7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup (unsplash.com)

Wisata Bantul kerap menjadi “pelarian” wisatawan ketika suasana Jogja terasa sudah terlalu padat. Di sana memang ada banyak pilihan destinasi wisata, salah satu yang jadi keunggulan adalah destinasi wisata alam. Tidak heran kalau daerah di sisi selatan Jogja ini semakin dilirik oleh wisatawan dari tahun ke tahun. 

Walau begitu, ada beberapa tempat wisata Bantul yang sebenarnya cukup sekali saja dikunjungi. Bukan karena jelek ya, destinasi di sana sebenarnya bagus-bagus saja, hanya terkesan repetitif, tidak ada yang spesial. Intinya, membosankan.  

#1 Hutan Pinus Pengger, wisata Bantul yang estetik, tapi ya itu-itu saja

Hutan Pinus Pengger dikenal luas karena instalasi seni berbentuk tangan raksasa dan spot foto dengan latar lampu kota Yogyakarta di malam hari. Tempat ini sempat viral dan jadi incaran anak muda yang ingin update foto keren. Begitu masuk area hutan, suasananya memang adem dengan deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. Anginnya sejuk dan cukup nyaman untuk nongkrong santai.

Akan tetapi, setelah beberapa kali datang, suasananya terasa monoton. Percayalah, spot foto yang itu-itu saja bikin pengalaman terasa berulang. Datang sore, foto di tangan kayu, tunggu malam, lihat city light, lalu pulang. Tidak banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan selain berfoto dan duduk-duduk. Kalau sudah pernah merasakan sekali, kunjungan berikutnya sering kali terasa seperti mengulang momen yang sama tanpa ada sensasi baru.

Baca juga 3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya.

#2 Gumuk Pasir Parangkusumo wisata Bantul yang unik, tapi cepat bosan 

Gumuk Pasir Parangkusumo menawarkan pemandangan yang jarang ditemui di Indonesia. Hamparan pasir luas dengan nuansa seperti gurun jadi daya tarik utama. Banyak orang datang untuk foto prewedding, konten media sosial, atau sekadar merasakan sensasi berdiri di tengah pasir yang luas. Saat matahari terbenam, siluet langit dan pasir memang terlihat dramatis.

Sayangnya, setelah sensasi awal itu, aktivitas di sini terbatas. Jalan di atas pasir, ambil foto, lalu selesai. Cuaca yang panas juga sering bikin cepat lelah. Kalau datang lagi di waktu berbeda, pemandangannya tetap mirip. Tidak banyak perubahan yang bisa dinikmati selain kondisi langit. Karena itu, banyak pengunjung merasa cukup sekali atau dua kali saja untuk benar-benar puas.

#3 Panorama Puncak Pinus Becici sebenarnya tidak spesial di Bantul

Nama Puncak Pinus Becici sempat melambung setelah dikunjungi tokoh penting internasional. Wisata Bantul ini menawarkan pemandangan perbukitan hijau dan hutan pinus yang luas. Dari gardu pandang, mata bisa memandang jauh ke arah kota dan pegunungan di kejauhan. Suasananya tenang dan cocok untuk melepas penat.

Meski begitu, karakter hutan pinus yang seragam membuat pengalaman di sini terasa tidak jauh berbeda dengan tempat pinus lain di Bantul. Spot duduk, gardu pandang, dan latar pepohonan jadi pola yang sama. Kalau sudah pernah menikmati view-nya, kunjungan berikutnya sering terasa kurang greget. Banyak orang akhirnya lebih memilih mencari spot baru dengan karakter alam yang berbeda agar tidak bosan.

#4 Seribu Batu Songgo Langit yang cocok dikunjungi sekali saja

Seribu Batu Songgo Langit terkenal dengan rumah hobbit mini dan dekorasi kayu yang unik. Wisata Bantul satu ini punya konsep yang cukup kreatif, terutama buat keluarga yang membawa anak-anak. Rumah kecil berbentuk setengah lingkaran jadi daya tarik utama untuk berfoto.

Akan tetapi, setelah semua sudut dieksplor dan difoto, tidak banyak lagi yang bisa dilakukan. Area wisatanya tidak terlalu luas dan variasi aktivitasnya terbatas. Datang kedua atau ketiga kali biasanya hanya mengulang pose di spot yang sama. Bagi yang suka tantangan atau pengalaman berbeda setiap kunjungan, tempat ini terasa cepat habis pesonanya.

#5 Bukit Panguk Kediwung, wisata Bantul yang serba nanggung

Bukit Panguk Kediwung populer karena panorama kabut pagi yang sering disebut seperti negeri di atas awan. Datang subuh, menunggu matahari terbit, lalu melihat kabut tipis menyelimuti lembah jadi pengalaman yang cukup magis. Banyak pengunjung rela berangkat pagi demi momen tersebut.

Masalahnya, momen terbaik hanya terjadi pada kondisi cuaca tertentu. Kalau datang lagi dan tidak ada kabut, pemandangannya jadi biasa saja. Bahkan ketika kabut muncul pun, pola kunjungannya tetap sama. Datang pagi, foto, menikmati sunrise, lalu turun. Tidak ada banyak variasi aktivitas lain yang membuat orang ingin kembali berkali-kali.

Baca juga Orang Bantul Kalau ke Sleman Rasanya Dekat, tapi Orang Sleman ke Bantul Rasanya Jauh Banget: Penderitaan Mahasiswa Nglaju PP.

#6 Bukit Lintang Sewu dengan city light yang familier

Bukit Lintang Sewu menawarkan panorama lampu kota di malam hari dari ketinggian. Banyak yang datang untuk menikmati suasana romantis sambil duduk santai di kursi kayu atau hammock. Wisata Bantul satu ini juga sering dipakai untuk camping ringan.

Akan tetapi, konsep city light seperti ini bukan hal baru di Bantul. Beberapa bukit lain menawarkan pemandangan yang serupa. Setelah sekali merasakan suasana malam dengan kerlip lampu di kejauhan, kunjungan berikutnya cenderung terasa repetitif. Tanpa adanya acara atau kegiatan khusus, pengalaman di sini mudah terasa sama dari waktu ke waktu.

#7 Hutan Pinus Asri yang tenang, tapi minim inovasi

Hutan Pinus Asri menghadirkan suasana hutan yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai. Deretan pohon pinus yang rapi menciptakan latar yang cantik untuk foto maupun sekadar piknik santai. Banyak komunitas memilih tempat ini untuk kumpul atau mengadakan acara kecil.

Meski nyaman, lagi-lagi konsepnya serupa dengan banyak hutan pinus lain di sekitar Bantul. Tidak ada wahana atau atraksi yang benar-benar berbeda. Kalau sudah pernah datang dan merasakan suasananya, kunjungan berikutnya sering hanya sekadar nostalgia. Buat sebagian orang, itu cukup. Tapi bagi yang mencari pengalaman baru, rasanya kurang menantang untuk didatangi berulang kali.

Itulah, 7 destinasi wisata di Bantul yang cukup sekali saja dikunjungi. Tempat-tempat tersebut memang Instagramable dan pas untuk melepas penat. Namun, tidak cocok untuk dikunjungi berkali-kali karena tidak banyak aktivitas dan inovasi ditawarkan di sana. Paling mentok ya menikmati pemandangan yang aslinya mirip-mirip dan foto-foto.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version