Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan bagi Fresh Graduate dan Pelamar Kerja agar Tidak Keliru Saat Negosiasi Gaji

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
24 Februari 2021
A A
kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

gaji sule di awas ada sule mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, pembahasan soal dunia kerja selalu menarik. Khususnya di ruang lingkup HRD dengan segala proses yang dilakukan. Sebab, selalu saja ada diskusi yang melibatkan beberapa bagian: HRD di perusahaan, para karyawan, juga para pencari kerja. Semuanya berhak untuk ikut berdiskusi dan beropini. Harapannya, tentu saja agar menemukan solusi. Paling nggak, insight baru gitu.

Beberapa waktu yang lewat saja, sempat ramai pembahasan tentang HRD yang marah-marah karena pelamar kerja sembarangan kirim CV via email. Mengabaikan kualifikasi yang sudah ditentukan. Selain itu, ramai juga pembahasan tentang work-life balance yang dipicu oleh Mas Pandji Pragiwaksono, saat nge-twit bahwa, ia mengirim pesan kepada tim kerjanya pada pukul 00:44.

Baru-baru ini, ada pembahasan di ruang lingkup HRD yang tidak kalah bikin geger sekaligus ramai diperbincangkan di Twitter universe.

Buat yang ngerasa pinter dan pengen langsung gaji gede.
BACA! pic.twitter.com/BQy7shmYaM

— Saya bukan (@markobimo) February 21, 2021

Dalam thread tersebut, ada dua poin yang menjadi highlight. Pertama, fresh graduate atau pelamar kerja meminta dan/atau menego kenaikan gaji 50% dari total yang sebelumnya didapat tanpa memerhatikan value atau skill yang dimiliki. Dalam poin ini, dibahas juga soal fresh graduate yang saat ini banyak sekali yang meminta gaji di atas UMR. Kedua, di sisi yang berseberangan, tidak masalah fresh graduate digaji UMR, selama tidak under-value atau over-value. Juga tetap memerhatikan work-life balance.

Intinya, ini membahas hal klasik yang nggak akan basi, yaitu perkara negosiasi gaji.

Selama saya melakukan proses wawancara kerja dengan banyak kandidat, menanyakan berapa harapan gaji mereka sekaligus negosiasi gaji mereka, sampai akhirnya sama-sama sepakat, hal ini terbilang cukup kompleks. Dibilang gampang, nggak juga. Dibilang susah, tapi tinggal dinegosiasikan aja gitu.

Ya gimana ya. Pertama, namanya juga ekspektasi gaji. Saya pikir, setiap pelamar kerja berhak menentukan ekspektasi. Kedua, tentu saja ekspektasi harus diimbangi dengan kemampuan yang mumpuni, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jadi, harus ada koordinasi antara kedua belah pihak—perusahaan dan calon karyawan—yang berujung pada negosiasi.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

4 Hal yang Harus Diperbaiki Program Magang Nasional Kemnaker

Sulit dimungkiri bahwa, terkadang, negosiasi berjalan alot dan nggak sesuai. Pelamar kerja minta berapa, perusahaan hanya menyanggupi berapa.

Biasanya, dalam hal ini, pihak HRD atau perusahaan akan meninjau kembali, apakah gaji yang diminta memang sesuai dengan kemampuan kandidat. Apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika memang sesuai, layaknya seseorang merasa bertemu jodohnya, pihak HRD akan melobi kandidat hingga mencapai kesepakatan terkait gaji sekaligus benefit.

Itu kenapa, secara personal, saya tidak pernah mempermasalahkan harapan gaji seseorang saat proses wawancara berlangsung. Mau bagaimana pun, itu kan haknya para pelamar kerja. Selanjutnya, tinggal bagaimana HRD di perusahaan terkait menginfokan soal berapa range gaji yang ditetapkan oleh kantor.

Agar tidak larut dalam perdebatan, saya akan coba memberi opsi sederhana yang bisa dilakukan oleh para pelamar kerja sebelum menentukan gaji yang diharapkan agar bisa tepat sasaran dalam negosiasi gaji.

Pertama, cari tahu berapa standar gaji untuk posisi yang kalian incar atau idam-idamkan. Rata-rata di angka berapa, lalu sesuaikan dengan kemampuan juga kapasitas yang kalian miliki. Sebab, perusahaan pun akan melihat kemampuan dan value dari kalian sebagai kandidat. Apakah sesuai dengan harapan gaji atau malah terlalu tinggi.

FYI, semua kemampuan yang dimiliki akan kembali lagi kepada kebutuhan perusahaan, tergantung posisi yang dilamar. Tentunya, HRD, atasan, atau User, punya metode penilaian tersendiri, sejauh mana kandidat menguasai tugas yang nantinya akan dilakukan.

Kedua, tentukan nominal kenaikan gaji berdasarkan persentase. Persentase kenaikan gaji yang biasanya digunakan oleh kebanyakan pelamar kerja, juga di ruang lingkup HRD adalah sekira 10-30%. Persentase tersebut dianggap normal dan masih bisa dipertimbangkan dibanding 50%. Tentu saja, dalam poin ini, syarat dan ketentuan berlaku. Selain skill, level/jabatan pun perlu diperhatikan.

Berapa nominal maksimal yang ditentukan oleh perusahaan, apa saja kemampuan atau value yang ditawarkan oleh calon karyawan, menjadi dua faktor yang akan saling melengkapi.

Perhitungan sederhananya seperti ini: misalnya, gaji Edoy saat ini adalah Rp4 juta. Di perusahaan baru, ia ingin kenaikan gaji sebesar 30%. Berdasarkan hitungan tersebut, Edoy berharap gaji yang akan ia terima di tempat baru adalah Rp5,2 juta. Jadi, Edoy mengajukan harapan gaji sebesar nominal tersebut.

Apakah nantinya disetujui atau tidak di perusahaan baru, tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Tentu saja menjadi hak Edoy untuk mengajukan nominal tersebut, jika ia diminati oleh HRD atau suatu perusahaan. Nggak ada masalah selama disampaikan dengan baik. Lumrahnya, akan ada negosiasi lebih lanjut ketika memang dibutuhkan.

Selain harus ditentukan secara hati-hati, negosiasi gaji terkadang memang tricky. Sebagai pelamar kerja, kita pun dituntut jeli dan peka dalam mempertimbangkan hal ini. Intinya, sih, harus tetap menjaga komunikasi dengan pihak terkait agar bisa mencapai kesepakatan yang hakiki.

BACA JUGA Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: Fresh GraduateHRDnegosiasi gajipelamar kerja
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Anak Magang atau PKL Bukan Babu dan Betapa Bahayanya Menormalisasi Itu terminal mojok.co

Anak Magang atau PKL Bukan Babu dan Betapa Bahayanya Menormalisasi Itu

26 Februari 2021
5 Pekerjaan Entry Level dengan Gaji Layak yang Cocok untuk Fresh Graduate

5 Pekerjaan Entry Level dengan Gaji Layak yang Cocok untuk Fresh Graduate

2 September 2024
dunia kerja lowongan kerja perusahaan info lowongan pekerjaan IPK Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja terminal mojok.co bikin cv lamaran kerja desain kreatif

Panduan Bikin CV Agar Nggak Bikin Pusing HRD

21 April 2021
Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh Mojok.co

Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh

7 September 2025
5 Situs Lowongan Kerja yang Cocok untuk Fresh Graduate Mojok.co

5 Situs Lowongan Kerja yang Cocok untuk Fresh Graduate

15 November 2023
3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

25 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.