Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli

Finaqurrota oleh Finaqurrota
8 Desember 2023
A A
Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli

Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Penjual es teh itu bukannya licik dan sesat, mereka peduli sama kesehatan pembelinya.

Meski beberapa wilayah di negeri ini telah menunjukkan pergeseran cuaca ke musim hujan, tak bisa dimungkiri kalau eksistensi es teh masih belum terkalahkan. Setidaknya bagi saya sendiri, minuman satu ini masih menjadi pilihan utama kala keluar rumah di siang hari. Bahkan ketika gerimis menyapa di malam hari, teman makan Indomie kuah tetap jatuh pada es teh. Minuman ini seolah memang pas jadi comfort drink-nya orang Indonesia.

Ngomong-ngomong soal minuman satu ini, saya sempat sedikit kaget membaca artikel dari Mas Achmad Fauzan di Terminal Mojok soal bisnis es teh sesat. Dalam artikel tersebut, beliau mengutuk es batu rasa teh yang banyak beredar di pasaran. Menurutnya, penjual es teh yang menjual lebih banyak es batu daripada air tehnya adalah penipu dan sesat.

Saya tebak, pasti Mas Achmad Fauzan adalah seorang penyuka manis. Kalau nggak begitu, beliau amat presisi dalam kerjanya. Bisa jadi juga beliau tinggal di dataran tinggi dan berasal dari keluarga petani teh sehingga cita rasa teh yang valid hanyalah yang wangi, sepet, manis, dan kental.

Tebak-tebakan saya cuma cocoklogi, yang jelas saya punya selera agak lain dari beliau. Meski saya bukan bakulnya, saya pikir ada beberapa alasan logis kenapa para penjual es teh memasukkan lebih banyak es batu daripada air tehnya sendiri.

Penjual es teh diam-diam peduli dengan kesehatan pembeli

Di luar hitung-hitungan untung rugi para penjual es teh yang nggak saya ketahui, persoalan kesehatan saya rasa menjadi salah satu alasan mengapa porsi es batu terkesan lebih banyak daripada air tehnya. Meski terdengar klise dan membual seperti janji para caleg, saya punya sedikit gambarannya.

Jadi, para penjual sebenarnya tahu kalau pembelinya adalah orang-orang dewasa tanggung seperti kita yang nggak mungkin beli es teh tanpa makanan pendamping seperti jajanan manis, pentol, dan goreng-gorengan. Secara diam-diam, para penjual ini membatasi konsumsi gula harian kita sebagai pembeli agar nggak berlebihan dan menjadi bagian dari 19 juta orang yang menderita diabetes di Indonesia (survey IDF 2023, International Diabetes Foundation).

Dalam pandangan saya, cara penjual memasukkan lebih banyak es batu adalah win-win solution. Pembeli terhindar dari diabetes, penjual tetap bisa untung. Maklum, harga gula cair di pasaran sekarang per kilonya mencapai Rp20 ribu. Padahal dulu waktu masih SMK dan suka masak bareng teman-teman, kami butuh setidaknya 800 gram gula untuk membuat minuman sebanyak 10 porsi. Dari sisi penjual, tentu HPP perlu dihitung. Makanya solusi yang baik buat semua pihak adalah dengan menambahkan es batu lebih banyak daripada air tehnya. Harga es tetap terjangkau, penjual untung, dan pembeli nggak perlu khawatir diabetes.

Baca Juga:

5 Varian Es Teh Paling Aneh, Eksperimen Rasa yang Mending Tak Pernah Ada karena Baunya Jadi Aneh dan Bikin Sakit Perut

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

Mereka nggak bermaksud menipu 

Soal tipu-menipu, mohon maaf Mas Achmad Fauzan, buat saya yang seleranya sedang-sedang saja alias nggak manis-manis banget, para penjual es teh ini nggak bohong, kok. Mereka kan memang jualan es teh, bukan teh es. Wqwqwq. Kalau sampean protes karena tehnya kurang wangi, kurang sepet, kurang manis, dan bahkan kurang kental, mungkin sampean harus beli teh es.

Kalau tehnya jadi nggak terasa, mungkin ada yang salah

Ini berdasarkan selera pribadi, sih. Menurut pengalaman saya, proporsi es dalam sebuah minuman menentukan seberapa cepat minuman tersebut jadi dingin dan menyegarkan. Istilah Jawanya ancles.

Saya kira kita sependapat kalau kita membeli minuman dingin satu ini dengan tujuan menghilangkan dahaga lebih cepat. Kalau es batunya banyak, tentu sensasi segar itu cepat juga dong mengusir dahaga kita. Kalau kemudian masalah yang muncul adalah rasa tehnya jadi hambar, bisa jadi karena ada dua kemungkinan.

Pertama, kesalahan penjual es teh. Jadi, kalau kita beli terus rasanya hambar, jangan buru-buru salahkan es batu yang terlalu banyak. Bisa jadi juruh atau gula cair dan tehnya kurang mantap, kurang kental, dan kurang tajam. Makanya begitu ditambah es batu, rasanya hilang.

Kedua, kita salah teknik minum. Saat minum es teh, dibanding langsung mengisap dengan tenaga penuh dari dasar gelas, saya selalu mengisap dari area tengah menuju atas. Hal ini saya lakukan agar juruh atau gula cairnya nggak habis duluan sebelum es mencair. Cara ini juga bikin minuman saya lebih pas dan nggak kemanisan. Bagi pencinta manis, cara ini sudah cukup, kok. Toh juruhnya diguyur dari atas, masa iya yang atas belum manis.

Terlepas dari itu semua, daripada berdebat soal siapa yang sesat, penjual es teh atau bukan, saya kira pengalaman minum es teh adalah pengalaman personal yang tergantung pada selera masing-masing. Saran saya, kalau mau yang pas, beli teh kemasan di Indomaret saja. Minumannya sudah dingin, rasanya pas juga. Wis mantep pol!

Penulis: Finaqurrota
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Es Teh Jumbo Tidak Akan Bernasib Sial seperti Es Kepal Milo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2023 oleh

Tags: bisnis es tehbisnis minumandingines batuEs Tehminumanpenjualpenjual es tehteh
Finaqurrota

Finaqurrota

Mbak-mbak Kediri yang hidup dengan ritme slow living namun memiliki visi yang luas.

ArtikelTerkait

Teh Gelas vs Teh Bandulan, Mana yang Lebih Unggul?

21 Mei 2021
hawa dingin mojok

6 Cara untuk Menghilangkan Hawa Dingin ala Orang Jaman Dulu

15 Juli 2020
Logika Aneh di Balik Es Teh Solo yang Bikin Kaget (Unsplash)

Logika Ekonomi yang Aneh di Balik Es Teh Solo, Membuat Pendatang dari Klaten Heran Sekaligus Bahagia

30 November 2025
Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo Meraup Keuntungan (Unsplash)

Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo untuk Meraup Keuntungan Maksimal dari Polosnya Pembeli

8 Juli 2024
Rekomendasi 5 Minuman Starbucks yang Rasanya Dijamin Nggak Mengecewakan Terminal Mojok

5 Minuman Starbucks yang Rasanya Dijamin Nggak Mengecewakan

2 Juni 2022
Es Teh Desa: Es Teh Purwokerto yang Mampu Mengalahkan Mixue (Unsplash)

Es Teh Desa: Minuman Teh Asal Purwokerto yang Mampu Mengalahkan Mixue dan Menghijaukan Banyumas Hingga Jawa Timur

24 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.