Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

6 Cara untuk Menghilangkan Hawa Dingin ala Orang Jaman Dulu

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
15 Juli 2020
A A
hawa dingin mojok

hawa dingin mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Juli Indonesia terutama bagian selatan memasuki iklim dingin. Untuk menghadapinya bisa  mengadopsi gaya hidup ala kaum konservatif. Sudah menjadi siklus tahunan, memasuki bulan Juli beberapa daerah di Indonesia akan terasa lebih dingin, terutama Jawa bagian selatan seperti Jogja, Solo, Malang, Bandung dan sekitarnya, hingga NTT, NTB dan Bali. Ini diakibatkan hembusan angin dari Australia yang memasuki musim dingin (angin muson). Perubahan iklim ini ditandai dengan banyaknya berita yang membahas tentang fenomena dinginnya Indonesia bagian selatan dengan konfirmasi langsung dari BMKG, ditambah semakin banyaknya postingan sobat-sobat sosmed yang sambat sambil screencapture suhu udara dari smartphone-nya.

Perubahan menuju iklim baru ini tentu lambat laun merubah kebiasaan kita, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan udara dingin yang tidur di rumah aja bisa berasa nyewa villa di Tawangmangu. Tak terkecuali orang-orang kebal yang terbiasa tidur telanjang dada tapi masih pakai kipas angin, brrr. Tapi tenang,  Akan saya kasih tips” wong biyen” atau “kaum konservatif” dalam menghadapi cuaca dingin untuk beberapa bulan kedepan. Cara-cara berikut tentu saja opsional, mau dicoba boleh mau diketawain juga enggak papa.

Cara pertama, genen (memanaskan badan di depan api)

Cara ini mirip cara orang-orang Eropa yang menghangatkan diri dengan tungku api di dalam rumah. Bedanya orang-orang konservatif melakukan hal seperti itu dibelakang rumah, lebih tepatnya di tungku dapur yang biasa disebut dengan pawon. Jarang nampaknya orang-orang sekarang yang masih punya pawon dan memasak menggunakan kayu. Jika masih ada coba deh pas ibu/ nenek kalian lagi masak numpang buat jongkok sejenak di depan api. Dan rasakan sensasinya, hmm sangit.

Kedua, minum-minuman penghangat

Banyak kok minuman penghangat yang worth it untuk diminum di musim dingin kaya gini, nggak perlu yang bikin pusing-pusing. Kalau di daerah Jogja dan sekitarnya, wedang ronde misalnya. Anget pedes-pedes jahe, pakai kacang, ditambah buletan ketan. Atau kalian bisa coba minuman seperti wedang jahe, bajigur, STMJ, dan sebagainya.

Ketiga, Beraktifitas lebih pagi

Orang-orang dulu merupakan tipe morning person. Entah pergi ke ladang, kepasar, masak, bahkan bayar pajak ke Pak RT sering dilakukan pagi-pagi buta. Bertolak belakang dengan kebiasaan anak muda sekarang yang lebih suka bangun siang, ‘bangun pagi ku terus mager’.

Saran saya, coba kalian mulai beraktifitas itung-itung dapat keringat supaya nggak males mandi. Atau coba olahraga ringan, sepedaan atau jogging. Percaya deh ngerasain sunrise itu kayak asik banget. Yang suka hunting foto juga gak bakal rugi dapet golden rise, apalagi bulan-bulan gini langit lagi cerah-cerahnya, heuehu.

Keempat, menjepitkan bantal di kaki

Enggak tau pasti gimana cara ini ditemukan, tapi cara yang satu ini sering diterapkan orang-orang dulu, tentunya enggak bikin ribet. Sebenarnya fungsinya mirip dengan pakai kaus kaki, tapi dengan memakai bantal enggak perlu repot-repot melepas kaus kaki kalau tiba-tiba udah mulai gak nyaman, tinggal tendang aja bantalnya. Apalagi kalau kaos kakinya melar terus melorot-melorot sendiri. Lagian pakai bantal juga tidak menyalahi pantangan yang berkaitan dengan bantal, misalnya menduduki bantal yang ada malah kena semprot dari orang tua.

Kelima, bikin api unggun

Baca Juga:

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

Jangankan Pendatang, Suhu Dingin Bandung Bikin Kewalahan Warga Daerahnya Sendiri

Sebelum era gadget seperti sekarang, orang-orang dulu biasa berkumpul bukan untuk mabar, melainkan membuat bakar-bakaran dengan membakar umbi-umbian seperti singkong, atau jagung. Biarpun kadang juga hasil nyolong dari ladang orang. Tapi cara ini agaknya kurang cocok diterapkan sekarang mengingat situasi sekarang orang-orang tidak dianjurkan untuk berkumpul. Tapi tetap bisa dilakukan asal melakukan social distancing, juga untuk kumpulan kecil, cocok untuk yang sedang jadwal ronda.

Cara keenam, mandi

Malas mandi merupakan salah satu gaya hidup populer di kalangan anak muda sekarang, terutama bagi anak kos. Orang dulu terbiasa mandi di sumur yang harus ditimba dulu, letaknya biasanya di belakang rumah cenderung dekat dengan kebun. Sehingga orang dulu lebih memilih mandi lebih sore daripada digondol wewe. Berbeda dengan anak sekarang yang lebih suka menunda mandi yang pada akhirnya kebablasan sampai tidur. Padahal dengan tidak mandi membuat badan kita lebih mudah berkeringat. Berkeringat di hawa dingin seperti ini bisa jadi bumerang, keringat kena angin dingin gini, beuh dinginnya  nampol.

BACA JUGA Ari Lasso dan Uji Pendengaran Kalimat Misterius di Lagu Dewa 19 dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2020 oleh

Tags: api unggundinginiklim dingin
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Lagu yang Genjreng-able untuk Dimainkan Saat Momen Api Unggun terminal mojok.co

Rekomendasi Lagu yang Genjreng-able untuk Dimainkan Saat Momen Api Unggun

28 November 2020
Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli

Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli

8 Desember 2023
Jangankan Pendatang, Suhu Dingin Bandung Bikin Kewalahan Warga Daerahnya Sendiri Mojok.co

Jangankan Pendatang, Suhu Dingin Bandung Bikin Kewalahan Warga Daerahnya Sendiri

17 Juli 2024
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
Surat Cinta untuk Walikota: Pak, Malang Macet, Jangan Urus MiChat Saja!

Malang Memang Beda, Cuacanya Baru Dingin kalo Lagi Musim Maba, Caper, Bos?

2 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.