8 Rekomendasi Film yang Wajib Ditonton para Pencinta Gunung

Artikel

Avatar

Hai pecinta gunung, apa kabar? Gimana sudah rindu muncak? Sudah rindu dengan suasana dinginnya udara gunung, atau rindu tidur di alam bebas? Eits ditahan dulu, ya. Nunggu pandeminya berakhir. Nanti kalau udah waktunya kita kangen-kangenan bareng di atas puncak gunung.

Buat kalian yang sudah tidak tahan menahan rindu naik gunung karena di rumah aja. Kali ini saya bakal merekomendasikan film yang wajib ditonton buat kalian yang hobi naik gunung. Beberapa film ini akan sedikit mengobati rindu kalian dengan gunung. Tak hanya itu, buat kalian anak gunung baru, juga wajib nonton film ini karena beberapa film akan mengajarkan kepada kalian bagaimana sensasi naik gunung dan bagaimana cara bertahan hidup di atas puncak.

Satu: Everest (2015)

Film ini berdasarkan kisah nyata dari bencana Gunung Everest tahun 1996 ini menceritakan tentang dua kelompok ekspedisi, dipimpin Rob Hall dan satunya oleh Scott Fischer. Sebuah upaya-upaya bertahan hidup dan menghadapi berbagai tentangan medan sulit serta ancaman ekstrim saat mereka tengah berusaha mencapai puncak tertinggi di dunia: Gunung Everest.

Film ini sangat cocok untuk kalian para pencinta gunung yang punya semangat pantang menyerah untuk mencapai puncak. Karena dalam film ini kita bisa belajar bagaimana bertahan di alam dengan berbagai kekurangan. Mental pendaki benar-benar diuji habis-habisan.

Serta bagaimana alam yang seakan memaksa para pendaki gunung tersebut untuk memilih bertahan atau terus berjuang mencapai puncak dengan mempertaruhkan nyawa atau pulang dengan tangan hampa.

Dua: 127 Hours (2010)

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini menceritakan tentang 127 kehidupan seorang pendaki gunung. Ini adalah kisah nyata luar biasa tentang keberanian dan kelangsungan hidup.

Kisah nyata Aron Ralston yang harus menghadapi situasi hidup dan mati di tengah alam bebas, 127 jam lamanya sendirian terjebak di dalam ceruk tebing Bluejohn Canyon. Menahan rasa sakit hingga akhirnya ia tak punya pilihan lain untuk bertahan. Ia akhirnya memutuskan untuk memotong lengan kanannya agar tetap hidup atau mati perlahan.

Baca Juga:  Film-Film Bong Joon-ho dan Kapan Waktu Terbaik untuk Menontonnya

Tiga: Vertical Limit (2000)

Vertical limit adalah kisah film survival seorang pendaki gunung bernama Royce Garret. Kisah seorang ayah yang rela mempertaruhkan nyawanya demi kedua anaknya yang tengah dalam bahaya di atas gunung.

Hal tersebut terjadi saat meraka mendaki gunung K2 yaitu gunung tertinggi kedua di dunia. Pendakian tersebut membuat keduanya trauma serta meninggalkan duka yang mendalam. Karena pendakian tersebut, mereka harus kehilangan ayah yang dicintai. Hingga akhirnya memaksa mereka untuk memilih meninggalkan hobi mendaki gunung.

Empat: Into The Wild (2007)

Dalam kisah nyata drama petualangan ini, menceritakan kisah Christopher McCandless, warga Amerika. Ia rela meninggalkan semua uang dan kekayaan yang ia miliki. Ia menyumbangkan semua uang bahkan sebagian ada yang ia lenyapkan.

Kemudian ia menumpang sebuah mobil untuk berencana menjalani hidup di alam liar. Ia tidak pernah memberitahu orang tuanya tentang semua rencananya. Dia menolak untuk berhubungan dengan siapa pun keluarga dekatnya selama kepergiannya, hingga membuat orang tuanya cemas dan akhirnya putus asa.

Lima: Touching The Void (2003)

Menceritakan tentang kisah nyata dua orang pendaki gunung berpengalaman bernama Simpson dan Adrea, dan perjalanan mereka menuju ke sisi barat Siula Grande di Anders Peru pada tahun 1985.

Di film ini diceritakan bagaimana dua orang pendaki yang berangkat bersamaan tetapi harus terpisah karena cuaca alam yang sangat ekstrim. Keduanya menganggap temannya sudah mati satu sama lain. Sehingga mereka harus berusaha bertahan hidup sendiri-sendiri. Hingga pada akhirnya mereka dapat bertemu kembali di tempat perkemahan di mana pertama kali mereka mendirikan tenda.

Enam: Meru (2015)

Film yang disutradarai oleh pasangan suami istri Jimmy Chin dan Elizabeth Chain ini. Mengisahkan tentang tiga pendaki elite yang berjuang dan berusaha untuk menaklukkan puncak paling menantang di dunia.

Film ini adalah campuran dari rekaman asli tiga orang pendaki yang menceritakan upaya yang gagal tahun 2008 dan sukses tahun 2011. Mereka mencoba untuk mendaki Gunung Meru, salah satu hadiah paling didambakan dengan risiko tinggi, untuk menaklukkan sirip hiu di Gunung Meru bernama puncak Himalaya.

Baca Juga:  Review Film Dora and the Lost City of Gold dan Bukti Bahwa Dora Berzodiak Leo

Tujuh: Wild (2014)

Wild adalah film drama petualangan biografi yang menceritakan seorang gadis bernama Cheryl Strayed. Dia adalah seorang gadis yang ditinggal mati ibunya, pernikahannya gagal, dan perilakunya cenderung merusak diri. Cheryl Strayed pun memutuskan untuk menemukan hidupnya kembali dengan berkelana mendaki Pacific Crest Trail seorang diri.

Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya dan mendaki sejauh 1000 mil, meskipun ia tidak memiliki pengalaman mendaki. Perjalanan ini ia lakukan untuk penemuan jati diri dan penyembuhan akan dirinya.

Delapan: 5CM  (2012)

Film karya anak bangsa ini memang tidak boleh ketinggalan. Film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2012 ini adalah film adaptasi novel yang disutradarai oleh Rizal Montavani. Menceritakan tentang lima remaja yang menjalin persahabatan tanpa sengaja selama 10 tahun. Suatu ketika mereka memutuskan untuk tidak bertemu selama 3 bulan lamanya. Dan setelah tiga bulan lamanya menahan kerinduan mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu kembali.

Tetapi pertemuan mereka dilakukan dengan cara berbeda. Mereka merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Di mana mereka bertekad untuk melakukan perjalanan dari hati demi mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi pulau jawa yaitu Gunung Mahameru pada tanggal 17 Agustus.

BACA JUGA Stop Menjelaskan Sensasi Naik Gunung pada Mereka yang Skeptis atau tulisan Nuru Lutviyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
4


Komentar

Comments are closed.