Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Kota Surabaya

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
1 Juni 2022
A A
4 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Kota Surabaya Terminal Mojok

4 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Kota Surabaya (Priyono Priyono/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini banyak penulis Terminal Mojok seperti Mbak Tiara Uci, dkk. yang konsisten membahas segala tetek mbengek tentang Kota Surabaya. Mulai dari transportasi publik, rekomendasi kopi susu enak, hingga perkara Stadion GBT yang menjadi markas Persebaya dibahas di Terminal Mojok. Sebagai mahasiswa tingkat menengah akhir yang hidup di Kota Pahlawan, saya juga punya pengalaman yang menyenangkan, unik, dan bahkan nggatheli di kota ini.

Dibanding dengan kota dan kabupaten lainnya di Jawa Timur, Kota Surabaya memang sedikit berbeda. Meski merupakan kota metropolitan setelah Jakarta, bukan berarti Surabaya punya segalanya dan semua orang bisa melakukan apa saja di sini. Berikut beberapa hal yang nggak bisa dilakukan di Kota Surabaya berdasarkan hasil pengamatan saya selama ini.

ADVERTISEMENT

#1 Nggak bisa ngadem

Sudah bukan jadi rahasia kalau Surabaya termasuk dalam kota terpanas di Indonesia. Bahkan, suhu udara di Surabaya pernah mencapai angka 37,2 derajat Celcius. Kalau Kota Surabaya diibaratkan manusia, dia pasti sudah ditolak masuk ke dalam mal di musim pandemi ini lantaran suhunya jauh dari suhu normal. Hehehe.

Alasan kenapa Surabaya memiliki suhu udara yang cukup tinggi lantaran beberapa orang percaya bahwa semua ini ada kaitannya dengan Surabaya yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat industri di Jawa Timur. Banyaknya gedung tinggi, mal, hingga kompleks perumahan yang menggunakan AC membuat Surabaya mengalami pemanasan yang berlebih.

Selain itu, tak banyak ruang terbuka di Surabaya yang ditumbuhi pepohonan, sehingga kota ini memiliki nuansa panas yang gersang. Kalau mau ngadem, biasanya saya dan teman-teman masuk ke minimarket atau ATM, itu juga kalau nggak ketahuan dan diusir satpam. Jadi, sudah jelas lah, kalau ke Surabaya niatnya mau ngadem sih urungkan saja niat kalian.

#2 Nggak bisa hemat

Sebagai mahasiswa dengan uang saku pas-pasan, bertahan hidup di Surabaya adalah tantangan yang luar biasa. Pasalnya, selain harus melawan hawa panas yang ngenthang-ngenthang itu, saya juga harus melawan godaan untuk shopping. Lho, kenapa gitu?

Kalau kalian pergi ke Surabaya, jangan kaget lantaran di sini banyak pusat perbelanjaan. Kehadiran pusat perbelanjaan seperti Ciputra World Surabaya, Grand City Mall, Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, Surabaya Town Square, Marvell City, Pakuwon Mall, East Coast Center, Royal Plaza, dsb., seolah mengajak warga untuk senantiasa mampir dan berbelanja.

Selain kehadiran mal-mal yang bikin warga nggak bisa berhemat, harga jajanan di pinggiran Surabaya juga sedikit mencubit. Mahasiswa seperti saya saja bisa menghabiskan uang sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu dalam sehari untuk makan dan biaya transpor. Sungguh sulit untuk berhemat di sini.

Baca Juga:

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

#3 Nggak bisa pelan berkendara

Beberapa orang mungkin menyadari kalau orang Surabaya terkesan terburu-buru saat berkendara. Alasan kenapa orang Surabaya nggak bisa pelan saat berkendara kemungkinan besar karena ingin cepat sampai di tempat tujuan dan terhindar dari kemacetan atau halangan lampu lalu lintas.

Di Surabaya, setidaknya ada tiga penyebab utama kemacetan. Pertama, banyaknya pelaju yang melintas di jalanan Kota Surabaya apalagi waktu pagi dan sore hari. Hal ini membuat jalanan di Kota Pahlawan terasa seperti lautan kendaraan pada jam-jam tersebut. Kedua, banyaknya jumlah lampu APILL di sini. Selain banyak, durasi lampu APILL di Surabaya ora umum blas sehingga bikin orang buru-buru pengin melewatinya. Ketiga, para Bonek yang pengin nobar Persebaya. Wes nggak usah dipertanyakan lagi, kalau Persebaya sedang ada jadwal tanding, mending buru-buru pulang ke rumah atau nggak usah keluar rumah sama sekali kalau nggak pengin terjebak kemacetan. Sebab, para Bonek dari mana saja akan tumpah ruah memenuhi jalanan Surabaya.

#4 Nggak bisa naik gunung

Di Kota Surabaya, kalian nggak bisa naik gunung karena… ya memang nggak ada gunung yang bisa didaki di sini. Kalaupun ada “gunung”, itu adalah nama daerah seperti Gunungsari, Gunung Anyar, Simo Gunung, dll. Teman-teman saya di kampus yang tergabung dalam komunitas pencinta alam biasanya memilih mendaki gunung yang berada di luar pusat Kota Surabaya seperti Gunung Penanggungan, Gunung Welirang, Gunung Pundak, dan Gunung Anjasmoro.

Nah, itulah empat hal yang nggak bisa dilakukan di Surabaya. Hal-hal yang nggak bisa dilakukan di atas nggak perlu dijadikan beban lantaran bukan merupakan persoalan serius. Warga Surabaya tetap bisa menikmati hal-hal menyenangkan di sini, kok.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perjuangan Suporter Persebaya Menuju Stadion GBT Itu Berat, Orang Biasa Nggak Akan Kuat!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2022 oleh

Tags: jawa timurKota Surabaya
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Warung Makan di Sekitaran Kampus IAIN Kediri yang Jadi Langganan Mahasiswa

4 Rekomendasi Warung Makan di Sekitaran Kampus IAIN Kediri yang Jadi Langganan Mahasiswa

9 September 2023
Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge

Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge

14 Maret 2024
Pengalaman Saya Tinggal di Kandangan Kediri, Kecamatan yang Kerap Dipertanyakan Identitasnya karena Beda Sendiri

Pengalaman Saya Tinggal di Kandangan Kediri, Kecamatan yang Kerap Dipertanyakan Identitasnya karena Beda Sendiri

16 Juni 2024
Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

16 Januari 2024
7 Alasan Jombang Layak Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Timur Mojok.co lamongan

7 Alasan Jombang Layak Jadi Tempat Slow Living di Jawa Timur

6 November 2025
Trenggalek Menyimpan 4 Makanan Legendaris Khas Jawa Timur (Unsplash)

Makanan Khas Jawa Timur Bagian Trenggalek: Rekomendasi 4 Kuliner Legendaris

28 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten Mojok.co

Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten

30 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.