Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Memberi Nama Bayi Biar Nggak Nyusahin Banyak Pihak

Elif Hudayana oleh Elif Hudayana
17 Desember 2020
A A
Panduan Memberi Nama Bayi Biar Nggak Nyusahin Banyak Pihak Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah longgarnya waktu karena saya ini memang bukan orang sibuk, saya selalu menyempatkan diri untuk buka media sosial. Semuanya saya jelajahi sampai akhirnya saya membuka status WhatsApp kakak ipar saya. Dalam postingannya, dia mengunggah foto nasi berkat tasyakuran kelahiran anak teman atau tetangganya, saya kurang tahu, sekaligus kartu nama bayi yang diakikah. Di bagian caption kakak saya membubuhkan kalimat: “Wah, namanya seperti yang lagi ramai di TV ya. Semoga gantengnya juga sama”.

Membaca caption tersebut, saya jadi penasaran dan tertarik membaca kartunya. Foto itu pun saya zoom dan agak kaget karena namanya Aldebaran. Iyaaa, Aldebaran alias Mas Al alias suaminya Andin alias karakter Arya Saloka di sinetron Ikatan Cinta. Iyaaa, sinetron yang tayang di SCTV dan lagi digandrungi emak-emak itu loh! Nggak tanggung-tanggung, nama panggilan yang diambil pun sama yaitu Al. Untungnya nama lengkap bayi itu bukan Aldebaran Alfakhri, tapi cukup panjang karena terdiri dari 5 kata sampai saya kesusahan mengingatnya.

Saya jadi curiga kalau yang memberi nama bayi itu sebenarnya tergila-gila dengan Mas Al sehingga mencomot nama begitu saja. Entah ini fenomena yang turun temurun terjadi di lingkungan saya atau hanya kebetulan saja, hal seperti ini bukan kali pertamanya.

Bertahun-tahun sebelumnya, nama tokoh sinetron dan film juga kerap diadaptasi menjadi nama anak tetangga. Sebut saja Farel, Fitri, Fahri, Zafran, dan lainnya. Nama ini juga cukup sulit diucapkan lidah orang tua yang sering keseleo. Akhirnya setelah melewati fase overthinking, saya putuskan membuat panduan memberi nama bayi agar anti mainstream dan nggak nyusahin banyak pihak.

#1 Jangan memilih nama yang familier

Bayangkan saja jika fenomena di atas tadi terjadi di banyak tempat dan kelak mereka akan bertemu. Apa nggak aneh kalau banyak Aldebaran dalam satu forum? Ah itu terlalu jauh ya. Di satu kompleks saja, keponakan saya punya 2 teman yang namanya sama persis. Akhirnya ada imbuhan “besar” dan “kecil” dalam nama panggilan mereka untuk membedakannya.

Nama yang familier ini juga berpotensi mengganggu kelancaran jalannya curhat, seperti terjadi kesalahpahaman atau salah undangan. Yang jelas, anak yang namanya sama pasti ragu deh tiap kali dipanggil temannya. “Ini yang dipanggil aku atau dia ya?” Gitu loh.

#2 Gunakan bahasa lokal

Menggunakan bahasa lokal dalam pemberian nama bayi tentu jadi nilai plus, sebab turut mempertahankan budaya daerah yang mulai ditinggalkan. Selain pelafalan yang lebih mudah bagi lingkungan sekitar (kalau doi menetap di tanah kelahiran), nama lokal juga bisa jadi identitas tersendiri yang patut dibanggakan.

Nah, kalau bapak ibu sekalian bingung mau ambil kata seperti apa, saya kasih rekomendasi nama dari bahasa Indonesia dan Jawa ya. Misalnya nih Banyu (air), Kali (sungai), Sekar (bunga), Binar, Langit, Angkasa, Aurora, Awan (lah jadi tokoh film dong), dll.

Baca Juga:

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

#3 Nama nggak perlu terlalu panjang dan disingkat

Sadar nggak sih, makin ke sini nama bayi makin panjang. Dulu, di zaman bapak ibu saya kecil, mereka masih menggunakan nama hanya dengan satu kata. Kemudian setelah kami lahir, mereka memberi kami nama dengan dua kata. Lah sekarang? Nggak jarang saya menemui anak dengan nama 3 sampai 5 kata bahkan lebih! Entah supaya unik atau memang menginginkan pengharapan yang begitu banyak, lagi-lagi hal ini menjadi semacam tren.

Kabar buruknya adalah panjang nama anak mengakibatkan mereka kesulitan saat ujian nasional. Eh sekarang nggak lagi ya wong sudah dihapus kok. Namun, apa mereka nggak akan mempersulit petugas catatan sipil? Boleh kok punya nama panjang, asalkan singkat saja biar mudah dan cepat nulisnya.

#4 Hindari penggunaan huruf konsonan beriringan serta huruf dobel

Kesulitan lain dalam menulis nama yaitu adanya huruf dobel. Biarpun kelihatannya sepele karena nggak memengaruhi dalam penyebutan nama, hal ini bisa menjadi fatal ketika kita melakukan input data yang sifatnya krusial. Bisa dipastikan mereka dengan nama huruf dobel selalu mengecek ulang data dua kali untuk menghindari kekeliruan.

Selain itu, jangan sekali-kali menggunakan huruf konsonan secara beriringan seperti huruf Y untuk mengganti huruf I. Karena lagi-lagi, hal ini menyulitkan orang lain ketika menulis dan pemilik nama ketika membenarkannya. Pokoknya rempong, Hyung! Memang sih memberi nama anak itu sepenuhnya hak bapak ibu sekalian. Tapi, kalau namanya susah dan terjadi kesalahan di tengah jalan, kan yang repot kalian sendiri. Pilih nama yang bagus, jelas dan nyusahin gitu loh!

BACA JUGA Selain Megono, Berikut Kuliner Khas Pekalongan yang Wajib Kalian Ketahui atau tulisan Elif Hudayana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2020 oleh

Tags: memberi nama anaknama
Elif Hudayana

Elif Hudayana

Seorang content writer. Tertarik dengan isu kesehatan mental dan parenting.

ArtikelTerkait

Nama-Nama yang Punah Karena Zaman

Nama-Nama yang Punah Karena Zaman

27 Maret 2020
15 Nama Perempuan yang Muncul dalam Lirik Lagu Terminal Mojok

15 Nama Perempuan yang Muncul dalam Lirik Lagu

12 Maret 2022
Badai Katrina sampai Daniel: Alasan Badai Menggunakan Nama Orang

Badai Katrina sampai Daniel: Alasan Badai Menggunakan Nama Orang

16 September 2023
Nama Membawa Cerita: Seorang Muslim yang Sering Dikira Kristen

Nama Membawa Cerita: Seorang Muslim yang Sering Dikira Kristen

13 Februari 2020
Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

6 November 2025
chelsea islan

Meski Nama Mirip Perempuan, Saya Tetap Chelsea Tapi Bukan Chelsea Islan

7 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

12 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.