Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Tempat Makan di Makassar yang Bisa Bikin Salah Paham

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
24 Agustus 2022
A A
5 Tempat Makan di Makassar yang Bisa Bikin Salah Paham Terminal Mojok

5 Tempat Makan di Makassar yang Bisa Bikin Salah Paham (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu kota yang menjadi destinasi wisata favorit di Indonesia bagian timur adalah Kota Makassar. Boleh dibilang, Makassar ibarat ibu kotanya Indonesia bagian timur. Wajar jika banyak orang, khususnya yang berasal dari Indonesia timur, ingin jalan-jalan ke sini.

Setelah beberapa kali pergi ke Makassar, saya pernah salah paham dengan beberapa tempat makan di sana. Sebab, ada beberapa tempat makan yang punya nama unik bahkan cenderung ekstrem. Berikut beberapa tempat makan yang bisa bikin pengunjung salah paham ketika pertama kali melihatnya.

ADVERTISEMENT

#1 Aroma Coto Gagak

Jika berkunjung ke Makassar, rasanya belum lengkap kalau nggak mencicipi kuliner khasnya yang terkenal itu alias coto. Kuliner satu ini bukan plesetan dari “soto” ya meskipun keduanya sama-sama berkuah. Kuah coto warnanya jauh lebih gelap ketimbang kuah soto pada umumnya. Kuliner ini berbahan dasar daging dan jeroan sapi.

Sebenarnya di berbagai daerah di Pulau Sulawesi, coto cukup mudah kita temui. Namun, salah satu penjual coto yang cukup terkenal di Kota Makassar adalah Aroma Coto Gagak. Nama “gagak” yang melekat bukan berarti coto tersebut dibuat dari daging gagak, ya, melainkan berasal dari nama jalan tempat coto tersebut dijual.

#2 Pallubasa Serigala

Selain coto, ada lagi kuliner khas Makassar yang cukup terkenal. Kuliner satu ini punya kuah berwarna gelap dengan bahan dasar jeroan sapi atau kerbau. Kuliner ini juga sempat diperbincangkan netizen lantaran dimasak oleh salah seorang peserta MasterChef Indonesia.

Kalau berkunjung ke Makassar, sempatkan diri kalian untuk mampir ke sebuah tempat makan yang menjual pallubasa. Nama tempat makan itu adalah Pallubasa Serigala. Tenang, di sini kalian nggak akan menemukan pallubasa dengan bahan baku daging serigala, kok.

Alasan tempat tersebut dinamakan Pallubasa Serigala karena berada di Jalan Serigala XIV, Mamajang Dalam, Mamajang, Makassar. Konon, tempat ini sudah ada sejak tahun 1986.

Baca Juga:

Culture Shock Orang Makassar ketika Merantau ke Jogja: Ketika Sopan Santun Orang Jogja Lebih Misterius ketimbang Rumus Fisika Kuantum

Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

#3 Pangsit Mie Palu

Proses pembuatan makanan yang satu ini nggak ada hubungannya dengan alat perkakas palu, kok. Lokasi tempat makannya juga bukan terletak di Jalan Palu atau bersebelahan dengan toko bangunan yang menjual alat-alat pertukangan.

Hal yang melatarbelakangi kedai ini menyematkan kata “palu” adalah tempat asal makanan ini, yakni Kota Palu, Sulawesi Tengah. Di Kota Makassar sendiri ada dua cabang Pangsit Mie Palu. Fyi, untuk kalian yang muslim, menu makanan di sini non-halal, ya.

#4 Sop Cendrawasih

Kuliner satu ini bisa dikategorikan sebagai salah satu kuliner legendaris di Kota Daeng. Sebab, Sop Cendrawasih sudah ada sejak tahun 1952 untuk memanjakan lidah masyarakat dan wisatawan di Kota Makassar.

Alasan sop ini mampu bertahan lama dan begitu laris bukan karena bahan bakunya berasal dari daging burung cedrawasih, ya. Kalau bahan bakunya daging burung cendrawasih sih pasti sudah “disikat” sejak lama oleh aparat penegak hukum karena burung cendrawasih termasuk hewan yang dilindungi.

Sop cendrawasih kurang lebih mirip coto dan pallubasa, yakni terbuat dari daging sapi, lidah, dan jeroan. Yang membedakannya dengan coto dan pallubasa adalah kuah sopnya yang nggak sekental dua kuliner tersebut. Meski begitu, soal rasa, sop cendrawasih nggak kalah kok dibanding dua kuliner khas lainnya.

Nama cendrawasih sendiri berasal dari nama jalan tempat kedai ini berdiri. Kayaknya para pedagang kuliner di Makassar memang suka menamai makanan yang mereka jual dengan nama jalan tempat kedai mereka berdiri agar pembeli mudah mengingatnya, ya.

#5 Bakso Ati Raja

Sejujurnya saya kurang tahu asal muasal nama kuliner satu ini. Tapi, saya pastikan bahan dasar bakso ini bukan hati seorang raja, melainkan daging sapi. Lagi pula, Makassar bukan tanah monarki yang punya raja seperti di …… ah, nggak jadi saya sebutkan, deh. Soalnya nanti banyak netizen cosplay jadi petugas kelurahan yang nanyain KTP.

Seporsi bakso di tempat ini terdiri dari tiga jenis bakso, yakni bakso halus, bakso kasar (warnanya kehitaman), dan bakso goreng. Kuahnya bening dan disajikan dengan menu pendamping seperti buras dan jeruk nipis.

Itulah beberapa tempat makan di Kota Makassar yang bisa bikin kita salah paham saat pertama kali melihatnya. Semua tempat makan yang saya sebutkan di atas nggak cuma punya nama unik, tapi juga recommended untuk dicicipi, kok.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Tempat di Kota Makassar yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2022 oleh

Tags: makanan khas Makassarmakassartempat makan
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

3 Alasan Mengapa Persepsi Uang Panai' Mahal Itu Adalah Kewajaran terminal mojok

3 Alasan Mengapa Persepsi Uang Panai’ Mahal Itu Wajar

27 Agustus 2021
8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari terminal mojok.co

8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari

30 Januari 2022
5 Hal yang Tidak Orang-orang Katakan tentang Solaria, Perhatikan untuk Kalian yang Belum Pernah ke Sana Mojok.co

5 Hal yang Tidak Orang-orang Katakan tentang Solaria, Perhatikan untuk Kalian yang Belum Pernah ke Sana 

1 November 2025
makassar

Tentang “Maaf Sekadar Mengingatkan” yang Lagi Tren di Makassar

9 Agustus 2019
Dear Mas Aliurridha, Ada yang Keliru tentang Makanan Khas Makassar di Tulisanmu

Dear Mas Aliurridha, Ada yang Keliru tentang Makanan Khas Makassar di Tulisanmu

30 Maret 2020
4 Alasan Tupperware Ketinggalan Selalu Bikin Ibu atau Istri Marah

4 Alasan Tupperware Ketinggalan Selalu Bikin Ibu atau Istri Marah

8 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.