Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah

Tiara Uci oleh Tiara Uci
13 Juli 2022
A A
5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah Terminal Mojok

5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apakah kuliner Surabaya favoritmu termasuk yang mulai sulit ditemukan dan terancam punah?

Tiada yang abadi di dunia ini, tak terkecuali makanan. Beberapa kuliner yang dulu sempat populer dan digemari banyak orang, kini mulai ditinggalkan. Mungkin indra pengecap manusia berevolusi juga soal selera makanan, makanya tiap generasi punya makanan favorit masing-masing. Contoh sederhananya, mayoritas orang tua kita kurang suka junk food, tapi generasi milenial sangat menggandrunginya. Banyak juga rumah makan yang dulunya jadi primadona, kini perlahan kehilangan pencintanya dan terancam punah.

Di Surabaya, ada beberapa kuliner yang tak luput dari seleksi alam seperti itu. Kuliner Surabaya yang dulunya populer, dijajakan dengan gerobak dorong di gang-gang Kota Pahlawan, kini sudah mulai sulit ditemui. Setidaknya ada lima kuliner Surabaya yang dulu sering saya jumpai, namun sekarang butuh perjuangan untuk bisa membeli dan menyantapnya.

#1 Sate karak

Sate karak bukan sate yang terbuat dari karak (nasi sisa yang dikeringkan), ya, Gaes. Sate karak adalah sate yang terbuat dari daging sapi yang dimakan dengan ketan hitam, lalu diberi bumbu pedas gurih khas Surabaya dan parutan kelapa. Sekitar 20 tahun lalu, sate karak masih mudah kita jumpai. Banyak pedagang sate karak yang mendorong gerobaknya di gang-gang, terutama di Dupak dan di sekitar wisata religi Sunan Ampel.

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan sekarang. Kini, penjual sate karak hampir mustahil kita temukan di gang-gang Kota Pahlawan. Satu-satunya penjual sate karak yang saya tahu untuk saat ini hanya Bu Elis yang membuka warung kecil di Jalan Ampel Lonceng No. 60, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Jam bukanya pun nggak lama, mulai dari pukul 5 sore hingga pukul 10 malam saja.

Buat kalian yang kebetulan berkunjung ke Surabaya, saya sarankan untuk mencicipi kuliner Surabaya satu ini. Sebab, sate karak punya cita rasa unik yang nggak bisa kita jumpai pada sate-sate lainnya. Apalagi sate karak termasuk kuliner yang mulai langka. Dengan mengonsumsi sate karak di Surabaya, kita sudah menjadi pahlawan yang turut berpartisipasi terhadap keberlangsungan kuliner legendaris Surabaya, lho.

#2 Pecel semanggi

Pecel semanggi adalah makanan khas Surabaya sekaligus menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Pahlawan. Meskipun secara tampilan mirip dengan pecel pada umumnya, tapi urusan cita rasa dan komposinya jauh berbeda. Pecel semanggi nggak menggunakan sayuran yang umumnya digunakan oleh pecel biasa, melainkan menggunakan daun semanggi dan taoge.

Bumbu pecelnya terbuat dari ketela rambat, kacang tanah, petis, dan gula merah yang ditumbuk halus. Rasa pecel semanggi ini manis dan gurih. Namun, bagi pencinta pedas, kalian bisa minta tambahan sambal agar rasanya sedikit pedas. Pecel semanggi biasa disajikan di atas daun pisang yang dipincuk. Orang Surabaya biasa menyantap pecel semanggi bukan dengan sendok atau garpu, melainkan menyendokkannya dengan kerupuk puli.

Baca Juga:

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Sayangnya, saat ini kita mulai susah menemukan ibu-ibu penjual pecel semanggi yang berkeliling di gang. Bahkan di pasar tradisional sekalipun, jarang banget ada penjual pecel semanggi. Kalau pengin makan pecel semanggi, biasanya saya akan mencarinya ke Tugu Pahlawan. Atau kalau sedang beruntung, saya bisa bertemu dengan penjual kuliner Surabaya satu ini di Taman Bungkul. Selain di kedua area tersebut, masih ada satu atau dua warung makan yang menjual pecel semanggi. Tak berlebihan rasanya jika kita menyebut pecel semanggi sebagai salah satu kuliner yang terancam punah.

Kondisi ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan dulu. Dulu, kita bisa menemukan penjual pecel semanggi dengan mudah di gang-gang kecil di Kota Pahlawan. Metode berjualan mereka memang nggak menggunakan rombong atau gerobak dorong, melainkan dengan cara membawa besek besar berisi pecel semanggi yang digendong di punggung. Cukup nongkrong di depan teras rumah, penjual pecel semanggi biasanya akan menghampiri.

#3 Kompyang

Kompyang atau kompia pada awalnya adalah kue yang berasal dari Tiongkok. Namun, kue ini sangat populer di Surabaya. Dulu, kue satu ini sering dijadikan hidangan saat ada keluarga yang sedang hajatan. Kompyang terbuat dari tepung terigu, gula, garam, dan air, kemudian diberi taburan wijen di atasnya. Bentuk kompyang mirip bagian atas roti hamburger. Lantaran proses pembuatan adonannya manual, tekstur kompyang memang agak keras. Tapi, rasanya tetap nikmat, kok.

Meskipun jadi salah satu kue yang disebut-sebut sebagai salah satu kuliner Surabaya, nyatanya kompyang saat ini mulai jarang ditemukan di Surabaya. Jika pengin mencicipinya, kalian bisa mencari penjual kompyang di Pasar Atom. Itu pun kalau kalian beruntung menemukannya, ya.

#4 Getas ketan

Jika kalian pernah melihat atau mencicipi getas di daerah lain, kalian mungkin akan sedikit kebingungan ketika melihat getas versi Surabaya. Kalau getas dari daerah lain warnanya cenderung putih, getas Surabaya berwarna hitam lantaran berbahan dasar ketan hitam.

Getas ketan terbuat dari tepung ketan hitam, parutan kelapa, santan, dan sedikit garam yang diaduk menjadi adonan. Adonan tersebut lantas dibentuk bulatan oval pipih dan digoreng. Jika sudah matang, getas ketan dibaluri gula yang sudah dicampur air sehingga bentuknya menyerupai selai putih. Kehadiran gula tersebut membuat getas ketan memiliki cita rasa manis.

Dulu, getas ketan banyak dijual di toko kue tradisional atau pasar. Namun kini jarang ada toko kue yang menjual getas ketan. Kita hanya bisa sesekali menjumpai kuliner Surabaya satu ini saat ada keluarga di perkampungan Surabaya yang mengadakan hajatan. Atau jika beruntung, kadang kita bisa menemukan satu atau dua penjual getas ketan di Pasar Atom.

#5 Lontong kupang

Lho, lontong kupang masih ada, kok, belum punah. Iya, iya. Memang benar kita masih bisa menemukan penjual lontong kupang terutama di daerah Kenjeran. Namun, jumlah mereka jauh berkurang, Rek.

Dulu, penjual lontong kupang hampir selalu bisa kita jumpai di setiap gang di Kota Pahlawan. Mereka biasanya berkeliling dengan gerobak dorong layaknya tukang bakso. Namun, kini, pemandangan itu langka sekali. Lontong kupang seolah mulai dilupakan orang dan tergerus zaman. Padahal kuliner Surabaya satu ini punya rasa yang unik sekaligus enak, lho.

Lontong kupang terbuat dari kupang putih, hewan laut serupa kerang kecil dengan tekstur lunak. Kupang kemudian dimasak hingga empuk, lalu diberi kuah yang terbuat dari petis dan sedikit perasan jeruk nipis. Kupang dimakan dengan lontong, makanya disebut lontong kupang.

Biar rasanya makin mantap, lontong kupang diberi tambahan lauk lentho (terbuat dari kacang tolo, tepung, dan singkong yang dibumbui, kemudian dibentuk kecil-kecil lalu digoreng, mirip perkedel kentang). Meskipun terbuat dari kupang yang notabene berasal dari laut, jika dimasak dengan benar, lontong kupang nggak berbau amis, kok, Rek.

Itulah lima kuliner Surabaya yang kepopulerannya mulai tergerus zaman dan terancam punah eksistensinya. Jika kalian berkunjung ke Surabaya, jangan lupa mencicipi lima kuliner di atas, ya. Hitung-hitung ikut melestarikan kuliner Kota Pahlawan.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Kuliner Ekstrem yang Bisa Dijumpai di Surabaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2022 oleh

Tags: jawa timurkuliner khaspilihan redaksipunahSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Pantai Papuma Jember Pantas Dinobatkan sebagai Objek Wisata Alam Termahal di Jawa Timur

Pantai Papuma Jember Pantas Dinobatkan sebagai Objek Wisata Termahal di Jawa Timur

17 Maret 2022
Raja Brawijaya Fokus TikTok ketimbang Isu Kemanusiaan (Anom Harya via Shutterstock.com)

Bukannya Menyuarakan Keadilan tuk Kaum Marjinal, Raja Brawijaya Malah Fokus Main TikTok biar Viral

17 Agustus 2023
10 Drama Korea yang Cocok untuk Binge Watching Terminal Mojok

10 Drama Korea yang Cocok untuk Binge Watching

7 Agustus 2022
Hal-hal yang Lumrah di Nganjuk, tapi Sulit Ditemui di Jogja Mojok.co

Hal-hal yang Lumrah di Nganjuk, tapi Sulit Ditemui di Jogja

12 September 2024
Tips Anak Rantau Jawa Timur yang Cari Makan di Jogja terminal mojok.co

Tips Anak Rantau Jawa Timur yang Cari Makan di Jogja

13 Desember 2021
Honda ADV 160 Lebih Cocok untuk Jualan Kopi Starling ketimbang Touring!

Honda ADV 160 Lebih Cocok untuk Jualan Kopi Starling ketimbang Touring!

3 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten
  • Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.