5 Studio Produksi Anime Ini Harus Kamu Tonton Karyanya Sebelum Tutup Usia – Terminal Mojok

5 Studio Produksi Anime Ini Harus Kamu Tonton Karyanya Sebelum Tutup Usia

Artikel

Adi Sutakwa

Kalau kamu baru saja terjun di dunia otaku, kamu mungkin akan menonton anime yang itu-itu saja, mengikuti tren yang lagi banyak penontonnya. Akan tetapi, lama kelamaan kamu pasti bisa merasakan perbedaan kualitas animasi dari masing-masing studio produksi. Ada yang gambar frame per second-nya sangat memanjakan mata, banyak pula yang justru seperti penghinaan terhadap karya manganya.

Dua contoh anime yang sering kali dihujat sana sini karena kualitasnya asal-asalan bahkan acakadut adalah One Piece dan One Punch Man season dua. Dalam beberapa episode penting, Toei Animation masih mau menunjukkan effort untuk membuat anime One Piece cukup menegangkan untuk ditonton, misalnya episode saat Luffy melawan Katakuri.

Sayangnya, studio J.C Staff tidak berusaha memberikan yang terbaik untuk fans Saitama yang telah menunggu empat tahun lamanya untuk season kedua. Artwork dalam anime One Punch Man season kedua kacau balau, kalau tidak mau disebut porak poranda. Nah, lima rekomendasi studio ini bisa kamu nikmati sebelum menentukan anime yang ingin kamu tonton.

#1 Madhouse

Rumah produksi anime yang satu ini memang terkenal dengan hasil karya yang savage, sayangnya studio Madhouse memang sudah terkenal dengan kebiasaannya hanya membuat satu season anime. Karya terbaik dari studio ini adalah One Punch Man season pertama tahun 2015 yang lalu. Selain itu, beberapa karya masterpiece lain dari studio ini yang mungkin secara tidak sadar telah kamu tonton misalnya Hunter x Hunter, Chihayafuru, dan Overlord.

Salah satu animator legend yang mendirikan Madhouse adalah Masao Maruyama. Di musim anime yang sedang berjalan ini, musim gugur 2020, tidak ada judul anime garapan Madhouse yang sedang tayang. Meskipun demikian, pada musim panas yang lalu anime terakhir garapan Madhouse adalah No Guns Life. Kabarnya, tahun 2022 nanti studio ini juga akan merilis anime berjudul The Vampire Dies in No Time.

#2 MAPPA

Banyak yang mengira MAPPA dan Madhouse adalah studio yang sama, anggapan itu sama sekali keliru karena sebenarnya dua studio produksi tersebut sama sekali berbeda. Meskipun demikian, anggapan tersebut tidak bisa pula disebut salah kaprah karena kata MAPPA sendiri adalah akronim dari Maruyama Animation Produce Project Association.

Pada tahun 2016, Maruyama secara mengejutkan resign dari MAPPA dan sejak saat itu banyak yang mulai meragukan kualitas anime MAPPA. Akan tetapi, setelah hengkangnya Maruyama justru lahir banyak anime terbaik yang pernah ada, misalnya Kakegurui, Inuyashiki, dan The God of Highschool.

Selain itu, pada musim anime Fall 2020 ini, MAPPA menggarap dua karya yang paling ditunggu oleh para otaku di seluruh dunia: Jujutsu Kaisen, adaptasi manga ciptaan Gege Akutami yang sedang naik daun. Dan tentu saja, Attack On Titan season empat, atau dipasarkan dengan tagline The Final Season. Tahun 2021 nanti, MAPPA juga akan merilis anime Chainsaw Man yang nggak kalah bikin muntah adegan darahnya.

#3 Wit Studio

Studio yang satu ini mulai melambung namanya ketika pertama kali pada tahun 2013 merilis anime Attack On Titan (AOT) serta dua season lanjutannya pada tahun 2017 dan 2019. Sejak saat itu Wit Studio dikenal sebagai rumah produksi anime-anime yang keji dan berdarah-darah. Salah satu karya anime lainnya yang tidak kalah fenomenal dari AOT adalah Kabaneri of the Iron Fortress dan Vinland Saga.

Sebenarnya studio ini bukan rumah produksi yang tiba-tiba muncul lalu menghasilkan anime bersejarah seperti AOT. Jika ditelusuri lebih jauh, Wit Studio justru didirikan di bawah perusahaan IG Port, parent company dari studio Production I.G yang telah makan asam garam dalam dunia produksi anime sejak tahun 1987.

#4 Bones

Kalau kalian cukup tua dan pernah menonton judul jadul anime lama, tentu kalian akan tahu kalau studio Bones inilah yang ada di balik kesuksesan Fullmetal Alchemist, Eureka Seven, dan Noragami. Memang benar bahwa studio ini baru mulai menyita perhatian empat tahun lalu saat merilis season pertama My Hero Academia.

Di tahun yang sama pula, karya lain ONE sensei selain One Punch Man, yaitu Mob Psycho 100 dilepas ke pasaran oleh studio Bones. Mulai saat itulah karya-karya Bones jadi banyak penikmatnya, My Hero Academia sudah tercipta empat season dan yang terbaru season lima akan rilis awal trimester tahun 2021 mendatang. Kita tunggu betapa epic hand to hand combat antara Deku vs Shigaraki pada bulan April awal musim Spring 2021 nanti.

#5 Trigger

Nah, kalau studio yang satu ini terkenal sebagai produsen anime original terutama spesialis bertema mecha. Dimulai dari anime Kill la Kill yang legendaris pada tahun 2013, studio Trigger kembali memproduksi anime yang tidak kalah kontroversialnya, Darling in the Franxx dua tahun lalu. Pose pilot robot Franxx yang dikendarai Hiro dan Zero Two masih sering jadi cosplay paling ditunggu di berbagai acara Jejepangan hingga hari ini.

Pada tahun yang sama, Trigger juga merilis SSSS.Gridman yang juga bertema robot ala gundam. Bedanya, musuh main character justru monster ala godzilla, jadi buat kalian yang belum nonton, bayangkan anime ini adalah gabungan antara gundam, ultraman, dan godzilla.

Selain itu, tentu saja populernya anime ini juga tidak lepas dari pesona Rikka yang super waifuable. Nah, tahun depan Trigger juga akan meluncurkan proyek anime yang memiliki kaitan dengan Gridman Universe berjudul SSSS.Dynazenon. Meskipun saya tidak yakin Dynazenon bakal meledak di pasaran, pasalnya karakter human yang ada sama sekali berbeda dengan Gridman. Jadi ya kemungkinan besar nggak akan ketemu Rikka lagi.

BACA JUGA Daftar Kombinasi Tokoh Anime yang Cocok Jadi Paslon Kepala Daerah dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Baca Juga:  4 Alasan Anime Lebih Layak Tonton dari Drama Korea
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.