Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Body Shaming Dibalut Bercandaan Itu Emang Ada Faedahnya?

Eka Yuliawati oleh Eka Yuliawati
23 Januari 2021
A A
Body Shaming Dibalut Bercandaan Itu Emang Ada Faedahnya Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Bercanda dalam pergaulan sehari-hari biasa terjadi dan bisa dianggap sebagai suatu hal yang lucu. Yang nggak lucu kalau bercandanya bawa-bawa fisik yang mengarah pada body shaming. Apalagi kalau dilakukan di depan umum dan korbannya sampai merasa dipermalukan. Bisa kebayang nggak gimana perasaan mereka saat mengalami hal tersebut?

Bercanda bisa soal apa saja, asal jangan menghina dan sampai bawa-bawa masalah fisik. Nanti kalau temanmu bilang, “Nggak usah ngehina!” dibilang baper lagi. Padahal, bercanda nggak harus menghina, kan? Nggak perlu bawa-bawa fisik lah.

Sebagian orang mungkin menganggapnya sekadar candaan, tapi kenyataannya bercanda bawa-bawa fisik itu sensitif. Tanpa kita sadari bisa menyakiti perasaan orang lain dan bahkan mengganggu kesehatan mentalnya. Memang sih terkadang nggak ada maksud untuk menghina masalah fisik, tapi sebaiknya bercandaan yang seperti itu perlu dihindari. Apalagi kita nggak pernah tahu gimana perasaan seseorang ketika mendapatkan candaan semacam itu.

Saya sendiri pernah mengalami hal semacam itu dan dilakukan oleh orang yang bisa dibilang nggak begitu dekat dengan saya. Sekali, dua kali, saya abaikan, tapi lama-lama saya kesal juga. Rasanya sangat nggak nyaman dan mengganggu. Lagi pula, kalau dipikir-pikir jika saya biarkan malah nanti jadi kebiasaan. Lantaran sudah kesal, saya tegur orang itu secara pribadi. Gimana juga saya masih menghormatinya. Saya bilang secara baik-baik bahwa saya merasa kurang nyaman dengan candaannya.

Namun, orang tersebut nggak merasa bersalah dan malah dengan santainya mengatakan bahwa itu hal biasa dan dia hanya bercanda. Tentu saya sebal sekali melihat reaksinya. Boro-boro meminta maaf, diberitahu secara baik-baik saja tanggapannya seperti itu. Setelahnya, saya memilih untuk mengurangi komunikasi dengan orang tersebut. Saya nggak mau merasa terganggu dan nggak nyaman lagi dengan bercandaannya yang sudah bawa-bawa fisik. Saya pun malas meladeni candaan semacam itu karena bisa merusak mental dan membuat saya emosi.

Menurut saya, orang yang bercanda sambil bawa-bawa fisik itu belum dewasa. Banyak hal yang bisa dijadikan bahan bercandaan, nggak harus menyeret masalah fisik. Apa lucunya membuat orang lain merasa malu dengan fisiknya? Apakah orang itu merasa sempurna sehingga bisa menghina fisik orang lain?

Kadang saya heran, kenapa orang harus bercanda bawa-bawa fisik. Apa untungnya coba? Kalau sekadar buat ngelucu, please, itu bukan ide yang bagus buat dijadiin bahan candaan. Bercanda sekadarnya dan sewajarnya saja kan bisa tanpa harus bawa-bawa fisik yang ujung-ujungnya menghina.

Orang yang sering mengalami body shaming lama-lama bisa merasa nggak percaya diri. Mereka yang tadinya bersyukur bisa berubah menjadi insecure lantaran terus-terusan mengalami body shaming secara tidak langsung. Bercanda dengan bawa-bawa fisik yang mengarah pada body shaming ini akan terus tersugesti ke otaknya dan akan memengaruhi kesehatan mental.

Baca Juga:

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

Pengin Tahu Cara Orang Problematik Bekerja? Lihat Saja Kasus PPDS dan Jet Pribadi

Masalah body shaming bisa terjadi secara langsung atau di dunia maya. Tindakan ini biasa dilakukan dengan membawa-bawa fisik seperti bentuk tubuh, warna kulit, rambut, gigi, dan lainnya. Padahal tindakan body shaming masuk dalam kategori bullying atau perundungan.

Sekarang saya jadi agak kesal kalau ada orang yang bercanda bawa-bawa masalah fisik. Saya bisa auto ngegas kalau sudah keterlaluan. Bukan masalah emosi, tapi hal itu sama sekali nggak lucu dan nggak nyaman bagi saya. Menurut saya, kalau memang mau berkomentar atau merasa nggak sesuai dengan standar yang ada lebih baik sampaikan langsung ke orangnya

Menganggap bercanda masalah fisik sebagai suatu hal biasa dapat menyebabkan sering terjadinya body shaming. Kalau punya fisik yang beda dari standar yang ada, maka akan dianggap sesuatu yang nggak normal dan berujung pada body shaming. Kemudian komentar masalah fisik orang lainnya tanpa sadar bagaimana diri sendiri.

Sebagai salah satu tindakan bullying, body shaming juga merupakan salah satu kekerasan verbal. Menurut saya nggak baik kalau diremehkan dan dianggap bukan apa-apa. Kita tahu sendiri kalau efek dari body shaming ini ujung-ujungnya nggak baik, terutama buat kesehatan mental, kan? Jadi, nggak usahlah bercanda bawa-bawa fisik seseorang, bikin sakit hati.

BACA JUGA Cara Menikmati Hidup walau Terlahir Nggak Good Looking.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2021 oleh

Tags: body shamingbullying
Eka Yuliawati

Eka Yuliawati

Menjadi bahagia itu sederhana, karena setiap hal tidak hanya dinilai dari angka.

ArtikelTerkait

dibully

Apa yang Harusnya Orang Tua Lakukan kalau Anaknya Dibully?

20 September 2019
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

13 Januari 2024
omas wati pelawak obituari tribute inspirasi mojok.co

Terima Kasih, Mpok Omas! Mpok Adalah Salah Satu Role Model Saya

17 Juli 2020
The Glory Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok Terminal Mojok

The Glory: Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok

9 Januari 2023
Pengalaman Jadi Anak Pindahan dan Hal Sepele Aja Dipermasalahkan terminal mojok.co

Pengalaman Jadi Anak Pindahan dan Hal Sepele Aja Dipermasalahkan

5 Desember 2020
body positivity

Alih-Alih Body Positivity, Sebenarnya Alasan Untuk Melanggengkan Rasa Malas

16 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker
  • Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos
  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.