Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Lolos SNMPTN di Pilihan Pertama? Tenang, Itu Bukan Akhir Segalanya!

Audian Laili oleh Audian Laili
24 Maret 2021
A A
Nggak Lolos SNMPTN di Pilihan Pertama? Tenang, Itu Bukan Akhir Segalanya! terminal mojok.co

Nggak Lolos SNMPTN di Pilihan Pertama? Tenang, Itu Bukan Akhir Segalanya! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada 22 Maret 2021 kemarin, hasil diterima tidaknya di SNMPTN pun diumumkan. Ada yang senang karena diterima. Ada yang sedih karena tidak diterima. Ada pula yang galau karena lolos SNMPTN bukan di pilihan pertamanya.

Ada beberapa alasan seseorang tidak hanya memasukkan satu pilihan ketika mendaftar SNMPTN. Tentu saja alasan ini akan memengaruhi bagaimana responsnya saat tidak lolos SNMPTN di pilihan pertama.

Pertama, dia punya banyak minat sehingga dia merasa ada beberapa jurusan yang bisa menampung minatnya tersebut. Orang dengan tipe pertama, tampaknya akan santai-santai saja. Lha wong, semua pilihan yang dia tuliskan itu tetap jadi minatnya, kok. Orang-orang seperti ini cenderung akan calm down dan optimis jurusan apa pun yang ia pilih pasti dengan semangat akan diarungi.

Kedua, jurusan apa pun tidak menjadi masalah. Hal yang terpenting adalah ia bisa berkuliah di universitas atau kota tertentu. Suasana kampus atau kotalah yang menjadi prioritasnya. Jadi, saat tidak lolos SNMPTN di pilihan pertama, kemungkinan ia akan tetap senang-senang aja. Pasalnya, ia tetap bisa kuliah di kampus atau kota yang diinginkan. Salah satu kota yang sering dijadikan jujukan adalah Jogja. Katanya, sih, kota ini adalah kota pendidikan, jadi suasananya akan mendukung banget untuk belajar. Katanya, loh, ya.

Ketiga, karena ia ingin main aman. Pokoknya, yang terpenting dia bisa lanjut kuliah. Gitu. Oleh karena itu, ada opsi berapa pun akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia akan tebar jala selama ada kesempatan. Untuk mereka yang cenderung suka tantangan dan senang menantikan hal-hal yang tidak terduga, sih, mungkin nggak ada masalah, ya. Namun, kalau dia nggak siap dengan “takdir” itu dan terlalu yakin dengan pilihan pertamanya, ada kemungkinan bakal ngerasa galau.

Keempat, kecelakaan, alias ia tidak pandai mengatur prioritas. Urutan pilihannya bukan didasarkan keinginan pribadi, tapi berdasar passing grade dari jurusan tersebut. Mohon maaf, kalau tipe ini, sih, dia memang lolos SNMPTN di pilihan pertama. Namun, bukan pilihan pertama di hati. Eh.

Hal yang sering terjadi, sih, “ajaran” soal passing grade ini dipengaruhi sama kakak tingkat atau orang yang lebih tua. Nggak jarang saat kita sedang memasukkan pilihan jurusan kuliah, mereka akan komen gini, “Kok pilihan pertama jurusan A dulu, baru jurusan B? Bukannya, passing grade-nya tinggian jurusan B, ya?” Alhasil, pengaruh-pengaruh itu masuk dan di detik-detik akhir, pilihannya dibalik. Padahal, bisa jadi di dalam hati terdalam dia memang sudah niat banget masuk jurusan kuliah yang passing grade-nya lebih rendah dari pilihan pertama.

Baik untuk calon mahasiswa dengan tipe ketiga dan keempat, bisa jadi saat ini kalian sedang galau, bingung, ragu-ragu, dan penuh dengan ketidakyakinan untuk terus melangkah. Kira-kira manakah jalan terbaik yang harus dijalani: masuk di pilihan yang telah diterima meski nggak sreg-sreg amat di hati? Ataukah mengabaikan penerimaan itu dan menunggu kesempatan lain untuk mengikuti proses pendaftaran selanjutnya?

Baca Juga:

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Dunia. Saya “Membalas” Kegagalan Itu Lewat Jalur SBMPTN dan Sukses Lulus Sebagai Mahasiswa Berprestasi

Nggak Usah Sedih, Jadi Mahasiswa PTN Tak Harus Melalui Jalur SNMPTN

Semua pilihan itu selalu ada konsekuensinya, kok. Ketika kita memutuskan untuk kuliah (terlepas masuk di pilihan pertama, kedua, ketiga, dan kesekian-sekian), itu adalah sebuah pilihan besar. Saat kuliah, berarti kita akan mengemban tanggung jawab yang berbeda dibanding saat kita di SMA. Menyandang “maha” dan bukan lagi sebatas “siswa” tentu saja adalah soal bagaimana kita melanjutkan perjuangan untuk membentuk diri.

Iya, ini adalah tentang membentuk diri kita sendiri. Bukan untuk membentuk omongan orang lain supaya enak didengarkan oleh telinga kita. Ini bukan tentang memuaskan mereka. Jadi, apa pun yang sedang kita kejar itu, kita punya pilihan yang terbaik untuk diri kita sendiri. Kita tidak perlu memaksakan standar hidup orang lain ke dalam kehidupan kita. Semua ada jalannya. Semua ada waktunya. Hal yang bisa kita usahakan saat ini adalah berusaha mengusahakan yang kita inginkan sekuat yang kita mampu.

Jadi, nggak perlu minder ketika pilihan pertamamu bukan jadi “takdir” untuk saat ini ya, Beb.

BACA JUGA SNMPTN Lolos Terus Ngerasa Jenius? Sombhong Amat, Kalian Cuma Beruntung dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2021 oleh

Tags: lolos SNMPTNpilihan pertamaSNMPTN
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

Nasib Anak SNMPTN yang Dibilang Keberuntungan Semata

Nasib Anak SNMPTN yang Dibilang Keberuntungan Semata

12 November 2019
Nggak Usah Sedih, Jadi Mahasiswa PTN Tak Harus Melalui Jalur SNMPTN terminal mojok

Nggak Usah Sedih, Jadi Mahasiswa PTN Tak Harus Melalui Jalur SNMPTN

25 Maret 2021
Kisah Saya Gagal SNMPTN, tapi Sukses via Jalur SBMPTN (Unsplash)

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Dunia. Saya “Membalas” Kegagalan Itu Lewat Jalur SBMPTN dan Sukses Lulus Sebagai Mahasiswa Berprestasi

14 Juni 2024
indikator syarat penerimaan kualifikasi ujian seleksi snmptn 2020 transparansi siapa yang menilai sma smk ptn pts mojok.co

SNMPTN Lolos Terus Ngerasa Jenius? Sombhong Amat, Kalian Cuma Beruntung

10 April 2020
Kiat biar Tampak Mbois Walau Gagal SNMPTN

Kiat biar Tampak Mbois Walau Gagal SNMPTN

10 April 2020
lolos snmptn

Mbak Cania Citta, Sekolah Saya Bukan Unggulan tapi Banyak yang Lolos SNMPTN kok

10 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri Mojok.co

Bioskop Sukabumi Nggak Menarik, Warga Pilih Nonton di Bogor daripada di Kota Sendiri

5 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.