Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

7 Alasan Buku Self-Help Nggak Selalu Membantu Hidupmu

Batoulizzakia oleh Batoulizzakia
14 Februari 2023
A A
7 Alasan Buku Self-Help Nggak Selalu Membantu Hidupmu motivasi

7 Alasan Buku Self-Help Nggak Selalu Membantu Hidupmu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian jangan kaget-kaget amat baca judul artikel ini. Iya, memang ada buku self-help yang tidak berpengaruh apa-apa. Nyatanya, ada buku yang nggak ngasih saran yang realistis dan hanya berjualan cuap-cuap kosong juga banyak. Namun, tidak semua buku self-help begitu. Lagi pula, siapa yang menjamin buku self-help itu berpengaruh secara merata terhadap setiap orang yang membacanya?

Bila efek yang diberikan buku self-help sama rata setiap orang, mungkin semua orang sudah jadi Bill Gates.

Tapi sebenarnya, mengapa buku self-help itu ada yang nggak berpengaruh ya? Apa karena buku self-help itu hanya penipuan semata? Berikut beberapa alasan yang mungkin membuat buku self-help yang kita baca tidak berpengaruh terhadap hidup.

#1 Salah pilih buku

Terdapat ribuan buku self-help di luar sana. Hal ini membikin kita bingung mau baca yang mana. Layaknya konten di internet yang clickbait, judul buku hingga sampul dan desain buku dapat membuat kita terkena bait atau umpan untuk membeli. Padahal, belum tentu bukunya berkualitas atau sesuai kebutuhan.

Steven Pinker, seorang psikolog dan ahli bahasa mengungkapkan sikap skeptisnya terhadap buku-buku self-help. Ia berpendapat bahwa banyak dari buku-buku tersebut yang berlandaskan pada klaim tidak ilmiah dan bukti anekdot. Buku-buku seperti ini justru menyesatkan dan tidak efektif bagi individu dalam mengembangkan diri.

Untuk menghindari hal tersebut, kita perlu mengidentifikasi buku seperti apa yang tidak layak dibaca. Terdapat beberapa ciri-ciri buku yang mungkin memenuhi ketidaklayakan tersebut, seperti memiliki judul yang heboh, menjanjikan hingga menjaminkan output yang tidak realistis, tidak berlandaskan bukti ilmiah dan hanya memberikan sumber yang tidak spesifik, hingga name-dropping orang-orang terkenal dengan semena-mena. Misal, “Kiat Sukses hanya 3 tips! Dijamin 3 Bulan Kaya!” atau, “Berikut Kiat Sukses Ala Elon Musk, Dijamin Sukses Hanya dengan Melakukan 3 Hal,” dan lain-lain.

Lalu, bagaimana caranya bisa tahu kita nggak salah beli buku? Cara paling ampuh supaya tidak salah pilih buku adalah riset bukunya dulu: coba cek ulasan-ulasannya di Goodreads, atau di blog orang yang mengulas buku. Bisa juga cek kredibilitas penulisnya bila ingin ekstra yakin dengan buku yang hendak dibeli tersebut.

#2 Maunya buku yang bisa menyelesaikan seluruh masalah hidup

Masalah hidup memang banyak. Tapi, menyelesaikan masalah yang banyak tidak bisa instan. Layaknya tugas kuliah atau kantor, semua perlu dikerjakan satu per satu agar selesai dengan hasil maksimal dan tidak stres karena terlalu sering multitasking. Begitu juga dengan buku. Pilih satu atau dua masalah yang saling berkaitan secara spesifik, lalu cari dan riset buku yang cocok dalam membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga:

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

Alasan Gramedia Tidak Perlu Buka Cabang di Bangkalan Madura, Nggak Bakal Laku!

Ingat, buku hanya membantu memberikan saran-saran agar kita bisa memecahkan masalah, namun yang bisa menyelesaikan masalah itu hanyalah diri kita. Punya masalah dengan rasa malas? Buku self-help bisa memberi kita tips untuk memecahkannya. Tapi yang bisa menyelesaikan? Ya hanya diri kita sendiri.

#3 Tidak punya tujuan jelas

Baca buku self-help maupun melakukan kegiatan apapun memang seharusnya punya tujuan yang jelas terlebih dahulu. Bahkan sesederhana kegiatan “makan” sekalipun punya tujuan yang jelas. Bila tidak punya tujuan, maka akan sulit untuk mengambil saran dan strategi yang ditawarkan penulis, bahkan tidak tahu harus mulai dari mana, dari buku apa, fokus permasalahan yang mau diselesaikan apa.

#4 Punya ekspektasi yang tidak realistis

Saat kamu menentukan masalah apa yang ingin kamu selesaikan, patut diingat bahwa orang atau pelaku yang bisa menyelesaikannya adalah dirimu. Dan, sebagai manusia, tentu masing-masing individu punya kapasitas. Jangan sampai kamu ingin menyelesaikan masalah keuangan dengan menentukan ekspektasi, harus bisa sekaya Elon Musk dalam kurun waktu 6 bulan, padahal gaji hanya UMR. Ya mungkin saja bisa kalau tiba-tiba Elon Musk ngasih seluruh kekayaannya.

#5 Tidak dipraktikkan

Ini sudah jelas ya mengapa buku self-help yang dibaca tidak berpengaruh ke dalam kehidupan. Kalau strategi yang disarankan oleh penulis tidak ada yang dipraktikkan, tentu tidak akan berpengaruh pada perkembangan diri maupun kehidupan sama sekali. Namun, bila memang ada beberapa yang tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan, tentu beda cerita.

#6 Mengikuti secara buta

Nah, tidak semua strategi bisa kita aplikasikan serta menghasilkan output yang sama. Hal ini karena tiap kapasitas diri individu itu berbeda-beda; tumbuh dan berkembang di lingkungan yang berbeda-beda. Namun bukan berarti membaca buku self-help tidak ada gunanya. Coba saring tiap strategi yang disarankan oleh sang penulis buku, mana saja strategi yang memungkinkan untuk diaplikasikan dan mana saja yang tidak.

Namun, bukan berarti tidak bisa diaplikasikan karena malas, ya. Coba analisis strategi dan saran yang ditawarkan oleh penulis, lalu identifikasi, apakah saran yang ditawarkan ini sesuai dengan kemampuan kita secara finansial, sosial hingga kapasitas diri.

#7 Tidak persisten

Banyak yang tahu bahwa membentuk kebiasaan baru itu tidak jadi semalaman kayak Bandung Bondowoso yang bikin 1000 candi semalam. Namun, tidak semua orang yang sadar akan hal tersebut bisa persisten atau gigih saat hendak menerapkan strategi baru yang diambil dari buku self-help ke dalam hidupnya. Baru dicoba seminggu, dirasa nggak keliatan hasil, langsung nyerah. Buku self-help mungkin ngasih strategi-strategi mewah, namun tanpa usaha, konsistensi dan kesabaran, semua ilmu yang didapat dari buku self-help, tidak ada gunanya.

Intinya, buku-buku self-help dapat menjadi sumber daya yang berharga untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Tapi, tidak semua buku self-help cocok untuk semua orang dan menghasilkan output yang sama. Ada yang berhasil mengembangkan diri, ada yang berhasil menjadikan bukunya sebagai pajangan semata.

Penulis: Batoulizzakia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Alasan Buku Motivasi Selalu Laku di Pasaran

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2023 oleh

Tags: Bukumotivasiself-help
Batoulizzakia

Batoulizzakia

Penulis lepas yang suka melanglang buana.

ArtikelTerkait

bodo amat

Bodo Amat dengan Buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”

20 Mei 2019
hal yang harus dimiliki penulis buku diterbitkan mojok

Bukan Karya yang Berhasil Dibukukan, Justru Ini 5 Hal yang Harus Dimiliki Penulis

27 April 2020
pedagang buku penjual buku online toko buku online Segalau-galaunya Hubungan Tanpa Status, Masih Lebih Galau Tak Kesampaian Beli Buku di Tanggal Tua

Sisi Manis Pedagang Buku Online, Profesi yang Bikin Saya Banting Setir Sekian Tahun Lalu

30 April 2020
Tidak Apa-apa Sebab Kita Saling Cinta

Tidak Apa-apa Sebab Kita Saling Cinta: Kejujuran yang Megah dan Mahal

28 November 2021
maksud politik jahat ben anderson joss wibisono review resensi gde dwitya arief metera mojok

Meneer Joss Wibisono dan Ben Anderson Melawan Orde Bau

29 April 2020
sekolah apa ini resensi buku insist press sanggar anak alam salam yogyakarta sekolah alternatif terbaik mojok.co

Sekolah Apa Ini? Kenapa Tak Ada Mata Pelajaran, Seragam, dan Peraturan?

20 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.