Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Jembatan Ikonik di Jogja yang Menyimpan Kisah Unik hingga Mistik

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
16 Juli 2022
A A
5 Jembatan Ikonik di Jogja yang Menyimpan Kisah Unik hingga Mistik Terminal Mojok

5 Jembatan Ikonik di Jogja yang Menyimpan Kisah Unik hingga Mistik (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap sudut Kota Jogja adalah jembatan. Ya, ada banyak jembatan ikonik di Jogja yang tampak kokoh dan gagah. Tidak hanya terlihat gagah menghubungkan antarwilayah, sejumlah jembatan di Jogja juga menyimpan nilai-nilai sejarah yang layak diketahui.

Saya sendiri memiliki memori yang cukup pedih di salah satu jembatan ikonik di Jogja, tepatnya di bawah Jembatan Layang Janti. Waktu itu, pacar saya (baca: mantan yang sudah punya suami) minta turun dari motor setelah kami berdua bertengkar cukup hebat sepanjang JEC hingga Jembatan Janti. Demi keselamatan bersama, saya turuti kemauannya. Sementara itu, sambil menangis, pacar saya berjalan menuju kosnya di kawasan Bandara Adi Sucipto.

Tanpa babibu, saya pun ikut turun dan berjalan kaki mengikutinya dari belakang sambil nuntun motor Smash biru 110 cc. Sepanjang perjalanan, dari Jembatan Janti hingga Bandara Adisucipto, kami berdua hanya diam tanpa sepatah kata. Lebih jelasnya mengenai cerita tragis ini, kamu bisa menyimak kisah amburadul saya di sini.

Terlepas dari kisah tragis di Jembatan Janti, masih banyak jembatan ikonik di Jogja lainnya yang mungkin menyimpan banyak kenangan juga bagi para warganya. Berikut beberapa jembatan ikonik di Jogja yang menyimpan kisah bersejarah, unik, hingga mistik antara lain:

#1 Jembatan Gondolayu

Buat kamu yang sering melintas di sekitar Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja, tentu sudah tidak asing dengan Jembatan Gondolayu. Ya, jembatan berwarna hijau pekat dengan kombinasi warna kuning ini berada di kawasan tugu atau tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta.

Jembatan Gondolayu terbentang kokoh di atas bantaran Kali Code. Pada waktu malam hari, jembatan peninggalan pemerintahan Hindia Belanda ini menjadi tempat nongkrong favorit warga Jogja, khususnya kawula muda. Hampir setiap malam, terutama weekend, tidak sedikit orang menghabiskan waktunya untuk menikmati suasana Kota Pelajar di atas jembatan yang dibangun pada 1840-an ini.

Di balik kokohnya Jembatan Gondolayu, ada sebuah kisah legenda yang beredar luas di kalangan warga Jogja. Konon, proses pembangunan jembatan ini membutuhkan tumbal untuk dikorbankan. Adapun tumbal yang harus dikorbankan saat itu adalah pasangan suami istri bernama Ngatino dan Ratmi. Pasangan yang baru saja melangsungkan akad nikah ini dilempar ke dasar pondasi dan diuruk oleh tentara Belanda.

Baca Juga:

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Selain itu, Jembatan Gondolayu juga memiliki cerita mistis tentang hantu jamu gendong bernama Yu Djiyem. Ya, hantu penjual jamu gendong ini dulunya meninggal karena dibunuh oleh segerombolan orang dan jasadnya dibuang ke bantaran Kali Code. Sampai saat ini, konon, hantu jamu gendong masih suka menampakkan diri di jembatan ini.

#2 Jembatan Krasak

Salah satu jembatan ikonik di Jogja yang populer di masyarakat adalah Jembatan Krasak. Jembatan yang berada di Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, ini menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Provinsi Jawa Tengah. Di balik kokoh dan gagahnya jembatan ini, tersimpan peristiwa kelam yang susah dilupakan oleh warga setempat.

Jembatan Kali Krasak pada tahun 1991 silam pernah mengalami kebakaran hebat yang meruntuhkan bangunannya. Kebakaran ini terjadi akibat kecelakaan sebuah truk pengangkut bensin yang oleng dan akhirnya terguling. Tak pelak BBM tersebut tumpah, lalu tersambar percikan api yang menimbulkan sebuah ledakan dan meluluhlantakkan struktur bangunan jembatan.

Setelah kejadian tersebut, Jembatan Kali Krasak langsung diperbaiki dan mulai digunakan kembali. Namun, 10 tahun kemudian, jembatan yang sudah ada sejak zaman Hindia Belanda ini tidak sanggup menampung arus lalu lintas yang semakin padat, sehingga dibangunlah jembatan baru di sebelah timur jembatan lama. Jembatan baru ini kemudian dibuka saat menjelang arus mudik pada tahun 2001 dan sampai sekarang masih tampak begitu kokoh.

#3 Jembatan Merah Gejayan

Jembatan ikonik di Jogja selanjutnya adalah Jembatan Merah Gejayan. Dulunya, jembatan ini menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Gejayan menuju Seturan. Namun, karena kondisinya sudah rusak, saat ini Jembatan Merah sudah jarang dilewati oleh warga setempat.

Jembatan yang ada di Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, ini memiliki kisah mistis yang sudah beredar luas di kalangan masyarakat. Konon, tidak sedikit warga setempat atau orang yang melintas di jembatan ini melihat makhluk tak kasat mata.

Ya, cerita mengenai hantu di Jembatan Merah Gejayan memang sering santer terdengar. Banyak orang yang kemudian menceritakan kisah mistisnya di media sosial setelah melintas di jembatan tua ini. Adapun gangguan yang mereka rasakan bermacam-macam, mulai dari suara tangisan perempuan, suara gamelan Jawa, penampakan pocong, hingga hantu ngesot.

Cerita-cerita mistis seperti ini memang kerap terjadi di Jembatan Merah. Menurut warga sekitar, konon, tempat ini merupakan kerajaan gaib di wilayah Condongcatur. Maka tidak heran jika jembatan ini begitu populer dengan cerita makhluk tak kasat mata yang sering menghantui siapa saja yang melintas pada waktu malam hari.

#4 Jembatan Layang Janti

Jembatan Janti menjadi jembatan terpanjang yang ada di Yogyakarta. Jembatan yang dibangun pada tahun 1999 dengan panjang total 1.250 meter ini menghubungkan Jalan Yogya-Solo. Tidak hanya terlihat gagah dan kokoh, jembatan ini juga menyimpan kisah tragis hingga mistis.

Beberapa waktu lalu, tepatnya bulan Desember 2021, seorang pemuda asal Kudus nekat loncat dari flyover ini dan meninggal dunia. Pemuda yang nekat mengakhiri hidupnya itu diduga punya permasalahan pribadi yang membuatnya depresi. Tak pelak, kejadian ini cukup menghebohkan warga sekitar.

Selain itu, pada tahun 2017 lalu juga ada seorang wanita yang tiba-tiba kesurupan di bawah Jembatan Janti, tepatnya di teteg perlintasan kereta api. Konon, wanita tersebut kesurupan panglima jin penunggu yang tidak terima teteg perlintasan kereta api di bawah Jembatan janti dipagar besi. Bahkan, pihak keluarga harus mendatangkan “orang pintar” untuk mengeluarkan panglima jin yang menguasai tubuhnya.

Terlepas dari cerita-cerita itu, Jembatan Janti menjadi begitu ikonik di Jogja karena banyaknya penjual makanan di bawah jembatan ini. Hampir semua jenis kuliner mulai dari bakmi, soto, pecel, penyetan, hingga nasi kucing, tersedia di tempat ini. Tak heran jika di bawah jembatan ini selalu ramai dikunjungi para pemburu kuliner khas Jogja.

#5 Jembatan Sayidan

Jembatan Sayidan terletak di Jalan Sultan Agung, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, atau sebelah timur Titik Nol Kilometer Malioboro. Jembatan yang menjadi penghubung antara Kraton dengan Puro Pakualaman ini menjadi salah satu ikon Yogya yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Lokasinya yang berada di tengah-tengah kota membuat siapa pun tidak kesulitan menemukan jembatan di atas bantaran Kali Code ini.

Berbeda dengan kebanyakan jembatan di Jogja yang memiliki cerita mistis, Jembatan Sayidan justru mempunyai kisah yang cukup hangat dan romantis. Ya, jembatan ini mulai populer di kalangan masyarakat sejak grup band kebanggan Jogja, Shaggydog, menciptakan lagu berjudul “Di Sayidan” pada 2003 silam.

Lagu “Di Sayidan” sendiri masuk daftar lagu album ke-3 Shaggydog, Hotz Dogz. Melalui lagu ini, Shaggydog mampu memotret suasana Jogja yang begitu bersahabat, penuh kebersamaan, dan kehangatan. Tak heran, jika “Di Sayidan”menjadi salah satu lagu yang wajib dinyanyikan saat berkumpul bersama orang-orang terdekat.

Sampai saat ini, Jembatan Sayidan masih tampak begitu kokoh dan selalu ramai lalu-lalang kendaraan di setiap harinya. Tidak sedikit kawula muda Jogja atau wisatawan yang meluangkan waktunya singgah sejenak di jembatan memorable ini untuk swafoto atau sekadar duduk melamun sambil nostalgia mengenang seseorang yang nun jauh di sana.

Itulah beberapa jembatan ikonik di Jogja yang menyimpan kisah unik dan mistik. Di balik kokoh dan gagahnya jembatan di Jogja, mungkin ada ratusan atau bahkan ribuan kenangan yang pernah dialami oleh para penghuni Kota Pelajar ini.

Lantas, apa kenangan kamu dengan jembatan-jembatan ikonik yang ada di Jogja ini? Tulis kisah kamu di kolom komentar, dong~

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2022 oleh

Tags: cerita mistiscerita unikjembatanJogjamistispilihan redaksi
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Songgoriti, Gang Macan, dan Stereotip Negatif yang Tak Kunjung Lepas terminal mojok.co

Songgoriti, Gang Macan, dan Stereotip Negatif yang Tak Kunjung Lepas

12 Januari 2022
Jalan Palagan Jogja Tak Terawat dan Membahayakan Wisatawan (Unsplash)

Penuh Lubang dan Gelap, Jalan Palagan Jogja Semakin Berbahaya bagi Pengguna Jalan dan Wisatawan

11 Agustus 2024
Jogja Resah Ketika Parkir Liar Menggembosi Usaha Kopi Lokal (Unsplash)

5 Alasan Banyak Perantau Belum Mau Angkat Kaki dari Jogja, sekalipun UMR-nya Tidak Masuk Akal

15 Agustus 2025
Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

Ada Surga Bernama Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal

3 Mei 2023
Indomie Seleraku, tapi kalau Indomie Rawon Pedas Mercon, Maaf, Nggak Dulu

Indomie Seleraku, tapi kalau Indomie Rawon Pedas Mercon, Maaf, Nggak Dulu

6 Februari 2024
Gejayan Jogja dan Gejayan Magelang: Namanya Sama, tapi Nasibnya Jauh Berbeda  Mojok.co

Gejayan Jogja dan Gejayan Magelang: Namanya Sama, tapi Nasibnya Jauh Berbeda 

4 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.