Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Pasuruan, dari Bipang hingga Kue Satru

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
16 Oktober 2022
A A
5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Pasuruan, dari Bipang hingga Kue Satru Terminal Mojok

5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Pasuruan, dari Bipang hingga Kue Satru (Cun cun via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Tau nggak kalau ada oleh-oleh khas Pasuruan yang namanya bipang juga?

Pasuruan adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Surabaya. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Probolinggo di sebelah utara, dan dengan Sidoarjo, Kota Malang, serta Mojokerto di sisi selatan.

Sebelum memutuskan untuk merantau ke Banyuwangi, saya sempat tinggal di Pasuruan selama satu tahun. Selama menjadi perantau di sana, saya jadi tahu oleh-oleh khas Pasuruan yang cocok dibawa pulang ke kampung halaman. Kalau kebetulan kalian berkesempatan mengunjungi kabupaten yang luasnya 1.474,02 kilometer persegi ini, jangan lupa untuk membawa beberapa oleh-oleh khas yang jarang ditemui di tempat lain seperti berikut ini.

#1  Kue satru

Eits, ini bukan “Satru”-nya Cak Nan, ygy. Kue satru merupakan salah satu oleh-oleh khas Pasuruan yang nggak bisa ditemukan di daerah lain. Kue ini berbahan dasar tepung kacang hijau, gula pasir, dan tepung sagu. Semua adonan tersebut dicampur lalu dijemur selama 3 jam baru kemudian dipanggang. Tekstur kuenya renyah dan agak sedikit keras.

#2 Ikan lempuk crispy

Kalau Semarang punya bandeng presto dan Surabaya terkenal dengan ikan asapnya, Pasuruan juga punya oleh-oleh berbahan dasar ikan yang terbuat dari ikan lempuk. Ikan lempuk merupakan hewan endemik yang hanya hidup di Danau Ranu Granti. Konon, ikan lempuk memiliki kandungan protein yang tinggi. Masyarakat Pasuruan mengolah ikan ini dengan cara digoreng krispi atau dijadikan rempeyek. Kalau kalian berkunjung ke Pasuruan, sempatkan untuk mencari ikan lempuk crispy dan dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kota asal, ya.

#3 Roti Matahari

Di Pasuruan, ada satu merek roti sisir yang cukup terkenal dan sering dijadikan oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke sini, namanya Roti Matahari. Roti Matahari merupakan roti sisir yang sudah ada sejak tahun 1955. Ada dua jenis roti sisir, yakni roti sisir basah dan roti sisir kering. Roti sisir basah terbagi lagi menjadi dua, roti sisir basah biasa dan roti sisir rombotter (menggunakan mentega Australia). Roti Matahari berada di kasta tertinggi dalam semesta roti sisir di Pasuruan, lho.

#4 Bipang

Bipang satu ini bukan bipang Ambawang yang namanya sempat heboh beberapa waktu lalu, lho. Bipang yang jadi oleh-oleh khas Pasuruan dikenal juga dengan nama jipang.

Fyi, wilayah Pasuruan menjadi kawasan dengan etnis keturunan Tionghoa yang cukup besar. Kalau kalian berkunjung ke sini, khususnya di Kecamatan Pandaan, bahkan terdapat Masjid Muhamad Cheng Hoo yang beralamat di Jalan Raya Kasri, Petung Sari. Di sini terjadilah akulturasi budaya antara budaya Tiongkok dan masyarakat Pasuruan, tak terkecuali kulinernya.

Baca Juga:

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

Bipang Pasuruan berasal dari bahasa Mandarin “bi” yang berarti beras dan “pang” yang berarti wewangian. Bipang adalah makanan ringan berupa kue beras kembung yang dicampur dengan gula dan perasa vanili. Proses pembuatan bipang nggak digoreng sehingga oleh-oleh khas Pasuruan ini bebas lemak dan rendah natrium.

#5 Permen Jahe

Kalau kalian pernah melakukan perjalanan dari Semarang ke Banyuwangi, pasti kalian bertemu dengan pedagang asongan yang menjajakan permen jahe dengan bungkus kertas. Permen jahe atau yang biasa disebut ting-ting jahe tersebut merupakan salah satu oleh-oleh khas Pasuruan.

Permen jahe memiliki tekstur yang lunak dan kenyal. Rasanya sedikit pedas khas jahe dan terasa hangat di tenggorokan. Kalian bisa menjadikan permen jahe ini oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Itulah lima rekomendasi oleh-oleh khas Pasuruan yang bisa jadi pilihan untuk dibawa pulang ke kampung halaman. Pokoknya kalau mampir ke sini, jangan lupa cari kelima oleh-oleh di atas, ya!

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Oleh-oleh Khas Solo yang Sebaiknya Jangan Dibeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2022 oleh

Tags: jawa timurOleh-OlehPasuruan
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Maulana Iqbal Membongkar Sisi Gelap Kabupaten Gresik (Wikimedia Commons)

Dosa Kabupaten Gresik: Banjir Kali Lamong yang Tidak Tertangani

10 April 2023
IAIN Kediri Tidak Berdosa dalam Pembangunan Gedung Baru (Unsplash)

IAIN Kediri Tidak Berdosa dalam Pembangunan Gedung Baru

13 September 2023
5 Tempat di Banyuwangi yang Baiknya Nggak Dikunjungi terminal mojok.co

5 Tempat di Banyuwangi yang Baiknya Nggak Dikunjungi

17 November 2021
Bondowoso Nggak Punya Laut, Tapi Menjadi Pusat Ikan Pindang di Jawa Timur (Pixabay)

Belajar dari Bondowoso: Tidak Punya Laut, tapi Menjadi Pusat Ikan Pindang Jawa Timur

21 Mei 2023
6 Tips Bertahan Hidup dengan Kualitas Air di Sidoarjo Terminal Mojok

6 Tips Bertahan Hidup dengan Kualitas Air di Sidoarjo

24 Maret 2022
Bahasa Mahasiswa Plat AG yang Bikin Orang Malang Bingung Sekaligus Ketawa

Bahasa Mahasiswa Plat AG yang Bikin Orang Malang Bingung Sekaligus Ketawa

7 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

6 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.