Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
14 April 2021
A A
Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03 terminal mojok.co

Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sinetron khas Ramadan Para Pencari Tuhan, sudah mencapai jilid ke-16 tahun ini. Apakah itu sudah saatnya ia dirampungkan?

Ibu saya selalu memasak kolak setiap buka puasa. Saya sebetulnya tak terlalu suka kolak. Begitu juga kurma dan makanan lain yang menurut saya terlalu manis. Mungkin saya memang ditakdirkan untuk tak bisa menikmati segala hal berbau Ramadan yang khas negara ini. Saya tak suka petasan sejak kecil. Padahal saat saya kecil, kakek saya selalu membelikan saya mercon ipret (petasan kecil yang memiliki kepala pink seperti korek api). Saya juga tak bikin balon dari plastik yang diisi asap. Saya sempat merasa seperti anak aneh karena tak begitu bisa menikmati tetek bengek budaya khas Ramadan di Indonesia.

Namun, semua itu berubah saat saya menemukan sinetron khas Ramadan. Seperti Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, dan Para Pencari Tuhan. Lantaran sinetron itu, saya jadi bisa nimbrung sama teman-teman. Saya jadi punya bahan obrolan saat istirahat sekolah atau pas nongkrong di masjid. Memang sinetron bikinan Dedi Mizwar selalu keren. Sinetron Lorong Waktu dan Kiamat Sudah Dekat, sejak lama memang sudah tamat. Sinetron yang masih bertahan dari zaman saya masih bocah, sampai sekarang sudah sering disuruh nikah, tinggal si Para Pencari Tuhan.

Sinetron Para Pencari Tuhan sudah masuk jilid ke-14 nya tahun ini. Sempat istirahat pada tahun 2019, tapi sinetron penggantinya kurang asoy, gagal total. Saya tak suka kolak, kurma, petasan, dugderan, tapi saya suka sinetron ini. Setiap tahun saya menonton sinetron ini. Begitu juga seluruh anggota keluarga saya. Akhirnya saya punya hal yang saya rindukan dan nantikan setiap Ramadan tiba.

Akan tetapi, sejak lima tahunan ini, atau sejak jilid ke-9, saya sudah tak terlalu bisa menikmatinya lagi. Sudah kepanjangan mungkin. Terlalu panjang dan ceritanya ngembrah ke mana-mana. Terlalu dipaksakan lebih tepatnya. Maaf ya, para fans fanatik Para Pencari Tuhan.

Musim awal sinetron Para Pencari Tuhan sungguh bagus, benar-bebar dekat dengan kehidupan masyarakat kampung. Bagaimana Baron (Aden Bajaj), Chelsea (Melky Bajaj), dan Juki (Isa Bajaj), punya pendalaman karakter yang baik. Setiap tokoh warga kampung diperankan dengan sangat baik. Tiap tokoh punya ceritanya dan karakter uniknya sendiri. Yah, seperti sinetron Dedi Mizwar yang lain.

Ada beberapa konflik di Kampung Kincir. Konflik-konflik yang ditulis dengan baik. Ada cinta segitiga antara Aya (Zaskia Adya Mecca), Azam (Agus Kuncoro), dan Kalila (Arta Ivano), yang sangat hidup di jilid kedua. Kalau jilid pertama masih soal Aya dan Azam, di jilid kedua ini, konfliknya makin memanas, hingga pada akhirnya Aya dan Azam yang menikah. Namun, justru bukan itu yang menjadi daya tarik utamanya. Itu cuma para tokoh utama. Justru tokoh-tokoh sampingan yang menghidupkan sinetron ini.

Ada persahabatan antara Ashrul Dahlan dan Udin (Udin Ngaga). Ashrul ini idealis dan miskin, pun Udin hansip yang sangat mencintai pramuka. Perbedaan pandangan dan kesetiakawanan mereka ditampilkan dengan jenaka dan apik. Ada juga Ustaz Ferry (Akri Patrio) yang turun pamornya. Sempat jadi seorang pendakwah ulung di televisi, dia akhirnya tak pernah lagi dapat panggilan shooting. Masalah utama Ustaz Ferry dan istrinya adalah kemiskinan dan belum dikaruniai anak.

Baca Juga:

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

Ada Baha (Tora Sudiro) yang mati di jilid ketiga. Ada juga trio pengurus RW, RT (Jose Terpase) dan RW (Idrus Madani), dan bendahara (Hakim Ahmad). Kerjaan mereka rapat tak penting, nggak pada kerja, tapi hobi nipu dan nyari proyek. Bisa dibilang mereka ini sebagai bentuk sindiran kepada para penggede di pemerintahan.

Ada juga para manusia kebon. Ada Pepen yang naksir dengan Mbak Aya. Ada juga Om Gery yang ngamuk kalau lagi lapar. Kalau sudah dapat nasi bungkus, barulah tenang. Lalu konflik antara Pak Jalal (Jarwo Kwat) dan Lolli pembantu yang naksir padanya. Ada Bonte, ada Maulana, Nek Vega dan Vegi, ada banyak pokoknya.

Konflik dan tokoh yang disajikan sangat unik dan menghibur. Sindiran-sindiran halus disuguhkan dengan porsi yang pas. Itu dulu, saat jilidnya masih di bawah angka sepuluh. Semua mengalir dengan pas, nggak berlebihan. Tokoh-tokohnya juga diberi porsi yang pas. Namun, lama-kelamaan cerita dan konfliknya mohon maaf, makin berlebihan, ngembrah ra karuan.

Selain itu, akting para tokoh sampingan juga sudah makin terlalu ngebanyol. Mereka tak terlihat natural lagi. Bahkan, para tokoh sampingan, seperti mendapat jatah cerita yang terlalu banyak. Jadinya ruwet dan semua serupa jadi tokoh utama. Yah, mirip-mirip sinetron kebanyakan, yang masalah dan konfliknya jadi lebay banget. Mungkin karena mereka sadar, jika kekuatan utama sinetron ini justru pada tokoh-tokoh kelas dua ini.

Apalagi setelah Kampung Kincir tenggelam dan mereka harus pindah. Jalan cerita jadi makin aneh dan muncul tokoh-tokoh baru yang agak berlebihan dan wagu begitu. Apalagi soal Bang Udin jadi gila dan manusia Kebon jadi kaya, berlebihan banget gimmicknya. Yah, ini cuma selera, tiap orang punya seleranya sendiri-sendiri. Mungkin seperti yang terjadi pada Big Bang Theory, Si Doel, Tersanjung, dan acara yang panjang-panjang lainnya. Mau sekuat apa pun mempertahankan, kalau sudah terlalu lama dan tak ada lagi gairahnya, udahan aja, lah! Daripada dipaksakan, nanti tambah sakit dan toxic.

Sumber Gambar: Vidio Para Pencari Tuhan

*Takjilan Terminal adalah segmen khusus yang mengulas serba-serbi Ramadan dan dibagikan dalam edisi khusus bulan Ramadan 2021.

BACA JUGA 5 Lokasi Shooting Sinetron Indonesia yang Monoton atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: para pencari tuhanRamadanSinetronTakjilan Terminal
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

sinetron dunia terbalik tokohyang nyampah dudung ujang juni mojok.co

Sinetron Dunia Terbalik Sebaiknya Menghilangkan Tokoh-tokoh Nyampah Ini

26 Agustus 2020

Ada yang Hilang dari Imam Tarawih Kita: Perhatian pada Makmumnya. #TakjilanTerminal43

7 Mei 2021
Kasta Biskuit dalam Sekaleng Khong Guan: Mana yang Kamu Makan Duluan? terminal mojok.co

Kasta Biskuit dalam Sekaleng Khong Guan: Mana yang Kamu Makan Duluan?

20 April 2021
Kamu Tuh Kenapa Sih, Katanya Sebal Sama FTV dan Sinetron, Tapi Kok Masih Ditonton?

Kamu Tuh Kenapa Sih, Katanya Sebal Sama FTV dan Sinetron, Tapi Kok Masih Ditonton?

2 November 2019
Iklan Marjan, Pertanda Datangnya Ramadan

Iklan Marjan, Iklan Sirop Fenomenal Pertanda Datangnya Ramadan

17 Maret 2023
Benarkah Salat Jumat Bikin Ganteng dan Wudu Bikin Wajah Glowing?

Lima Karakteristik Jamaah Salat Tarawih yang Pernah Saya Temui

2 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.