Terbelah

Lesung pipi di dagu lebih dikenal dengan dagu berbelah. Bentuknya seperti huruf Y. Namun ada juga yang berbentuk lubang. Hal ini karena adanya pembentukan tulang rahang yang tidak sempurna di bagian kiri dan kanan ketika masih dalam kandungan. Lekukan pipi di dagu ini juga kebanyakan terjadi hasil dari keturunan.

Di Punggung

Lesung pipi pada punggung disebut sacral dimples. Letaknya ada di atas belahan punggung atau di sekitar bawah tulang belakang, bentuknya hanya berupa lekukan kecil. Lekukan ini terletak pada punggung biasanya terlihat pada bayi yang baru lahir. Berhati-hatilah pada lesung pipi ini, karena sacral dimples bisa menjadi pertanda cacat pada saraf.

Kelainan sacral dimples dapat dilihat dari bentuk lekukan pada pipi tersebut. Meski hal ini sangat jarang terjadi. Kalau lekukan pada punggung hanya berlekuk kecil, biasanya tidak membahayakan. Namun, jika bentuknya besar dan dalam, kamu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Nah, belakangan ini banyak orang yang tidak punya lekukan pipi tapi ingin mempunyainya. Sebenarnya lekukan ini bisa dibuat dengan cara sulam lesung pipi. Wright Jones, seorang ahli bedah plastik menyatakan bahwa permintaan prosedur sulam lesung pipi ini meningkat sebanyak tiga kali lipat di kalangan kaum milenial dalam beberapa tahun terakhir.

Prosesnya cukup sederhana, dokter akan membuat garis imajiner agar lesung pipi yang akan dibuat menjadi presisi. Lalu pasien akan dibius lokal dan baru membuat sayatan selebar 2-3 mm di area pipi pada pasien.

Tapi perlu diingat, sulam ini juga mempunyai resiko, mulai dari infeksi sampai deformitas alias kelainan bentuk wajah.

Saya sendiri bersyukur, sudah mendapatkan lesung pipi yang kata orang menggemaskan tanpa harus menjalani sulam itu. Tapi di sisi lain, saya juga merasa aneh, saya bersyukur atas kelainan di struktur pipi. (*)

BACA JUGA Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari atau tulisan Chelsea Venda lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2019 oleh

Tags: ciri khasCurhatlesung pipimenggemaskansulam lesung pipi
Chelsea Venda

Chelsea Venda

ArtikelTerkait

anti drakor

Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor

28 Agustus 2019
gorengan

Kelakuan Para Pembeli Gorengan: Lain yang Dipegang, Lain Pula yang Dibeli

29 Agustus 2019
golongan darah

Cocoklogi: Adakah Relevansi Golongan Darah dengan Perilaku Tertentu Manusia?

12 Agustus 2019
membuang makanan

Membuang Makanan itu Melukai Kemanusiaan Kita

7 Agustus 2019
Beberapa Opsi Kalimat Anti Toxic Positivity Pengganti “Yok Bisa Yok” terminal mojok.co

Beberapa Opsi Kalimat Anti Toxic Positivity Pengganti “Yok Bisa Yok”

20 Januari 2021
musik metal

Susahnya Menjelaskan Musik Metal ke Orang Tua

20 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

28 Januari 2026
Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.