Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

6 Alasan Orang dengan Kepribadian INFJ Sulit Didekati

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
9 November 2022
A A
6 Alasan Orang dengan Kepribadian INFJ Sulit Didekati Terminal Mojok

6 Alasan Orang dengan Kepribadian INFJ Sulit Didekati (Unsplash.com0

Share on FacebookShare on Twitter

Mengidentifikasi karakter manusia menjadi hal yang menarik dan mengundang penasaran. Banyak metode yang bisa digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Di awal 2000-an dulu ada astrologi (zodiak dan shio) yang hampir selalu muncul di kolom surat kabar maupun majalah. Tahun 2010 ke atas sempat populer penggolongan kepribadian berdasarkan golongan darah, bahkan sempat dibikinkan webtoon berjudul A Simple Thinking About Bloodtype (2015-2016).

Selain astrologi dan golongan darah, ada juga tes kepribadian berbasis psikologi yang umum dipakai untuk seleksi kerja, misalnya saja metode MBTI, DISC, RMIB, WAIS, Big Five Personality, dan sebagainya. Khusus MBTI, belakangan ini cukup sering diperbincangkan di jagat maya.

MBTI merupakan psikotes yang dikembangkan oleh ibu dan anak Briggs Myers pada tahun 1940-an. Terdapat 16 tipe kepribadian berdasarkan tes MBTI, salah satunya adalah INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, and Judging). Kepribadian INFJ adalah yang paling langka, hanya mencakup 2% populasi dunia.

Orang-orang dengan kepribadian INFJ cenderung memiliki rasa kemanusiaan yang cukup tinggi. Makanya kepribadian ini juga dijuluki Sang Penasihat (The Advocate) karena kebijaksanaan dan ketulusannya menolong sesama. Beberapa tokoh populer yang memiliki kepribadian ini di antaranya Nelson Mandela, Bunda Theresa, dan Marthin Luther King. Sayangnya, orang dengan kepribadian INFJ sering dianggap sombong, freak, dan sulit didekati. Berikut penyebabnya:

#1 Suka menyendiri

Sebagaimana kepribadian introvert pada umumnya, orang-orang berkepribadian INFJ juga sangat suka menyendiri. Bukan berarti mereka nggak punya kehidupan sosial, ya, melainkan mereka akan menyendiri ketika mengisi ulang energi.

Orang-orang INFJ nggak bergantung dengan orang lain dalam mencari kesenangan. Mereka cukup piawai menghibur diri sendiri. Agaknya mereka gampang lelah dengan kehidupan sosial yang padat dan diisi banyak orang. Kalau sudah begitu, sudah pasti sangat susah bagi orang asing untuk memasuki kehidupan si INFJ.

#2 Perfeksionis dan idealis

Orang dengan kepribadian INFJ umumnya memiliki idealisme yang tinggi dan cenderung perfeksionis. Terkadang standar kesempurnaan bagi kaum INFJ dianggap ketinggian oleh orang lain. Hal ini berlaku untuk segala hal, termasuk hubungan.

Kaum INFJ lebih menyukai hubungan yang mendalam dan serius. Jadi, sangat sulit untuk menjalin hubungan singkat yang sekedar main-main dengan para INFJ. Ada bagusnya sih, berarti nggak perlu meragukan loyalitas mereka. Lagi pula wajar saja jika menetapkan standar yang tinggi untuk hubungan jangka panjang dan serius, kan?

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

#3 Menuntut kepekaan yang tinggi

Orang dengan kepribadian INFJ memang diberkati kepekaan yang luar biasa. Mereka terkenal akan kebaikan hatinya dalam memahami dan memperlakukan orang lain. Oleh sebab itu, para INFJ diam-diam mengharapkan pasangan atau orang terdekatnya memperlakukan dirinya dengan cara yang sama. Minimal sama pekanya lah dalam membaca emosi dan keinginan si INFJ.

Masalahnya, nggak semua orang kuat berkomitmen dalam hubungan ala INFJ. Tingginya tuntutan itu membuat para INFJ kesulitan menemukan teman yang sefrekuensi. Hal ini diperburuk dengan ketidakmampuan INFJ menyampaikan keinginannya karena takut melukai atau menyusahkan orang lain. Mereka cenderung menghindari konflik dengan segala cara.

Ujung-ujungnya segala permasalahan dan emosi terpendam itu malah jadi bom waktu yang bikin hubungan terancam bubar. Memang butuh kesabaran ekstra untuk bertahan dalam hubungan bersama INFJ, ygy.

#4 Sulit memulai pembicaraan

INFJ memang bisa menjadi pendengar yang baik. Namun, mereka cenderung sulit memulai pembicaraan., apalagi kalau dalam kelompok besar. Orang dengan kepribadian INFJ lebih menyukai komunikasi secara personal dan mendalam. Mereka nggak terlalu terampil dalam berbasa-basi.

Dalam kelompok besar, INFJ cenderung berperan sebagai pengamat. Bicaranya cukup irit. Tak jarang dianggap sombong. Padahal dalam diamnya itu, mereka sedang menilai lawan bicaranya. Tapi jika berhasil mengajak Si INFJ mengobrol, mereka akan berubah menjadi teman ngobrol yang seru. Seolah mereka nggak pernah kehabisan topik.

PR terbesar dalam mendekati INFJ adalah mencari topik pembicaraan yang berbobot dan menarik. Lakukan observasi dengan baik sebagaimana para INFJ mengobservasi lawan bicaranya.

#5 Terlalu banyak menilai dan berpikir

Orang dengan kepribadian INFJ gemar memikirkan segala sesuatu secara mendalam, menganalisisnya dengan cermat, dan memberi penilaian. Mereka bisa menilai ketulusan seseorang sekaligus pandai menghargainya. Namun karena kehati-hatian tersebut, cukup sulit bagi orang asing untuk memasuki kehidupan para INFJ. Butuh waktu untuk membuktikan niat baik kita kepada INFJ. Butuh kesabaran pula untuk membuat mereka yakin dan mau membukakan hati.

#6 Perasaannya terlalu sensitif

INFJ adalah seorang perasa akut. Oleh sebab itu mereka gampang sekali berempati terhadap orang lain. Namun sensitifnya orang-orang INFJ bukannya tak memiliki dampak buruk. Karena terlalu sensitif, mereka jadi rentan stres serta anti-kritik dan segala tindakan yang bisa melukainya. Mereka cenderung pilih-pilih teman yang sekiranya bisa memperlakukan mereka sama baiknya dan nggak akan mengkhianatinya.

Jangan pernah coba menyakiti INFJ, ya. Sekali disakiti, mereka tak akan mudah percaya lagi. Tapi karena dasarnya mereka berhati lembut dan penuh kasih, mereka cenderung nggak berdaya untuk balas dendam. Makanya mereka lebih memilih memutus akses komunikasi dengan orang-orang yang dianggap menyakiti atau membawa dampak buruk. Bahkan bisa diputus selamanya, lho. Bisa dibilang orang-orang INFJ ini sangat baik, tapi juga pendendam yang menyeramkan.

Kepribadian manusia memang sangatlah kompleks. Setiap kepribadian memiliki keistimewaan dan kekurangannya masing-masing, layaknya si INFJ ini. Perlu diingat bahwa hasil tes MBTI nggak selalu akurat. Mengingat manusia terus berkembang mengikuti lingkungan, kedewasaan, dan banyak faktor lainnya, maka cara berpikirnya juga bisa berubah. Jadi, jangan khawatir kalau hasil tes MBTI-mu berubah seiring berjalannya waktu. Itu wajar, bukan bipolar.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Orang Jepang dan Kepercayaan Golongan Darah Menentukan Kepribadian Seseorang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2022 oleh

Tags: INFJkepribadianpilihan redaksitipe kepribadian
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Membangun MRT di Surabaya Memang Ideal, tapi Kurang Masuk Akal Terminal Mojok

Membangun MRT di Surabaya Memang Ideal, tapi Kurang Masuk Akal

22 Agustus 2022
Review POCO F4 GT, Ponsel Gaming Terbaik dari POCO Terminal Mojok.co

Review POCO F4 GT, Ponsel Gaming Terbaik dari POCO

14 November 2022
Kelemahan Menabung Emas di Pegadaian yang Nggak Disadari Banyak Orang Mojok.co

Kelemahan Menabung Emas di Pegadaian yang Perlu Disadari Banyak Orang

12 Agustus 2024
Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

11 Oktober 2022
Jangan Malu Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi. Hidup Kalian Nggak Akan Sesuram itu, kok

Jadi Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Sesuram Itu, kok. Masih Ada Jurusan Filsafat yang Prospek Kerjanya Lebih Dipertanyakan

5 Desember 2023
Jogja Resmi Provinsi Termiskin (Unsplash)

Jogja Provinsi Termiskin: Matur Nuwun Raja dan Gubernur Jogja

18 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.